Rabu, 28 Oktober 2026Berita Seputar Investasi Terbaru
RuangInvest.com
Berita Seputar Investasi Terbaru

Cara Membaca Pergerakan Harga Saham dan Order Book di MOST untuk Pemula

Oleh Nova Indra · Oktober 21, 2026 · 5:52 pm
Daftar Isi 16 bagian

RuangInvest.com – Jakarta, Cara membaca pergerakan harga saham dan order book di MOST menjadi keterampilan penting bagi investor yang ingin memahami kondisi pasar secara lebih terstruktur. Melalui informasi harga, antrean beli, antrean jual, volume, dan frekuensi transaksi, investor dapat menilai aktivitas perdagangan saham sebelum mengambil keputusan.

MOST merupakan platform investasi yang membantu nasabah Mandiri Sekuritas memantau informasi pasar dan melakukan transaksi saham. Melalui platform ini, pengguna dapat mengamati perubahan harga serta melihat berbagai informasi perdagangan yang tersedia pada halaman saham.

Namun, membaca angka pada layar saja tidak cukup. Investor juga perlu memahami hubungan antara permintaan dan penawaran, membandingkan aktivitas transaksi, serta memperhatikan perubahan harga dalam periode tertentu. Dengan demikian, investor pemula dapat membangun kebiasaan analisis yang lebih disiplin tanpa hanya mengandalkan warna hijau atau merah pada aplikasi.

Mengenal Informasi Harga Saham di MOST

Langkah pertama, buka aplikasi atau platform MOST yang Anda gunakan, kemudian masuk ke halaman saham yang ingin dianalisis. Perhatikan harga terakhir, perubahan harga, volume, frekuensi transaksi, serta informasi lain yang tersedia.

Harga terakhir menunjukkan harga pada transaksi terbaru yang tercatat. Sementara itu, perubahan harga memperlihatkan selisih harga dibandingkan acuan yang digunakan platform, biasanya harga penutupan sebelumnya untuk perubahan harian. Perhatikan juga periode yang sedang Anda lihat agar tidak salah menafsirkan pergerakan harga.

Misalnya, suatu saham memiliki harga terakhir Rp1.000 dan naik Rp20 dibandingkan harga penutupan sebelumnya. Artinya, harga saham tersebut mengalami kenaikan sebesar 2% terhadap acuan tersebut. Namun, kenaikan itu tidak otomatis menjamin harga akan terus meningkat pada sesi perdagangan berikutnya.

Selain harga terakhir, perhatikan grafik pergerakan saham. Grafik membantu Anda melihat arah harga, rentang perubahan, dan pola pergerakan dalam periode tertentu. Karena itu, sesuaikan rentang waktu grafik dengan tujuan analisis, baik untuk perdagangan jangka pendek maupun investasi jangka panjang.

Cara Membaca Order Book di MOST

Order book atau antrean pesanan menampilkan informasi permintaan beli dan penawaran jual pada tingkat harga tertentu. Bagian ini membantu investor memahami antrean yang tersedia di pasar pada saat pengamatan. Meski begitu, antrean dapat berubah dengan cepat ketika pelaku pasar memasukkan, mengubah, atau membatalkan pesanan.

1. Memahami Bid atau Antrean Beli

Bid menunjukkan harga yang ingin dibayar pembeli untuk memperoleh saham. Pada umumnya, kolom bid menampilkan beberapa tingkat harga beserta jumlah saham yang mengantre untuk dibeli.

Sebagai contoh, antrean bid pada harga Rp1.000 memiliki volume 50.000 saham. Angka tersebut menunjukkan jumlah saham yang mengantre pada tingkat harga itu, sesuai tampilan order book. Namun, antrean tersebut tidak berarti seluruh pesanan pasti terlaksana karena pembeli dapat mengubah atau membatalkan pesanannya.

2. Memahami Offer atau Antrean Jual

Offer menunjukkan harga yang ingin diterima penjual ketika melepas sahamnya. Kolom ini biasanya menyajikan tingkat harga jual dan jumlah saham yang mengantre pada setiap tingkat harga.

Misalnya, antrean offer pada harga Rp1.010 memiliki volume 40.000 saham. Informasi itu memperlihatkan jumlah saham yang ingin dijual pada harga tersebut. Jika pembeli bersedia mengambil penawaran itu, transaksi dapat terjadi sesuai mekanisme perdagangan dan ketersediaan pesanan.

3. Membandingkan Bid dan Offer

Setelah memahami kedua sisi antrean, bandingkan harga bid tertinggi dengan harga offer terendah. Selisih keduanya dikenal sebagai spread. Spread yang lebih kecil dapat menunjukkan jarak harga beli dan jual terdekat yang lebih rapat, sedangkan spread yang lebar dapat meningkatkan biaya implisit ketika investor langsung membeli lalu menjual saham.

Namun, jangan menyimpulkan arah harga hanya dari volume antrean. Bid yang terlihat besar tidak menjamin harga akan naik, sebagaimana offer yang besar tidak selalu berarti harga akan turun. Investor perlu memeriksa transaksi yang benar-benar terjadi dan mengamati perubahan antrean dari waktu ke waktu.

Memahami Volume dan Frekuensi Transaksi

Volume transaksi menunjukkan jumlah saham yang berpindah tangan selama periode tertentu. Sementara itu, frekuensi transaksi menunjukkan berapa kali transaksi terjadi dalam periode tersebut. Kedua informasi ini membantu investor memahami tingkat aktivitas perdagangan suatu saham.

Volume tinggi dapat menandakan aktivitas perdagangan yang ramai. Namun, Anda tetap perlu membandingkannya dengan kebiasaan volume saham tersebut dan arah perubahan harga. Volume besar saat harga naik memiliki konteks berbeda dari volume besar saat harga turun.

Frekuensi transaksi juga memberikan gambaran tambahan. Saham dengan frekuensi tinggi mengalami banyak transaksi selama periode pengamatan, tetapi frekuensi tinggi tidak selalu berarti nilai transaksi besar. Banyak transaksi kecil dapat menghasilkan frekuensi tinggi dengan volume yang relatif terbatas.

Oleh karena itu, baca volume dan frekuensi secara bersamaan. Perhatikan pula nilai transaksi jika platform menampilkan informasi tersebut. Dengan membandingkan beberapa indikator, Anda dapat menilai aktivitas pasar secara lebih menyeluruh daripada hanya mengandalkan satu angka.

Cara Menganalisis Perubahan Harga Saham

Perubahan harga mencerminkan pertemuan permintaan dan penawaran melalui transaksi yang terjadi. Ketika pembeli bersedia mengambil penawaran jual pada harga yang lebih tinggi, transaksi dapat mendorong harga terakhir naik. Sebaliknya, ketika penjual menerima harga beli yang lebih rendah, harga transaksi dapat bergerak turun.

Untuk memahami pergerakan tersebut, lakukan beberapa langkah berikut.

  1. Amati harga terakhir. Bandingkan harga terbaru dengan harga sebelumnya untuk mengetahui arah perubahan.
  2. Periksa grafik harga. Amati apakah harga membentuk kecenderungan naik, turun, atau bergerak mendatar.
  3. Bandingkan volume transaksi. Perhatikan apakah perubahan harga terjadi bersamaan dengan peningkatan aktivitas perdagangan.
  4. Periksa order book. Amati spread, antrean bid, antrean offer, dan perubahan jumlah pesanan.
  5. Tinjau informasi perusahaan. Pertimbangkan laporan keuangan, keterbukaan informasi, serta berita yang relevan sebelum mengambil keputusan.

Sebagai contoh, suatu saham naik dari Rp1.000 menjadi Rp1.020 dengan peningkatan volume transaksi. Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan harga yang disertai aktivitas perdagangan lebih tinggi. Meski begitu, Anda tetap perlu memeriksa konteks pasar karena informasi tersebut belum cukup untuk memastikan kelanjutan tren.

Sebaliknya, ketika harga naik dengan volume yang menurun, investor dapat mencatat kondisi tersebut sebagai bahan pengamatan lanjutan. Jangan langsung menganggap kenaikan itu lemah atau pasti berbalik arah. Gunakan indikator lain dan perhatikan perkembangan transaksi berikutnya.

Tips Membaca Order Book agar Tidak Salah Mengambil Keputusan

Order book memberikan gambaran kondisi antrean pada suatu waktu, bukan jaminan mengenai harga yang akan terbentuk berikutnya. Karena itu, investor perlu menggabungkan informasi tersebut dengan analisis lain dan rencana transaksi yang jelas.

  • Periksa waktu pengamatan. Antrean dapat berubah dalam hitungan detik, sehingga informasi lama mungkin tidak lagi mencerminkan kondisi pasar terkini.
  • Jangan terpaku pada antrean besar. Pesanan yang terlihat dapat berubah atau batal sebelum transaksi terjadi.
  • Perhatikan spread. Spread membantu Anda memahami jarak antara harga beli tertinggi dan harga jual terendah.
  • Bandingkan dengan volume transaksi. Bedakan pesanan yang masih mengantre dari saham yang benar-benar sudah berpindah tangan.
  • Tentukan batas risiko. Susun rencana pembelian, target, dan batas kerugian sesuai kemampuan finansial serta strategi Anda.
  • Hindari keputusan emosional. Jangan membeli hanya karena harga bergerak cepat atau menjual hanya karena melihat antrean jual yang besar.

Selain itu, pahami bahwa likuiditas setiap saham berbeda. Saham dengan transaksi ramai belum tentu cocok untuk semua investor, sedangkan saham dengan transaksi sepi dapat memiliki spread lebih lebar dan lebih sulit diperdagangkan pada harga yang diinginkan.

Selanjutnya, periksa ketentuan transaksi yang berlaku di MOST dan Bursa Efek Indonesia. Pastikan Anda memahami satuan perdagangan, biaya transaksi, serta mekanisme pesanan sebelum menekan tombol beli atau jual.

Kesalahan Umum Saat Membaca Harga Saham di MOST

Investor pemula sering kali menganggap kenaikan harga sebagai sinyal beli yang pasti. Padahal, harga saham bergerak karena berbagai faktor, termasuk kondisi perusahaan, sentimen pasar, likuiditas, dan perkembangan ekonomi. Karena itu, gunakan data harga sebagai bahan analisis, bukan satu-satunya dasar keputusan.

Kesalahan lain muncul ketika investor menyamakan volume antrean dengan volume transaksi. Antrean menunjukkan pesanan yang masih menunggu, sedangkan volume transaksi mencerminkan saham yang sudah diperdagangkan. Perbedaan ini penting agar Anda tidak salah membaca kekuatan aktivitas pasar.

Selain itu, jangan mengabaikan jangka waktu analisis. Pergerakan dalam beberapa menit dapat berbeda dari tren beberapa minggu. Sesuaikan pengamatan dengan strategi Anda dan hindari menarik kesimpulan jangka panjang hanya dari perubahan harga sesaat.

FAQ Seputar Harga Saham dan Order Book di MOST

Apa fungsi order book di MOST?

Order book membantu pengguna melihat antrean beli dan jual pada beberapa tingkat harga. Informasi ini dapat membantu investor menilai spread serta kondisi permintaan dan penawaran pada waktu pengamatan.

Apa perbedaan bid dan offer?

Bid menunjukkan harga yang ingin dibayar pembeli, sedangkan offer menunjukkan harga yang ingin diterima penjual. Selisih antara bid tertinggi dan offer terendah disebut spread.

Apakah bid yang besar berarti harga saham akan naik?

Tidak. Bid yang besar hanya menunjukkan antrean beli yang terlihat pada tingkat harga tertentu. Pesanan dapat berubah atau batal, sehingga investor perlu memeriksa transaksi aktual dan informasi pasar lainnya.

Apa perbedaan volume dan frekuensi transaksi?

Volume mengukur jumlah saham yang diperdagangkan, sedangkan frekuensi menghitung jumlah kejadian transaksi. Keduanya saling melengkapi untuk menggambarkan aktivitas perdagangan.

Apakah pemula bisa menggunakan order book untuk menentukan waktu beli?

Pemula dapat memanfaatkan order book sebagai salah satu bahan pertimbangan. Namun, sebaiknya gabungkan informasi tersebut dengan analisis harga, volume, kondisi perusahaan, dan pengelolaan risiko. Tidak ada tampilan order book yang dapat menjamin keuntungan.

Kesimpulan

Cara membaca pergerakan harga saham dan order book di MOST dimulai dengan memahami harga terakhir, perubahan harga, bid, offer, volume, frekuensi, serta spread. Setelah itu, bandingkan informasi tersebut dengan grafik harga dan aktivitas transaksi agar Anda memperoleh gambaran pasar yang lebih utuh.

Pada akhirnya, gunakan order book sebagai alat bantu analisis, bukan sebagai jaminan arah harga. Dengan kebiasaan mengamati data secara disiplin, memahami risiko, dan menyesuaikan keputusan dengan tujuan investasi, Anda dapat membangun proses pengambilan keputusan yang lebih terukur.

Tag:

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)