Kamis, 29 Oktober 2026Berita Seputar Investasi Terbaru
RuangInvest.com
Berita Seputar Investasi Terbaru

Cara Valuasi Saham dengan PE, PBV, dan PS di Stockbit Pro

Oleh Dwi Prakoso · Oktober 27, 2026 · 9:10 pm
Daftar Isi 13 bagian

RuangInvest.com – Jakarta, investor saham dapat memanfaatkan fitur Fundachart di Stockbit Pro untuk menganalisis valuasi saham berdasarkan riwayat pergerakan rasio keuangan. Fitur ini menyediakan sejumlah alat analisis, termasuk PE Standard Deviation Band, PE Price Band, PBV Standard Deviation, dan PS Standard Deviation.

Melalui alat tersebut, investor dapat membandingkan valuasi saham saat ini dengan pola historisnya. Dengan demikian, investor memperoleh gambaran apakah suatu saham sedang berada di area valuasi relatif rendah, rata-rata, atau tinggi.

Namun, investor perlu memahami bahwa valuasi historis tidak menjamin harga saham akan kembali ke rata-rata. Karena itu, investor sebaiknya menggabungkan analisis Fundachart dengan pemeriksaan laporan keuangan, prospek bisnis, kondisi industri, dan risiko perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Mengenal Fitur Fundachart di Stockbit Pro

Fundachart merupakan fitur analisis yang membantu investor mempelajari valuasi saham melalui grafik dan rasio keuangan. Investor dapat memilih emiten serta periode pengamatan sesuai kebutuhan analisis.

Selain menampilkan pergerakan harga, fitur ini menyediakan beberapa indikator valuasi berdasarkan rasio keuangan. Setiap indikator memiliki fungsi berbeda sehingga investor dapat menyesuaikan alat analisis dengan karakteristik perusahaan.

Misalnya, PE lebih relevan untuk perusahaan yang menghasilkan laba positif. Sementara itu, PBV membantu investor menilai hubungan harga saham dengan nilai buku perusahaan. Adapun PS berguna untuk membandingkan harga saham dengan pendapatan perusahaan.

Cara Valuasi Saham dengan PE Standard Deviation Band

PE Standard Deviation Band membantu investor membandingkan rasio harga terhadap laba atau Price-to-Earnings Ratio (PER) saat ini dengan riwayat valuasinya. Alat ini menampilkan garis deviasi standar yang menggambarkan posisi PER terhadap pola historis dalam periode pilihan.

Investor dapat mengikuti langkah berikut untuk membuka indikator tersebut di Fundachart.

  1. Buka Stockbit Pro dan cari nama atau kode emiten yang ingin dianalisis.
  2. Pilih menu Fundachart pada bilah menu di atas grafik.
  3. Tentukan periode historis yang ingin ditampilkan.
  4. Klik menu Save, lalu pilih PE Standard Deviation Band.
  5. Amati grafik dan garis deviasi standar yang muncul di bagian bawah.

Selanjutnya, perhatikan posisi PER terhadap garis deviasi standar. Posisi tersebut memberikan gambaran mengenai tingkat valuasi saham dibandingkan dengan riwayatnya.

  • -2 standar deviasi: PER berada di area yang secara historis sangat rendah atau sangat murah relatif terhadap riwayatnya.
  • -1 standar deviasi: PER berada di area yang secara historis relatif rendah.
  • Garis rata-rata: PER mendekati rata-rata historis sehingga valuasinya relatif wajar berdasarkan acuan tersebut.
  • +1 standar deviasi: PER berada di area yang secara historis relatif tinggi.
  • +2 standar deviasi: PER berada di area yang secara historis sangat tinggi.

Meskipun begitu, posisi di bawah -2 standar deviasi tidak otomatis menandakan peluang beli terbaik. Pasar mungkin sedang memperhitungkan penurunan laba, utang yang meningkat, atau prospek bisnis yang memburuk. Sebaliknya, posisi di atas +2 standar deviasi tidak selalu berarti harga akan segera turun jika perusahaan terus mencatatkan pertumbuhan laba yang kuat.

Cara Menggunakan PE Price Band

PE Price Band membantu investor mengamati pergerakan harga saham berdasarkan acuan rasio harga terhadap laba. Alat ini menghubungkan informasi valuasi dengan tingkat harga historis sehingga investor dapat mempelajari posisi harga saham dalam rentang tertentu.

Untuk membuka PE Price Band, ikuti tahapan berikut.

  1. Cari emiten yang ingin dianalisis.
  2. Pilih Fundachart pada bilah menu di atas grafik.
  3. Atur periode pengamatan sesuai kebutuhan.
  4. Klik menu Save dan pilih PE Price Band.
  5. Amati garis harga yang muncul di bagian bawah grafik.

Kemudian, bandingkan posisi harga saham dengan rentang yang ditampilkan. Investor dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengenali area harga yang relatif tinggi atau rendah berdasarkan asumsi valuasi historis.

Namun, PE Price Band tidak dapat memastikan kapan koreksi harga akan terjadi. Perubahan laba, sentimen pasar, kondisi ekonomi, dan aksi korporasi dapat mengubah tingkat valuasi yang wajar. Oleh karena itu, gunakan indikator ini sebagai alat bantu analisis, bukan sebagai ramalan harga yang pasti.

Cara Valuasi Saham dengan PBV Standard Deviation

Price-to-Book Value (PBV) membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham. Rasio ini membantu investor memahami seberapa besar pasar menghargai ekuitas perusahaan dibandingkan dengan nilai bukunya.

PBV Standard Deviation menempatkan rasio tersebut dalam konteks riwayat valuasi perusahaan. Dengan begitu, investor dapat melihat apakah PBV saat ini berada di bawah atau di atas tingkat historisnya.

Berikut langkah untuk menampilkan PBV Standard Deviation di Fundachart.

  1. Masukkan nama atau kode saham yang ingin diperiksa.
  2. Buka menu Fundachart di atas grafik.
  3. Pilih periode historis yang sesuai.
  4. Klik Save, kemudian pilih PBV Standard Deviation.
  5. Perhatikan grafik dan garis deviasi standar yang muncul di bagian bawah.

Secara umum, PBV yang rendah dapat menunjukkan valuasi relatif murah. Namun, investor tidak boleh menilai saham hanya dari besarnya rasio tersebut.

Misalnya, perusahaan dengan aset bermasalah atau tingkat pengembalian ekuitas yang rendah dapat memiliki PBV rendah dalam waktu lama. Sebaliknya, perusahaan dengan bisnis berkualitas dan kemampuan menghasilkan laba yang kuat terkadang memiliki PBV tinggi.

Karena itu, bandingkan PBV dengan riwayat perusahaan dan perusahaan lain dalam industri yang sama. Periksa pula kualitas aset, tingkat utang, serta kemampuan manajemen menghasilkan keuntungan dari modal yang tersedia.

Cara Menggunakan PS Standard Deviation

Price-to-Sales Ratio (PS) membandingkan harga saham dengan pendapatan perusahaan per saham. Rasio ini berguna ketika investor ingin menilai valuasi berdasarkan pendapatan, terutama saat laba perusahaan masih tipis atau berfluktuasi.

Untuk melihat PS Standard Deviation di Fundachart, ikuti langkah berikut.

  1. Cari emiten yang ingin dianalisis di Stockbit Pro.
  2. Pilih menu Fundachart di atas grafik.
  3. Tentukan periode pengamatan yang dibutuhkan.
  4. Klik Save, lalu pilih PS (Price-to-Sales) Standard Deviation.
  5. Amati grafik serta garis deviasi standar pada bagian bawah.

Selanjutnya, periksa posisi rasio PS saat ini dibandingkan dengan rentang historisnya. Posisi yang relatif rendah dapat menunjukkan bahwa pasar menghargai pendapatan perusahaan pada kelipatan yang lebih kecil daripada sebelumnya.

Meskipun demikian, PS yang rendah tidak selalu menunjukkan saham murah. Perusahaan dengan margin keuntungan rendah, pertumbuhan penjualan yang melemah, atau biaya operasional yang meningkat dapat terlihat murah berdasarkan rasio ini.

Oleh sebab itu, investor perlu memeriksa pertumbuhan pendapatan, margin laba, arus kas, dan prospek bisnis. Perbandingan dengan perusahaan sejenis juga membantu memberikan konteks yang lebih tepat.

Tips Memaksimalkan Analisis Valuasi di Stockbit Pro

Keempat alat tersebut memiliki kegunaan berbeda. Agar hasil analisis lebih terarah, investor sebaiknya menggunakan pendekatan yang konsisten dan mempertimbangkan kondisi fundamental perusahaan.

  • Pilih periode yang sesuai. Gunakan rentang historis yang cukup panjang untuk mempelajari pola valuasi, tetapi perhatikan perubahan bisnis yang membuat data lama kurang relevan.
  • Periksa laporan keuangan terbaru. Pastikan laba, pendapatan, aset, dan utang mendukung penilaian yang muncul pada grafik.
  • Bandingkan dengan sektor sejenis. Setiap industri memiliki karakteristik margin, aset, dan pertumbuhan yang berbeda.
  • Gunakan beberapa rasio. Jangan bergantung pada satu indikator. Kombinasikan PER, PBV, atau PS sesuai karakteristik perusahaan.
  • Perhatikan perubahan fundamental. Perubahan laba, struktur modal, dan prospek usaha dapat menggeser tingkat valuasi yang wajar.
  • Tentukan batas risiko. Susun rencana pembelian, target evaluasi, dan batas kerugian sesuai toleransi risiko pribadi.

Selain itu, investor perlu membedakan valuasi murah secara historis dengan valuasi murah secara fundamental. Saham dapat terlihat murah dibandingkan masa lalu, tetapi tetap mahal jika prospek keuntungannya menurun. Sebaliknya, saham yang tampak mahal berdasarkan sejarahnya masih mungkin memiliki ruang pertumbuhan apabila kinerja bisnis meningkat secara berkelanjutan.

Kesimpulan

Fundachart di Stockbit Pro menyediakan PE Standard Deviation Band, PE Price Band, PBV Standard Deviation, dan PS Standard Deviation untuk membantu investor mengevaluasi saham berdasarkan pola valuasi historis. Setiap indikator memberikan sudut pandang berbeda sesuai rasio keuangan yang digunakan.

Namun, indikator historis tidak menjamin arah harga saham pada masa mendatang. Karena itu, investor sebaiknya menggabungkan hasil Fundachart dengan analisis fundamental, perbandingan industri, dan manajemen risiko. Pendekatan tersebut membantu investor mengambil keputusan secara lebih terukur tanpa hanya mengandalkan satu grafik.

FAQ Seputar Valuasi Saham di Stockbit Pro

1. Apa fungsi Fundachart di Stockbit Pro?

Fundachart membantu investor menganalisis valuasi saham melalui grafik dan indikator keuangan. Investor dapat mempelajari posisi valuasi saat ini dibandingkan dengan riwayatnya.

2. Apa arti saham berada di -2 standar deviasi?

Posisi tersebut menunjukkan rasio valuasi berada di area yang sangat rendah dibandingkan dengan pola historisnya. Namun, investor tetap perlu memeriksa fundamental karena posisi itu tidak menjamin harga saham akan naik.

3. Apa perbedaan PER, PBV, dan PS?

PER membandingkan harga saham dengan laba per saham. PBV membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham. Sementara itu, PS membandingkan harga saham dengan pendapatan per saham.

4. Apakah saham dengan PER atau PBV rendah pasti murah?

Tidak. Rasio rendah dapat mencerminkan risiko bisnis, penurunan laba, masalah aset, atau prospek pertumbuhan yang lemah. Investor perlu memeriksa penyebabnya sebelum mengambil keputusan.

5. Apakah PE Price Band bisa memprediksi koreksi saham?

PE Price Band membantu investor mengamati rentang harga berdasarkan valuasi historis. Namun, alat ini tidak dapat memastikan waktu atau besarnya koreksi karena harga saham juga dipengaruhi fundamental dan kondisi pasar.

Sumber: Pusat Bantuan Stockbit, “Fundachart: Cara Valuasi dengan PE, PBV, dan PS Standard Deviation Band”, diperbarui 21 April 2026.

Tag:

Suka berbagi informasi finansial :)