Pefindo Tetapkan Peringkat SOCI Stabil, Sukuk Rp3 Triliun Raih idAAA

Dwi Prakoso

Peringkat SOCI dari Pefindo tetap idBBB+ dengan prospek stabil pada 2026.

RuangInvest.com – Jakarta – Peringkat SOCI kembali menjadi perhatian pasar setelah PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idBBB+ dengan prospek stabil untuk PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Penilaian tersebut mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat terhadap fundamental bisnis perusahaan di tengah tantangan industri pelayaran.

Keputusan tersebut juga disertai dengan penetapan peringkat idAAA(sy)(sf) untuk rencana penerbitan Sukuk I Tahun 2026 dengan nilai maksimal Rp3 triliun. Instrumen syariah itu memperoleh dukungan penguatan kredit dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI.

Selain itu, hasil penerbitan sukuk akan dimanfaatkan untuk membiayai kembali sebagian pinjaman bank sekaligus mendukung belanja modal perusahaan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur pendanaan SOCI dalam jangka menengah.

Peringkat SOCI Tetap Stabil Menurut Pefindo

Pefindo menilai Peringkat SOCI mencerminkan posisi pasar yang kuat di segmen kapal tanker. Perusahaan juga dinilai memiliki model bisnis perkapalan yang terintegrasi sehingga mampu menjaga keberlangsungan operasional.

Di sisi lain, fleksibilitas keuangan perusahaan masih menjadi salah satu faktor pendukung utama. Namun, lembaga pemeringkat juga menyoroti keterbatasan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan margin keuntungan.

Selain itu, tingkat leverage yang masih relatif tinggi menjadi faktor pembatas bagi kenaikan peringkat perusahaan. Oleh karena itu, Pefindo tetap mempertahankan prospek stabil sambil terus memantau perkembangan kinerja SOCI.

Dalam laporannya, Pefindo menyebutkan bahwa posisi bisnis yang kuat mampu memberikan daya tahan terhadap dinamika industri pelayaran. Meski begitu, perusahaan tetap menghadapi tantangan berupa fluktuasi tarif sewa kapal serta kondisi ekonomi global.

Sukuk Rp3 Triliun Raih Peringkat Tertinggi

Rencana penerbitan Sukuk I Tahun 2026 dengan nilai maksimal Rp3 triliun memperoleh peringkat idAAA(sy)(sf). Peringkat tersebut didukung oleh fasilitas kredit subordinasi dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Dana hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk dua kebutuhan utama, yaitu:

  • Membiayai kembali sebagian pinjaman bank perusahaan.
  • Mendukung kebutuhan belanja modal.
  • Memperkuat struktur pembiayaan jangka panjang.

Meskipun memperoleh dukungan kredit dari SMI, Pefindo tetap mengingatkan adanya risiko bagi pemegang sukuk. Risiko tersebut muncul apabila kondisi keuangan SOCI memburuk secara signifikan sehingga berdampak pada kemampuan memenuhi pembayaran pokok maupun kupon sukuk.

Namun begitu, Pefindo memandang risiko tersebut telah dimitigasi melalui struktur transaksi yang dirancang perusahaan. Selain adanya fasilitas kredit subordinasi hingga Rp3 triliun, tersedia pula dana pelunasan atau sinking fund untuk pembayaran kupon dan pokok sukuk.

Skenario Stres yang Diproyeksikan Pefindo

Dalam skenario stres, Pefindo memproyeksikan SOCI berpotensi menambah utang pada periode 2032 hingga 2033. Tambahan pendanaan tersebut diperkirakan digunakan untuk membiayai kembali jatuh tempo sukuk sekitar Rp1 triliun setiap tahun.

Meski demikian, lembaga pemeringkat memperkirakan perusahaan dapat memanfaatkan sebagian fasilitas subordinasi dari SMI. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi risiko pembiayaan kembali sesuai struktur transaksi yang telah diusulkan.

Faktor yang Dapat Mengubah Peringkat SOCI

Pefindo menyebut terdapat sejumlah faktor yang dapat mendorong kenaikan maupun penurunan Peringkat SOCI pada masa mendatang.

Peringkat perusahaan berpotensi meningkat apabila SOCI berhasil memperkuat posisi pasarnya di industri perkapalan. Selain itu, pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan serta peningkatan margin keuntungan juga menjadi indikator penting.

Di sisi lain, perusahaan perlu menjaga tingkat leverage agar tetap lebih rendah dibandingkan proyeksi saat ini. Kondisi tersebut akan memperkuat profil keuangan sekaligus meningkatkan kualitas kredit perusahaan.

Sebaliknya, peringkat dapat mengalami tekanan apabila profil bisnis SOCI melemah. Misalnya, perusahaan gagal memperpanjang kontrak yang akan berakhir atau menghadapi penurunan tarif sewa kapal secara signifikan saat proses perpanjangan kontrak.

Apabila kondisi tersebut terjadi, pendapatan dan margin perusahaan berpotensi menurun. Dampaknya, profil keuangan SOCI juga dapat mengalami pelemahan sehingga memengaruhi hasil pemeringkatan.

Selain itu, Pefindo juga mengingatkan bahwa penambahan utang di atas proyeksi tanpa diimbangi visibilitas pendapatan yang lebih kuat dapat menjadi faktor negatif terhadap peringkat perusahaan.

Secara keseluruhan, keputusan mempertahankan Peringkat SOCI dengan prospek stabil menunjukkan bahwa fundamental bisnis perusahaan masih dinilai cukup solid. Meski menghadapi tantangan leverage dan dinamika industri pelayaran, dukungan struktur pendanaan serta penguatan kredit dari SMI menjadi faktor penting yang menjaga profil kredit perusahaan tetap berada pada level investasi menengah.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu