Saham RANS Entertainment Melonjak ARA pada Debut di Bursa Efek Indonesia

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, JakartaSaham RANS Entertainment mencuri perhatian pelaku pasar modal setelah melesat pada hari pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026). Emiten media milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut langsung menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) hanya beberapa saat setelah resmi melantai di bursa.

Antusiasme investor terlihat sejak awal perdagangan. Harga saham yang ditawarkan melalui penawaran umum perdana atau IPO sebesar Rp170 per saham langsung melonjak hingga 34,12 persen menjadi Rp228 per saham. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap emiten baru dari sektor media dan ekonomi kreatif.

Selain mengalami kenaikan harga yang signifikan, aktivitas perdagangan saham RANS juga berlangsung sangat ramai. Hingga pukul 09.40 WIB, nilai transaksi mendekati Rp1 miliar dengan volume perdagangan mencapai lebih dari 43 ribu lot. Sementara itu, sekitar 20 juta lot saham masih mengantre di harga tertinggi atau antrean beli di level ARA.

Saham RANS Entertainment Langsung Sentuh ARA

Performa Saham RANS Entertainment pada perdagangan perdana menjadi salah satu sorotan utama di Bursa Efek Indonesia. Lonjakan harga tersebut mencerminkan optimisme investor terhadap prospek bisnis perseroan setelah resmi menyandang status sebagai perusahaan terbuka.

Raffi Ahmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa pencatatan saham di BEI bukanlah akhir dari perjalanan perusahaan. Sebaliknya, langkah tersebut menjadi awal bagi RANS untuk berkembang dengan standar tata kelola yang semakin baik.

“Hari ini kami tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal. Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia. Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus kami jaga melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Raffi Ahmad di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Menurut Raffi, status sebagai perusahaan publik membawa tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, RANS berkomitmen menjaga kepercayaan investor melalui transparansi serta pengelolaan bisnis yang berkelanjutan.

Dana IPO Rp429,25 Miliar untuk Ekspansi Bisnis

Dalam aksi korporasi tersebut, RANS melepas sebanyak 2,525 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana selesai dilaksanakan.

Dengan harga IPO Rp170 per saham, perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar. Dana segar tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai lini usaha yang menjadi fokus pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Adapun rincian penggunaan dana IPO meliputi:

  • Sekitar Rp161,5 miliar atau 37,61 persen untuk penyelenggaraan konser.
  • Sekitar Rp85 miliar atau 19,80 persen digunakan mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia.
  • Sebesar Rp80 miliar dialokasikan untuk pengembangan wahana bermain dan edukasi Cipungland.
  • Sebanyak Rp35 miliar diinvestasikan ke perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.
  • Sekitar Rp29,95 miliar digunakan melunasi sebagian fasilitas kredit investasi.
  • Sisanya sekitar Rp37,8 miliar dimanfaatkan sebagai tambahan modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

Alokasi dana tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada bisnis media digital, tetapi juga memperluas sumber pendapatan ke sektor hiburan, teknologi, kosmetik, hingga taman bermain keluarga.

Nagita Slavina Optimistis Industri Kreatif Indonesia Terus Tumbuh

Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, Nagita Slavina, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam industri ekonomi kreatif. Menurutnya, banyak talenta kreatif yang mampu menghasilkan karya bernilai tinggi apabila dikelola secara profesional.

Nagita menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan sekadar menciptakan konten kreatif. Lebih dari itu, kreativitas harus mampu berkembang menjadi intellectual property (IP) yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.

“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan,” kata Nagita Slavina.

Pernyataan tersebut mempertegas arah bisnis perusahaan yang ingin membangun ekosistem kreatif secara menyeluruh. Selain menghasilkan konten hiburan, RANS juga ingin mengembangkan berbagai produk dan layanan yang memiliki nilai tambah dalam jangka panjang.

Prospek Saham RANS Entertainment Setelah IPO

Keberhasilan Saham RANS Entertainment mencapai ARA pada hari pertama perdagangan menjadi sinyal positif dari pasar. Tingginya antrean beli menunjukkan minat investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan masih sangat besar.

Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan fundamental perusahaan serta realisasi penggunaan dana hasil IPO. Selain itu, perkembangan bisnis pada sektor media, hiburan, teknologi, dan ekonomi kreatif akan menjadi faktor penting yang memengaruhi kinerja perseroan ke depan.

Di sisi lain, keberhasilan debut RANS di Bursa Efek Indonesia juga memperlihatkan bahwa perusahaan berbasis industri kreatif kini semakin mendapat tempat di pasar modal nasional. Kondisi tersebut diharapkan mampu membuka peluang bagi perusahaan kreatif lainnya untuk memperoleh pendanaan melalui pasar saham.

Dengan strategi ekspansi yang telah disiapkan, dukungan investor, serta fokus pada pengembangan intellectual property, RANS memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan kreatif nasional yang berkembang melalui pasar modal Indonesia.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu