Dividen BLES 2025 Turun, 20 Persen Dari Laba Bersih

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Surabaya – PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) resmi menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp16,8 miliar. Keputusan mengenai dividen BLES 2025 tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (9/6/2026).

Pembagian dividen tersebut setara Rp1,89 per saham dan akan diberikan kepada pemegang 8,89 miliar saham yang beredar. Meskipun laba bersih perusahaan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, manajemen tetap mempertahankan komitmen untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.

Keputusan ini menunjukkan bahwa perseroan masih menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekspansi bisnis dan penghargaan kepada investor. Selain itu, pembagian dividen menjadi sinyal bahwa kondisi keuangan perusahaan tetap solid di tengah berbagai tantangan industri bahan bangunan.

Dividen BLES 2025 Sebesar 20 Persen dari Laba Bersih

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Dari total laba yang diperoleh, sebesar Rp16,8 miliar atau sekitar 20 persen dialokasikan sebagai dividen tunai.

Selain itu, perusahaan menetapkan Rp1 miliar sebagai cadangan wajib. Sementara itu, sisa laba sebesar Rp66,1 miliar dicatat sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Kebijakan tersebut mencerminkan strategi perseroan dalam menjaga struktur permodalan yang sehat. Di sisi lain, perusahaan juga membutuhkan dana internal untuk mendukung rencana pengembangan usaha ke depan.

Jika dihitung berdasarkan jumlah saham yang beredar, setiap investor akan menerima dividen sebesar Rp1,89 per saham. Nilai ini lebih rendah dibandingkan pembagian dividen tahun buku 2024 yang mencapai Rp3,6 per saham.

Kinerja Keuangan BLES Masih Tumbuh

PT Superior Prima Sukses Tbk yang dikenal sebagai produsen bata ringan milik pengusaha Dermawan Suparsono tetap mencatat pertumbuhan pendapatan sepanjang 2025.

Pendapatan bersih perusahaan meningkat 2,8 persen menjadi Rp1,5 triliun. Pertumbuhan tersebut menunjukkan permintaan terhadap produk bata ringan masih terjaga di pasar domestik.

Selain itu, perusahaan membukukan laba kotor sebesar Rp389 miliar dengan margin laba kotor mencapai 26 persen. Angka tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga efisiensi operasional di tengah kenaikan berbagai biaya produksi.

Namun, pertumbuhan penjualan belum mampu mendorong kenaikan laba bersih. Perseroan mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp84,1 miliar.

Jumlah tersebut turun 47,5 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp160 miliar. Penurunan profitabilitas menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi besaran dividen yang dibagikan tahun ini.

Faktor Penyebab Laba Bersih Menurun

Manajemen menjelaskan bahwa penurunan laba bukan disebabkan melemahnya permintaan pasar. Sebaliknya, penjualan produk bata ringan masih menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

Penurunan laba lebih banyak dipengaruhi oleh meningkatnya biaya yang timbul akibat ekspansi usaha. Perusahaan tengah memperbesar skala bisnis untuk memperkuat daya saing dan memperluas kapasitas operasional.

Karena itu, sejumlah biaya investasi dan pengembangan usaha memberikan tekanan terhadap laba bersih dalam jangka pendek. Meskipun begitu, langkah ekspansi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih besar dalam beberapa tahun mendatang.

Dividend Yield BLES Masih Menarik bagi Investor

Dengan harga saham BLES yang diperdagangkan di kisaran Rp132 per saham, pembagian dividen sebesar Rp1,89 menghasilkan indikasi dividend yield sekitar 1,4 persen.

Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Namun, investor masih memperoleh manfaat berupa pembagian laba sekaligus peluang pertumbuhan bisnis dari ekspansi yang sedang dijalankan perusahaan.

Bagi investor jangka panjang, kebijakan dividen BLES 2025 dapat dilihat sebagai upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara distribusi keuntungan dan kebutuhan pendanaan internal. Strategi tersebut cukup umum dilakukan oleh emiten yang sedang berada dalam fase pertumbuhan.

Selain itu, retained earnings atau laba ditahan yang lebih besar memungkinkan perusahaan memiliki fleksibilitas pendanaan tanpa harus terlalu bergantung pada sumber pembiayaan eksternal.

Prospek BLES Setelah Pembagian Dividen

Ke depan, kinerja PT Superior Prima Sukses Tbk akan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan ekspansi usaha yang saat ini sedang berjalan. Jika kapasitas produksi dan efisiensi operasional meningkat, perusahaan berpeluang memperbaiki margin keuntungan pada periode berikutnya.

Permintaan bata ringan yang masih tumbuh juga menjadi faktor pendukung positif. Tren pembangunan perumahan, kawasan industri, dan proyek infrastruktur berpotensi menjaga kebutuhan terhadap material konstruksi modern.

Meskipun nominal dividen per saham turun dibandingkan tahun sebelumnya, pembagian dividen BLES 2025 tetap menunjukkan komitmen perusahaan kepada pemegang saham. Dengan fundamental bisnis yang masih bertumbuh dan strategi ekspansi yang agresif, investor akan terus mencermati perkembangan kinerja perseroan pada tahun-tahun mendatang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu