Top Gainers Pekan Ini, Saham BACH Melonjak 67,62 Persen

Dwi Prakoso

Ilustrasi pergerakan top gainers pekan ini di Bursa Efek Indonesia dengan saham BACH memimpin kenaikan.

RuangInvest.com, JakartaTop gainers pekan ini didominasi oleh sejumlah saham yang mencatatkan lonjakan signifikan seiring menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan 27-31 Juli 2026. Saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menjadi emiten dengan kenaikan tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kenaikan saham-saham tersebut terjadi di tengah sentimen positif pasar yang didukung aksi beli investor asing. Meski aktivitas perdagangan cenderung menurun dibandingkan pekan sebelumnya, minat investor terhadap sejumlah saham tetap tinggi.

Sementara itu, IHSG berhasil mengakhiri pekan di zona hijau. Arus dana asing yang masih masuk ke pasar saham menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan indeks, meskipun investor domestik justru membukukan aksi jual bersih.

BACH Pimpin Top Gainers Pekan Ini

Berdasarkan statistik mingguan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menjadi pemimpin top gainers pekan ini setelah melesat 67,62 persen dalam lima hari perdagangan.

Harga saham BACH naik dari Rp525 menjadi Rp880 per saham. Kenaikan tersebut menjadikannya sebagai emiten dengan performa terbaik selama periode 27-31 Juli 2026.

Posisi kedua ditempati saham PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL). Emiten ini mencatat kenaikan sebesar 60,87 persen dari Rp230 menjadi Rp370 per saham.

Sementara itu, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) berada di posisi ketiga setelah menguat 51,49 persen. Harga sahamnya naik dari Rp505 menjadi Rp765 selama sepekan.

Selain tiga besar tersebut, sejumlah saham lain juga mencatatkan lonjakan yang cukup besar dan menarik perhatian pelaku pasar.

Daftar Saham dengan Kenaikan Tertinggi

Selain BACH, beberapa emiten lain juga berhasil mencatatkan penguatan lebih dari 30 persen sepanjang pekan.

Berikut daftar saham dengan kenaikan terbesar:

  • PT Bach Multi Global Tbk (BACH): naik 67,62 persen.
  • PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL): naik 60,87 persen.
  • PT Mega Perintis Tbk (ZONE): naik 51,49 persen.
  • PT Intermedia Capital Tbk (MDIA): naik 50,39 persen.
  • PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA): naik 47,88 persen.
  • PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH): naik 42,53 persen.
  • PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS): naik 38,12 persen.
  • PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS): naik 31,31 persen.
  • PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA): naik 31,03 persen.
  • PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA): naik 29,55 persen.

Kinerja saham-saham tersebut menunjukkan masih adanya peluang keuntungan pada emiten tertentu meskipun kondisi pasar bergerak bervariasi. Namun, investor tetap perlu memperhatikan faktor fundamental dan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

IHSG Menguat Berkat Dukungan Investor Asing

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG ditutup menguat 0,64 persen selama periode 27-31 Juli 2026.

Indeks naik ke level 6.236,126 dari posisi 6.196,430 pada pekan sebelumnya. Penguatan ini mencerminkan sentimen pasar yang relatif positif meskipun tidak seluruh saham bergerak naik.

Data BEI menunjukkan sebanyak 166 saham naik lebih dari dua persen. Selain itu, terdapat 95 saham yang menguat hingga dua persen.

Sementara itu, sebanyak 219 saham ditutup stagnan. Di sisi lain, terdapat 168 saham yang turun hingga dua persen, sedangkan 315 saham terkoreksi lebih dari dua persen sepanjang pekan.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan pasar masih cukup selektif. Investor lebih banyak memburu saham-saham tertentu yang dinilai memiliki potensi kenaikan lebih besar dibandingkan mayoritas emiten lainnya.

Net Buy Asing Jadi Penopang Pasar

Salah satu faktor yang menopang penguatan IHSG adalah masih derasnya aliran dana investor asing ke pasar saham Indonesia.

Sepanjang pekan 27-31 Juli 2026, investor asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp7,10 triliun di seluruh pasar. Nilai tersebut menjadi penopang penting bagi pergerakan indeks pada akhir Juli.

Sebaliknya, investor domestik mencatatkan aksi jual bersih (net sell) dengan nilai yang sama, yakni sekitar Rp7,10 triliun.

Meskipun begitu, masuknya dana asing berhasil menjaga sentimen pasar tetap positif. Selain itu, keberadaan saham-saham dengan kenaikan tajam turut memberikan kontribusi terhadap optimisme pelaku pasar.

Ke depan, investor diperkirakan masih akan mencermati perkembangan sentimen global, kondisi ekonomi domestik, serta kinerja emiten yang akan merilis laporan keuangan. Faktor-faktor tersebut berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG maupun daftar top gainers pekan ini pada perdagangan selanjutnya.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu