BEI Cabut Suspensi Saham KING dan IFSH Mulai 11 Juni 2026

Dwi Prakoso

RuangInvest.com – Jakarta – BEI cabut suspensi saham KING dan IFSH mulai Kamis (11/6/2026). Dengan dibukanya kembali perdagangan kedua saham tersebut, investor dapat kembali melakukan transaksi pada sesi I di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Rabu (10/6/2026). Pembukaan suspensi dilakukan setelah Bursa melakukan evaluasi terhadap kondisi perdagangan kedua emiten tersebut.

Meski demikian, terdapat perlakuan berbeda terhadap saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING). Saham ini akan diperdagangkan menggunakan mekanisme full call auction (FCA) dan tetap berada di papan pemantauan khusus.

BEI Cabut Suspensi Saham KING dan IFSH

Bursa Efek Indonesia menyampaikan bahwa penghentian sementara perdagangan saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH) resmi dicabut mulai sesi I perdagangan Kamis, 11 Juni 2026.

Dalam pengumumannya, Bursa menyatakan bahwa saham KING dan IFSH dapat kembali diperdagangkan di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai setelah sebelumnya mengalami suspensi.

Langkah ini menjadi perhatian pelaku pasar karena kedua saham tersebut sempat mengalami pergerakan harga yang tidak biasa. Bursa biasanya menerapkan suspensi sebagai bentuk perlindungan terhadap investor sekaligus memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasinya.

Selain itu, pencabutan suspensi menunjukkan bahwa Bursa menilai perdagangan kedua saham sudah dapat kembali berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

Namun, investor tetap diminta mencermati risiko dan volatilitas harga yang masih berpotensi terjadi setelah perdagangan dibuka kembali.

Saham KING Masuk Mekanisme Full Call Auction

Meskipun suspensi telah dicabut, saham KING tidak langsung kembali diperdagangkan secara normal. Bursa menetapkan saham PT Hoffmen Cleanindo Tbk menggunakan mekanisme full call auction (FCA).

Kebijakan tersebut diterapkan karena saham KING telah mengalami suspensi lebih dari satu hari bursa secara berturut-turut. Saham ini diketahui dihentikan sementara perdagangannya sejak 25 Mei 2026 atau hampir dua pekan.

Melalui mekanisme FCA, proses pembentukan harga dilakukan secara berbeda dibandingkan perdagangan reguler. Tujuannya adalah meningkatkan perlindungan investor terhadap saham yang memiliki risiko tinggi atau volatilitas yang signifikan.

Selain berada dalam mekanisme FCA, saham KING juga tetap ditempatkan pada papan pemantauan khusus. Status ini membuat investor perlu lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi.

Kinerja Harga Saham KING Sebelum Suspensi

Sebelum suspensi diberlakukan, saham KING menunjukkan penguatan yang cukup agresif.

Pada perdagangan terakhir Jumat (22/5/2026), saham KING ditutup di level Rp565 per saham. Dalam satu bulan, saham tersebut mencatat kenaikan sebesar 29,59 persen.

Bahkan dalam periode tiga bulan, harga saham KING melonjak hingga 127,82 persen. Lonjakan yang sangat tinggi dalam waktu relatif singkat tersebut menjadi salah satu faktor yang biasanya mendapat perhatian khusus dari otoritas bursa.

Karena itu, investor sering kali diminta untuk memperhatikan fundamental perusahaan dan tidak hanya berfokus pada pergerakan harga jangka pendek.

IFSH Kembali Diperdagangkan Setelah Koreksi Tajam

Sementara itu, saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) juga kembali diperdagangkan setelah sebelumnya mengalami penghentian sementara selama satu hari bursa.

Suspensi terhadap saham IFSH dilakukan pada Rabu (10/6/2026) di papan pemantauan khusus. Langkah tersebut diambil menyusul penurunan harga yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Berbeda dengan KING yang mengalami lonjakan harga, saham IFSH justru berada dalam tren pelemahan tajam. Pada perdagangan Selasa (9/6/2026), saham IFSH turun 5,29 persen ke level Rp895 per saham.

Dalam sepekan, saham tersebut tercatat merosot hingga 35,84 persen. Sementara itu, dalam satu bulan terakhir, koreksinya mencapai 56,76 persen.

Penurunan yang sangat dalam tersebut mendorong Bursa melakukan penghentian sementara perdagangan sebagai bentuk cooling down agar investor dapat menilai kembali kondisi pasar secara lebih objektif.

Investor Perlu Cermati Volatilitas Pasca Suspensi

Pencabutan suspensi memang menjadi kabar penting bagi pelaku pasar. Namun, investor tetap perlu mencermati risiko volatilitas yang berpotensi terjadi pada awal perdagangan.

Saham yang baru keluar dari masa suspensi umumnya menarik perhatian pasar karena adanya akumulasi antrean beli maupun jual yang tertahan selama periode penghentian perdagangan.

Selain itu, sentimen pasar dapat berubah dengan cepat tergantung kondisi fundamental perusahaan, likuiditas saham, serta minat investor setelah perdagangan kembali dibuka.

Karena itu, investor disarankan untuk memperhatikan keterbukaan informasi perusahaan, kondisi keuangan emiten, dan manajemen risiko sebelum melakukan transaksi.

Dengan dibukanya kembali perdagangan kedua saham tersebut, fokus pasar kini tertuju pada pergerakan harga KING dan IFSH pada sesi perdagangan berikutnya. Langkah BEI cabut suspensi saham KING dan IFSH menjadi sinyal bahwa aktivitas perdagangan dapat kembali berlangsung, meskipun pengawasan terhadap kedua saham tersebut masih tetap dilakukan sesuai ketentuan Bursa.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu