Daftar Isi 6 bagian
Ruanginvest.com – Jakarta, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia menyiapkan aksi korporasi rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sepanjang Oktober hingga November 2026.
Jadwal right issue Oktober-November 2026 tersebut mencakup lima emiten, yakni PT Berlina Tbk (BRNA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Megapower Makmur Tbk (MGLV), PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), dan PT Bank Bumi Arta Tbk (BMAS).
Masing-masing emiten memiliki jadwal yang berbeda. Karena itu, investor perlu mencermati cum date, ex date, serta periode perdagangan HMETD sebelum mengambil keputusan terkait saham yang dimiliki.
Jadwal Right Issue Oktober-November 2026
BRNA menjadi emiten dengan cum date paling awal dalam rangkaian aksi korporasi tersebut. Cum date BRNA berlangsung pada 1 Oktober 2026, kemudian ex date jatuh pada 2 Oktober 2026.
Sementara itu, ENRG menyusul dengan cum date pada 2 Oktober 2026 dan ex date pada 5 Oktober 2026. Perdagangan HMETD ENRG berlangsung mulai 8 Oktober hingga 21 Oktober 2026.
Selanjutnya, MGLV memasuki jadwal cum date pada 30 Oktober 2026. Setelah itu, ex date berlangsung pada 2 November 2026 dan perdagangan HMETD berjalan mulai 5 November hingga 18 November 2026.
CBRE memiliki cum date pada 2 November 2026. Kemudian, ex date berlangsung pada 3 November 2026, sedangkan perdagangan HMETD berlangsung pada 6 November hingga 12 November 2026.
Terakhir, BMAS memiliki jadwal paling akhir dalam daftar tersebut. Cum date BMAS jatuh pada 23 November 2026, ex date pada 24 November 2026, lalu perdagangan HMETD berlangsung mulai 27 November hingga 3 Desember 2026.
Rincian Jadwal HMETD BRNA hingga BMAS
Perbedaan jadwal membuat investor perlu mencatat setiap tanggal penting secara terpisah. Berikut rangkuman jadwal aksi korporasi lima emiten tersebut.
- BRNA: Cum date 1 Oktober 2026, ex date 2 Oktober 2026, perdagangan HMETD 7-14 Oktober 2026.
- ENRG: Cum date 2 Oktober 2026, ex date 5 Oktober 2026, perdagangan HMETD 8-21 Oktober 2026.
- MGLV: Cum date 30 Oktober 2026, ex date 2 November 2026, perdagangan HMETD 5-18 November 2026.
- CBRE: Cum date 2 November 2026, ex date 3 November 2026, perdagangan HMETD 6-12 November 2026.
- BMAS: Cum date 23 November 2026, ex date 24 November 2026, perdagangan HMETD 27 November-3 Desember 2026.
Dari rangkaian tersebut, BRNA dan ENRG memiliki jadwal paling awal. Keduanya memasuki fase cum date pada awal Oktober 2026. Sementara itu, MGLV, CBRE, dan BMAS baru memasuki tahapan masing-masing pada akhir Oktober hingga November.
Selain itu, periode perdagangan HMETD setiap emiten juga berbeda. Karena itu, investor perlu memperhatikan batas akhir perdagangan agar tidak melewatkan periode yang telah ditentukan.
Hal Penting dalam Memantau Rights Issue
Cum date menjadi salah satu tanggal penting dalam aksi rights issue. Tanggal tersebut berkaitan dengan batas kepemilikan saham untuk memperoleh hak dalam aksi korporasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kemudian, investor juga perlu mencermati ex date. Setelah tanggal tersebut, perdagangan saham memasuki fase tanpa hak atas aksi korporasi tersebut. Perubahan ini dapat memengaruhi pergerakan harga saham di pasar reguler.
Sementara itu, trading start dan trading end menunjukkan periode perdagangan HMETD. Investor perlu memperhatikan kedua tanggal tersebut karena setiap emiten memiliki jangka waktu perdagangan yang berbeda.
Dengan demikian, investor dapat menyusun catatan berdasarkan urutan tanggal. Cara ini membantu pemantauan BRNA dan ENRG pada awal Oktober, kemudian MGLV dan CBRE pada akhir Oktober hingga November, serta BMAS pada akhir November.
Jadwal Rights Issue Perlu Masuk Watchlist
Aksi korporasi dapat menjadi salah satu agenda yang diperhatikan investor ketika menyusun watchlist saham. Namun, jadwal saja tidak cukup untuk menentukan keputusan transaksi.
Investor juga perlu memahami mekanisme HMETD, rasio hak, harga pelaksanaan, serta informasi resmi dari masing-masing emiten. Selain itu, kondisi harga saham dan tujuan penggunaan dana aksi korporasi juga dapat menjadi bagian dari bahan pertimbangan.
Bagi investor yang memiliki saham sebelum cum date, pemahaman terhadap tanggal penting dapat membantu menghindari kesalahan dalam memantau hak yang diperoleh. Sebaliknya, investor yang hanya memantau pergerakan harga perlu memperhatikan potensi perubahan harga setelah memasuki ex date.
Karena setiap aksi korporasi memiliki ketentuan tersendiri, investor sebaiknya membaca dokumen resmi emiten sebelum melakukan transaksi. Informasi tersebut membantu investor memahami detail pelaksanaan dan konsekuensi dari HMETD.
Cara Memantau Kalender Right Issue
Investor dapat memanfaatkan kalender aksi korporasi pada platform pasar modal untuk membantu memantau jadwal HMETD. Kalender tersebut dapat mempermudah pencatatan tanggal penting dari berbagai emiten dalam satu tampilan.
Salah satu cara yang tersedia adalah menggunakan fitur Kalender Aksi Korporasi pada Ajaib Terminal. Investor dapat membuka menu Market, kemudian memilih bagian Kalender untuk melihat agenda aksi korporasi.
Pilih Agenda Right Issue
Setelah masuk ke halaman kalender, investor dapat memilih tab Right Issue. Tampilan tersebut menyajikan agenda HMETD beserta informasi tanggal penting yang berkaitan dengan aksi korporasi.
Selanjutnya, investor dapat memilih tanggal tertentu untuk melihat agenda pada hari tersebut. Dengan cara ini, jadwal cum date, ex date, serta periode perdagangan HMETD dapat dipantau secara lebih teratur.
Selain itu, investor dapat menggunakan daftar tersebut sebagai pengingat ketika menyusun watchlist harian maupun mingguan. Namun, keputusan transaksi tetap perlu mempertimbangkan informasi dan risiko masing-masing saham.
Rangkaian right issue Oktober-November 2026 menunjukkan adanya beberapa agenda HMETD yang berlangsung berurutan. BRNA dan ENRG membuka rangkaian pada awal Oktober, kemudian MGLV dan CBRE menyusul, sementara BMAS memiliki jadwal hingga awal Desember 2026.
Dengan mencatat seluruh tanggal penting sejak awal, investor dapat mengikuti perkembangan setiap aksi korporasi dengan lebih teratur. Selain itu, investor perlu memastikan informasi terbaru melalui pengumuman resmi emiten dan Bursa Efek Indonesia sebelum mengambil keputusan investasi.




