15 Saham Top Value Mei 2026, BBCA Pimpin Nilai Transaksi

Dwi Prakoso

Daftar saham top value Mei 2026 dengan nilai transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia.

RuangInvest.com, Jakarta – Saham top value Mei 2026 menjadi sorotan pelaku pasar setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar saham dengan nilai transaksi terbesar sepanjang bulan lalu. Meski aktivitas perdagangan masih cukup tinggi, total nilai transaksi di pasar saham Indonesia mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Berdasarkan data BEI, total nilai transaksi saham selama Mei 2026 mencapai Rp365,73 triliun. Sementara itu, nilai transaksi di pasar reguler tercatat sebesar Rp305,43 triliun.

Secara bulanan, nilai transaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 5,93 persen. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, penurunan nilai transaksi mencapai 45,58 persen. Meski begitu, sejumlah saham tetap mencatat aktivitas perdagangan yang sangat tinggi dan masuk dalam daftar saham top value Mei 2026.

BBCA Pimpin Daftar Saham Top Value Mei 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil menempati posisi pertama sebagai saham dengan nilai transaksi terbesar sepanjang Mei 2026. Emiten perbankan terbesar di Indonesia tersebut membukukan total nilai transaksi mencapai Rp27,18 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 8,71 persen dibandingkan April 2026. Pada bulan sebelumnya, nilai transaksi BBCA tercatat sekitar Rp25 triliun.

Dominasi BBCA menunjukkan bahwa minat investor terhadap saham sektor perbankan masih sangat tinggi. Selain memiliki fundamental yang kuat, BBCA juga menjadi salah satu saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Di posisi kedua terdapat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Saham BMRI mencatat nilai transaksi sebesar Rp22,45 triliun selama Mei 2026. Angka tersebut menegaskan bahwa saham perbankan masih menjadi pilihan utama investor domestik maupun asing.

Daftar Lengkap 15 Saham Top Value Mei 2026

Berikut daftar lengkap saham top value Mei 2026 berdasarkan nilai transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp27,18 triliun
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp22,45 triliun
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp15,97 triliun
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp14,74 triliun
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp13,39 triliun
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp13,07 triliun
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp10,42 triliun
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp10,12 triliun
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp9,31 triliun
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp8,74 triliun
  • PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp8,24 triliun
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp7,76 triliun
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp7,05 triliun
  • PT Astra International Tbk (ASII) Rp6,79 triliun
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp6,64 triliun

Daftar tersebut menunjukkan keberagaman sektor yang mendominasi aktivitas perdagangan. Selain sektor perbankan, terdapat pula saham energi, pertambangan, petrokimia, telekomunikasi, ritel, hingga otomotif.

Dominasi Sektor Perbankan

Jika diperhatikan lebih jauh, saham sektor perbankan masih mendominasi posisi atas daftar transaksi terbesar. BBCA, BMRI, dan BBRI berhasil masuk lima besar saham dengan nilai transaksi tertinggi.

Kondisi ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek industri perbankan nasional. Selain itu, stabilitas kinerja keuangan bank besar turut menjadi faktor utama yang menarik minat pasar.

Tren Perdagangan Saham Masih Menarik Investor

Meskipun total nilai transaksi IHSG mengalami penurunan secara bulanan maupun tahunan, aktivitas perdagangan saham di BEI masih tergolong aktif. Nilai transaksi ratusan triliun rupiah menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia tetap memiliki daya tarik yang kuat.

Selain saham perbankan, sejumlah emiten komoditas juga berhasil mencuri perhatian. Saham seperti ANTM, AMMN, MDKA, PTRO, dan BUMI mencatat nilai transaksi yang tinggi seiring dengan pergerakan harga komoditas global.

Di sisi lain, saham konsumer dan ritel juga menunjukkan aktivitas yang solid. MAPI dan AMRT masuk dalam daftar 15 besar, menandakan masih adanya optimisme terhadap konsumsi domestik.

Para analis menilai daftar saham top value Mei 2026 dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat saham yang paling aktif diperdagangkan di pasar. Namun, nilai transaksi yang tinggi tidak selalu berarti saham tersebut layak dibeli. Investor tetap perlu memperhatikan fundamental perusahaan, valuasi, serta kondisi pasar secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan investasi.

Karena itu, daftar saham top value Mei 2026 lebih tepat digunakan sebagai referensi untuk memantau pergerakan saham yang menjadi pusat perhatian investor. Dengan memahami aktivitas perdagangan yang terjadi, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai sentimen pasar dan arah pergerakan modal di Bursa Efek Indonesia.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu