RuangInvest.com, Jakarta โ IPO PT Niramas Utama menjadi salah satu agenda penting di pasar modal Indonesia pada pertengahan 2026. Produsen makanan dan minuman penutup dengan merek INACO tersebut bersiap melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perseroan berencana menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan IPO.
Melalui langkah strategis ini, perusahaan berharap dapat memperoleh tambahan modal untuk mendukung ekspansi usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat struktur keuangan di tengah pertumbuhan permintaan produk berbasis kelapa di pasar domestik maupun internasional.
IPO PT Niramas Utama Berpotensi Raup Rp392 Miliar
Berdasarkan prospektus awal yang telah dipublikasikan, IPO PT Niramas Utama menawarkan saham pada kisaran harga Rp900 hingga Rp1.120 per lembar saham.
Dengan rentang harga tersebut, perusahaan berpotensi menghimpun dana segar maksimal sekitar Rp392 miliar dari pasar modal. Dana tersebut akan menjadi sumber pendanaan penting untuk mendukung berbagai rencana pengembangan bisnis perseroan.
Penawaran umum perdana saham ini dijamin dengan skema full commitment oleh PT Sucor Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Skema tersebut memberikan kepastian bahwa seluruh saham yang ditawarkan akan terserap sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, masa penawaran awal atau bookbuilding dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 22 Juni 2026. Perseroan menargetkan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026.
Setelah itu, masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 1 sampai 3 Juli 2026. Adapun pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 7 Juli 2026.
Profil PT Niramas Utama dan Merek INACO
PT Niramas Utama merupakan perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1990. Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan dikenal sebagai produsen berbagai produk makanan dan minuman berbasis kelapa serta serat alami.
Produk yang dihasilkan mencakup Nata de Coco, jelly, pudding, gummy candy, hingga minuman siap saji berbasis kelapa dengan merek INACO yang telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Selain itu, perusahaan juga terus memperluas kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. Saat ini, fasilitas produksi PT Niramas Utama tersebar di beberapa wilayah strategis.
Lokasi pabrik perusahaan berada di Bekasi, Sukabumi, Pandaan, dan Pontianak. Keberadaan fasilitas tersebut memungkinkan distribusi produk berjalan lebih efisien ke berbagai daerah.
Fokus pada Produk Berbasis Kelapa
Produk berbasis kelapa masih menjadi salah satu kekuatan utama perseroan. Permintaan terhadap produk makanan sehat dan minuman berbahan alami terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang cukup besar baik di pasar domestik maupun ekspor. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan perusahaan untuk melantai di bursa.
Alokasi Dana Hasil IPO
Dana hasil IPO PT Niramas Utama setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk beberapa kebutuhan strategis perusahaan.
Sekitar 51,04 persen dana akan dialokasikan sebagai penyertaan modal kepada anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS). Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian dan instalasi mesin produksi baru.
Investasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly yang saat ini menunjukkan prospek pertumbuhan positif.
Kemudian sekitar 18,36 persen dana akan digunakan untuk pembelian mesin produksi tambahan, peralatan operasional, serta fasilitas pendukung lainnya. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas gudang dan mempercepat proses logistik perusahaan.
Di sisi lain, sekitar 10,63 persen dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk membayar sebagian pokok pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Melalui pembayaran tersebut, saldo pokok pinjaman yang sebelumnya sekitar Rp94 miliar ditargetkan turun menjadi sekitar Rp54 miliar. Dengan demikian, beban keuangan perusahaan dapat menjadi lebih ringan.
Sementara itu, sisa dana sekitar 19,97 persen akan digunakan sebagai modal kerja. Penggunaannya mencakup pembelian bahan baku, biaya operasional, serta kegiatan pemasaran untuk memperluas jangkauan pasar.
Prospek Bisnis Setelah IPO
Langkah IPO PT Niramas Utama dinilai menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Dengan tambahan modal yang diperoleh dari pasar modal, perseroan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan efisiensi produksi serta memperluas kapasitas usaha. Selain itu, penguatan struktur keuangan juga dapat mendukung daya saing perusahaan di industri makanan dan minuman.
Meskipun persaingan industri semakin ketat, permintaan terhadap produk berbasis kelapa masih menunjukkan tren positif. Karena itu, perusahaan optimistis dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan kinerja bisnis di masa mendatang.
Keberhasilan IPO ini juga berpotensi memperkuat posisi merek INACO sebagai salah satu pemain utama dalam segmen makanan dan minuman berbasis kelapa di Indonesia. Dengan strategi ekspansi yang terarah, PT Niramas Utama berharap mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.





