DMAS Tambah 60 KBLI Baru untuk Perkuat Pendapatan Berulang

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Cikarang – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengumumkan rencana strategis dengan menambah hingga 60 kegiatan usaha baru atau Klasifikasi Baku Lapangan Indonesia (KBLI). Langkah DMAS tambah 60 KBLI baru ini dilakukan untuk memperkuat sumber pendapatan berulang atau recurring income di tengah semakin berkurangnya cadangan lahan industri yang dimiliki perseroan.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Selama ini, pendapatan utama DMAS masih ditopang oleh penjualan lahan industri di kawasan Kota Deltamas dan Greenland International Industrial Center (GIIC).

Selain itu, diversifikasi usaha dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan di masa mendatang. Perseroan melihat peluang besar dari berbagai sektor pendukung yang masih berkaitan dengan pengembangan kawasan industri terpadu.

DMAS Tambah 60 KBLI Baru untuk Diversifikasi Bisnis

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Deltamas, Tondy Suwanto, mengatakan penambahan kegiatan usaha tersebut bertujuan mengoptimalkan operasional perusahaan sekaligus meningkatkan profitabilitas.

Menurutnya, langkah ini juga diharapkan mampu menjaga kesinambungan usaha dalam jangka panjang. Dengan bertambahnya lini bisnis, perusahaan tidak hanya bergantung pada penjualan lahan yang bersifat satu kali transaksi.

“Penambahan kegiatan usaha ini akan mengoptimalkan kegiatan operasional perseroan agar dapat meningkatkan profitabilitas serta menjaga kegiatan operasional yang berkesinambungan di masa mendatang,” ujar Tondy dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (12/6/2026).

Sementara itu, seluruh kegiatan usaha baru yang akan dijalankan tetap berada dalam koridor kompetensi utama perusahaan sebagai pengembang kawasan industri dan kota mandiri terpadu.

Cadangan Lahan Industri Semakin Terbatas

Strategi DMAS tambah 60 KBLI baru juga tidak lepas dari kondisi landbank yang semakin menipis, khususnya untuk lahan industri.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, perseroan masih memiliki sekitar 722 hektare lahan yang sedang dan belum dikembangkan. Namun, lahan industri yang tersedia saat ini tercatat kurang dari 150 hektare.

Di sisi lain, sebagian besar lahan yang tersisa diperuntukkan bagi pengembangan kawasan komersial dan residensial. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu mencari sumber pendapatan baru yang lebih stabil.

Selama beberapa tahun terakhir, penjualan lahan industri menjadi mesin utama pertumbuhan pendapatan perusahaan. Namun, model bisnis tersebut memiliki keterbatasan karena bergantung pada ketersediaan lahan yang terus berkurang.

Karena itu, penguatan pendapatan berulang menjadi salah satu fokus utama manajemen dalam menjaga kinerja perusahaan ke depan.

Beragam Sektor Usaha Baru Akan Digarap

Melalui penambahan KBLI baru, DMAS akan memperluas cakupan bisnis ke berbagai sektor yang mendukung aktivitas kawasan industri dan kota mandiri.

Fokus pada Recurring Income

Beberapa kegiatan usaha baru yang direncanakan meliputi:

  • Pengelolaan fasilitas olahraga dan gelanggang.
  • Aktivitas perhotelan.
  • Penyediaan makanan dan minuman.
  • Pengolahan air minum.
  • Pengelolaan limbah.
  • Konstruksi jalan dan flyover.
  • Pembangunan utilitas kawasan.
  • Bangunan sipil lainnya.
  • Transportasi dasar.
  • Jasa periklanan.
  • Jasa kebersihan.
  • Sertifikasi dan inspeksi.
  • Verifikasi serta pengujian.
  • Jasa telekomunikasi.

Selain memperluas sumber pendapatan, berbagai lini usaha tersebut juga dapat menciptakan sinergi dengan aktivitas yang telah berjalan di Kota Deltamas dan kawasan industri GIIC.

Meskipun begitu, perusahaan menegaskan bahwa ekspansi ini tetap mengacu pada pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki selama bertahun-tahun dalam mengelola kawasan terpadu.

Penambahan KBLI Dinilai Layak Secara Finansial

Rencana DMAS tambah 60 KBLI baru juga telah memperoleh kajian kelayakan dari penilai independen.

Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh JPP Guntur, Kei, Andri, dan Rekan, rencana tersebut dinilai layak untuk dijalankan. Kajian tersebut menunjukkan potensi Net Present Value (NPV) sebesar Rp1,97 triliun.

Nilai NPV yang positif menunjukkan bahwa proyek memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan bagi perusahaan dalam jangka panjang.

Menariknya, perseroan tidak perlu mengeluarkan belanja modal tambahan untuk menjalankan ekspansi usaha tersebut. Ketiadaan kebutuhan investasi baru membuat perhitungan Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index, dan Payback Period tidak menjadi fokus dalam analisis kelayakan.

Dengan dukungan aset yang telah dimiliki serta pengalaman dalam mengembangkan kawasan industri terpadu, perusahaan optimistis strategi diversifikasi ini dapat meningkatkan kualitas pendapatan sekaligus memperkuat fondasi bisnis.

Ke depan, langkah DMAS tambah 60 KBLI baru diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong utama transformasi bisnis perseroan. Tidak hanya mengandalkan penjualan lahan, DMAS berupaya membangun sumber pendapatan berulang yang lebih stabil dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan bisnis di masa depan.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu