RuangInvest.com, Lampung Selatan – Kawasan Industri Energi Terintegrasi Katibung mulai menunjukkan perkembangan penting setelah Pemerintah Provinsi Lampung menandatangani kesepakatan studi kelayakan bersama investor Eropa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar menjadikan pesisir Katibung sebagai pusat energi baru di Indonesia.
Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama PT Menamas yang bertindak sebagai perwakilan resmi investor Eropa, Samko Luxembourg. Kesepakatan ini menjadi fondasi awal pengembangan kawasan industri multiklaster di wilayah Lampung Selatan.
Proyek strategis tersebut dinilai mampu memperkuat posisi Lampung dalam peta investasi internasional. Selain itu, kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat industri energi terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Kawasan Industri Energi Terintegrasi Katibung Masuki Tahap Studi Kelayakan
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan studi kelayakan menjadi tahapan penting sebelum proyek memasuki fase pembangunan.
Menurutnya, seluruh proses harus berjalan secara terukur agar investasi yang masuk dapat memberikan manfaat maksimal bagi daerah maupun masyarakat.
“Ini adalah langkah awal percepatan untuk mewujudkan Kawasan Industri Energi Terintegrasi Katibung. Studi kelayakan ini sangat krusial demi memastikan setiap tahapan berjalan presisi sesuai rencana besar kita,” ujar Mirza, Jumat (5/6/2026).
Pemerintah Provinsi Lampung juga menegaskan komitmennya untuk mendukung setiap proses pengembangan proyek. Karena itu, koordinasi dengan berbagai kementerian terkait terus dilakukan guna mempercepat realisasi investasi.
Sementara itu, masuknya investor internasional menunjukkan bahwa Lampung semakin diperhitungkan sebagai tujuan investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Keunggulan Pelabuhan Alami Katibung Jadi Daya Tarik Investor
Salah satu faktor utama yang membuat Katibung menarik adalah keberadaan pelabuhan alami yang memiliki kedalaman hingga 24 meter.
Kedalaman tersebut menjadi keunggulan kompetitif karena memungkinkan kapal tanker raksasa kelas Very Large Crude Carrier atau VLCC bersandar langsung di dermaga.
Kemampuan ini memberikan efisiensi logistik yang signifikan. Kapal tidak perlu melakukan proses bongkar muat di tengah laut sebelum menuju pelabuhan tujuan.
Potensi Efisiensi Distribusi Energi
Dengan fasilitas pelabuhan yang mendukung kapal berkapasitas besar, biaya distribusi energi berpotensi ditekan secara signifikan.
Selain itu, arus masuk bahan baku maupun distribusi produk energi dapat berlangsung lebih cepat dan efisien. Kondisi ini menjadi nilai tambah bagi perusahaan energi global yang membutuhkan infrastruktur logistik berstandar internasional.
Keunggulan geografis tersebut membuat Katibung dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat industri energi terintegrasi di kawasan Asia Tenggara.
Kilang Minyak 300.000 Barel Per Hari Jadi Proyek Utama
Direktur Utama PT Menamas, Bakti S. Luddin, mengungkapkan bahwa berbagai aspek penting proyek telah dipersiapkan secara matang.
Persiapan tersebut mencakup teknologi, pendanaan, hingga strategi pemasaran yang akan mendukung keberlangsungan investasi jangka panjang.
Menurut Bakti, dukungan penuh dari Samko Holdings Luxembourg Ltd menjadi salah satu faktor yang memperkuat optimisme terhadap keberhasilan proyek.
“Proyek ini telah mencuri perhatian banyak perusahaan energi internasional. Kami sudah sangat siap untuk melangkah lebih jauh,” tegas Bakti.
Pada tahap awal, proyek ini berfokus pada pembangunan kilang minyak dengan kapasitas pengolahan mencapai 300.000 barel per hari.
Kilang tersebut dirancang sebagai pusat produksi energi serbaguna yang mampu menghasilkan berbagai produk bernilai tinggi, antara lain:
- LPG untuk kebutuhan rumah tangga dan industri.
- Bensin untuk sektor transportasi.
- Aspal untuk pembangunan infrastruktur.
- Bahan bakar pesawat atau jet fuel.
- Produk turunan energi lainnya.
Dengan kapasitas besar tersebut, kilang ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor produk energi tertentu.
Dampak Ekonomi Besar bagi Lampung
Pemerintah Provinsi Lampung menilai proyek ini tidak hanya berorientasi pada investasi semata. Lebih dari itu, keberadaan Kawasan Industri Energi Terintegrasi Katibung diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang luas.
Salah satu manfaat yang paling dinantikan adalah terbukanya ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Selain itu, aktivitas industri diperkirakan akan mendorong pertumbuhan sektor pendukung seperti transportasi, logistik, perdagangan, dan jasa.
Di sisi lain, peningkatan investasi juga berpotensi memperkuat pendapatan daerah serta mempercepat pembangunan infrastruktur di Lampung Selatan.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan investasi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen mendukung secara profesional. Investasi ini bukan sekadar angka, tapi harus memberikan dampak ekonomi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat Lampung,” pungkasnya.
Melalui dukungan pemerintah, investor internasional, dan keunggulan geografis yang dimiliki, Kawasan Industri Energi Terintegrasi Katibung berpeluang menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Lampung sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri energi di kawasan regional.





