RuangInvest.com, Jakarta – Prospek saham JSMR kembali menjadi sorotan setelah PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperoleh rekomendasi positif dari Bahana Sekuritas. Perusahaan sekuritas tersebut memulai peliputan saham JSMR dengan rekomendasi buy dan target harga Rp3.500 per saham.
Rekomendasi tersebut muncul di tengah kinerja ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang terus mencatat pertumbuhan lalu lintas lebih tinggi dibandingkan sejumlah ruas tol lain yang dikelola perseroan. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama Jasa Marga dalam beberapa tahun mendatang.
Pada perdagangan Kamis (30/7/2026) pagi, saham JSMR berada di level Rp2.700 per saham. Dengan target harga Rp3.500, terdapat potensi kenaikan atau upside sekitar 29,6 persen dibandingkan harga saat ini.
Prospek Saham JSMR Didukung Pertumbuhan JORR
Bahana Sekuritas menilai JORR menjadi salah satu aset strategis yang akan menopang pertumbuhan pendapatan Jasa Marga. Ruas tersebut secara konsisten mencatat peningkatan volume kendaraan lebih tinggi dibandingkan gabungan ruas tol lainnya.
Selain volume kendaraan yang terus meningkat, tarif yang dibayarkan pengguna jalan juga relatif lebih tinggi. Pengguna JORR dinilai memiliki kesediaan membayar tarif sekitar Rp2.000 per kilometer.
Angka tersebut berada di atas rata-rata tarif jalan tol di kawasan Jakarta yang berada pada kisaran Rp1.700 per kilometer. Kondisi ini memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan dan margin operasional perseroan.
Berdasarkan proyeksi Bahana Sekuritas, JORR diperkirakan akan menyumbang sekitar Rp199 miliar terhadap pertumbuhan EBITDA Jasa Marga dalam tiga tahun ke depan. Nilai tersebut setara dengan sekitar 8,8 persen dari total pertumbuhan EBITDA perusahaan selama periode tersebut.
Selain itu, karakteristik lalu lintas di JORR dinilai lebih stabil karena menjadi jalur penghubung utama berbagai kawasan industri, pusat bisnis, dan permukiman di sekitar Jakarta.
Target Harga Rp3.500 Berikan Upside Menarik
Rekomendasi buy dari Bahana Sekuritas mencerminkan optimisme terhadap fundamental Jasa Marga dalam jangka menengah hingga panjang.
Dengan harga pasar di kisaran Rp2.700 per saham, target Rp3.500 menunjukkan potensi apresiasi sekitar 29,6 persen. Potensi tersebut menjadi daya tarik bagi investor yang mencari saham infrastruktur dengan prospek pertumbuhan yang stabil.
Sementara itu, sektor jalan tol juga masih memiliki peluang berkembang seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi nasional. Pertumbuhan volume kendaraan berpotensi terus menopang pendapatan perusahaan.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan berbagai faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, perubahan suku bunga, hingga kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi sektor infrastruktur secara keseluruhan.
Jasa Marga Perkuat Pendanaan Anak Usaha
Di sisi lain, Jasa Marga juga terus memperkuat struktur pendanaan proyek-proyek jalan tol melalui anak usahanya.
Perseroan mengucurkan pinjaman pemegang saham atau shareholder loan senilai total Rp759 miliar kepada empat entitas anak. Langkah tersebut bertujuan mendukung kelancaran pembangunan dan operasional sejumlah proyek strategis.
Berikut rincian penyaluran pinjaman tersebut:
- PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB): Rp89,6 miliar.
- PT Jasamarga Manado Bitung (JMB): Rp330 miliar.
- PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ): Rp67 miliar.
- PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB): Rp272,4 miliar.
Pendanaan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan proyek jalan tol yang sedang dikembangkan. Selain itu, investasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pendapatan Jasa Marga pada masa mendatang.
Keberhasilan proyek-proyek baru juga dapat memperluas sumber pendapatan di luar ruas tol yang telah beroperasi saat ini.
Prospek Saham JSMR Masih Menarik Dicermati
Melihat berbagai faktor tersebut, prospek Jasa Marga dinilai masih cukup positif. Pertumbuhan lalu lintas di JORR, tarif yang lebih tinggi, serta ekspansi proyek jalan tol menjadi kombinasi yang mendukung peningkatan kinerja perusahaan.
Selain itu, dukungan pendanaan kepada anak usaha memperlihatkan strategi perseroan dalam mempercepat penyelesaian proyek sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan pada masa depan.
Meski demikian, investor tetap disarankan memperhatikan perkembangan kinerja keuangan, realisasi volume lalu lintas, serta kondisi makroekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan target harga Rp3.500 dari Bahana Sekuritas dan potensi kenaikan hampir 30 persen dari harga saat ini, prospek saham JSMR masih menjadi salah satu emiten infrastruktur yang layak masuk dalam radar pemantauan investor di Bursa Efek Indonesia.





