RuangInvest.com – Jakarta – George Hendrata Komisaris Utama BELI resmi ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) yang digelar pada 4 Juni 2026. Pengangkatan ini menjadi bagian dari langkah perseroan memperkuat tata kelola dan mempercepat strategi pertumbuhan jangka panjang.
Sebelumnya, George Hendrata telah menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama BELI setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPST pada Juni 2025. Kini, ia dipercaya menduduki posisi tertinggi di jajaran Dewan Komisaris perusahaan yang membawahi platform Blibli.com dan Tiket.com tersebut.
Perubahan susunan pengurus ini dilakukan di tengah upaya BELI meningkatkan kualitas pertumbuhan bisnis. Perseroan juga terus mendorong efisiensi operasional dan memperkuat integrasi ekosistem omnichannel guna mempercepat jalan menuju profitabilitas.
George Hendrata Komisaris Utama BELI Resmi Ditunjuk
Penunjukan George Hendrata Komisaris Utama BELI menjadi salah satu keputusan penting dalam RUPST tahun ini. Sosok yang lahir di Singapura tersebut memiliki pengalaman panjang di industri digital dan teknologi.
Saat ini, George juga menjabat sebagai Komisaris Utama tiket.com serta Group Director Business Development Djarum. Sebelumnya, ia dikenal sebagai CEO Tiket.com selama periode 2017 hingga 2025 dan berperan dalam memperkuat posisi perusahaan di industri perjalanan digital nasional.
Manajemen BELI menilai pengalaman George akan menjadi modal penting dalam mendukung transformasi bisnis perusahaan. Selain memperkuat pengawasan strategis, kehadirannya diharapkan mampu mempercepat kolaborasi antarekosistem yang dimiliki grup.
Selain George, RUPST juga menyetujui pengangkatan Cyrillus Harinowo sebagai Komisaris Independen. Cyrillus dikenal sebagai ekonom senior yang pernah berkarier di Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Indonesia.
Masuknya Cyrillus menambah kekuatan Dewan Komisaris BELI dari sisi pengalaman ekonomi dan kebijakan makro. Karena itu, perusahaan optimistis dapat menghadapi tantangan industri digital yang semakin kompetitif.
BELI Fokus Perkuat Profitabilitas dan Pertumbuhan
Sejalan dengan penguatan struktur Dewan Komisaris, BELI menegaskan komitmennya untuk meningkatkan profitabilitas serta menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah mempercepat integrasi ekosistem omnichannel. Melalui pendekatan ini, perusahaan berupaya menghubungkan berbagai kanal penjualan online dan offline agar memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik.
Sepanjang tahun 2025, BELI membukukan pendapatan neto sebesar Rp22,4 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang mencapai Rp16,7 triliun.
Meski pendapatan tumbuh, perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp2,3 triliun. Namun demikian, manajemen menilai berbagai langkah efisiensi yang dilakukan mulai menunjukkan hasil positif.
CEO sekaligus Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menyebut tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan usaha secara lebih terukur.
Menurutnya, BELI tidak hanya berfokus pada peningkatan volume transaksi. Perusahaan juga memperkuat margin keuntungan, meningkatkan monetisasi, memperbaiki efisiensi operasional, serta memperdalam loyalitas pelanggan melalui integrasi ekosistem yang semakin matang.
Strategi Efisiensi Mulai Menunjukkan Hasil
Kusumo mengatakan kondisi pasar masih menghadapi tantangan, terutama karena konsumsi masyarakat yang semakin selektif. Namun, perusahaan berhasil memperkuat fundamental bisnis sehingga jalur menuju profitabilitas semakin terlihat jelas.
Perbaikan tersebut tercermin dari berbagai indikator operasional yang menunjukkan peningkatan sepanjang tahun lalu. Selain itu, sinergi antara platform e-commerce dan layanan digital lainnya terus diperluas untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.
Kinerja Kuartal I 2026 Tumbuh Signifikan
Momentum positif BELI berlanjut pada kuartal pertama 2026. Perseroan mencatat pendapatan neto sebesar Rp7,8 triliun atau tumbuh 67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba bruto menjadi Rp1,2 triliun. Sementara itu, kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan signifikan yang mencerminkan efektivitas strategi efisiensi biaya.
Memasuki tahun 2026, BELI akan melanjutkan strategi yang telah terbukti efektif dan memiliki skalabilitas tinggi. Fokus utama perusahaan adalah memperkuat posisi kompetitif pada berbagai kategori strategis.
Kategori yang menjadi prioritas antara lain:
- Elektronik konsumen.
- Elektronik rumah tangga.
- Kebutuhan sehari-hari.
- Home & living.
- Produk gaya hidup.
Selain itu, perusahaan akan memperluas jaringan omnichannel terintegrasi dan meningkatkan kecepatan layanan. Kedua aspek tersebut dinilai menjadi pembeda utama BELI di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Manajemen meyakini strategi tersebut dapat memperbesar skala bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Karena itu, BELI optimistis mampu mempercepat perjalanan menuju profitabilitas dalam beberapa tahun mendatang.
Susunan Terbaru Dewan Komisaris dan Direksi BELI
Berdasarkan hasil RUPST pada 4 Juni 2026, berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi BELI:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: George Imron Hendrata
- Komisaris Independen: Kusmayanto Kadiman
- Komisaris Independen: Cyrillus Harinowo
- Komisaris Independen: Suryadi Sasmita
Direksi
- Direktur Utama: Kusuma Martanto
- Direktur: Ronald Winardi
- Direktur: Lisa Widodo
- Direktur: Hendry
- Direktur: Andy Untono
- Direktur: Eric Alamsjah Winarta
Dengan penunjukan George Hendrata Komisaris Utama BELI serta penguatan jajaran pengawas perusahaan, perseroan berharap dapat mempercepat transformasi bisnis, meningkatkan profitabilitas, dan mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri digital Indonesia yang terus berkembang.





