Daftar Isi 4 bagian
RuangInvest.com – Jakarta – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) optimistis menghadapi prospek industri infrastruktur digital nasional pada paruh pertama 2026. Perseroan menilai kebutuhan konektivitas internet dan layanan digital terus meningkat seiring lonjakan trafik data di berbagai sektor.
Optimisme tersebut muncul setelah INET berhasil melewati tahun 2025 dengan fokus pada konsolidasi strategis pasca initial public offering (IPO). Langkah itu dinilai memperkuat fondasi operasional dan kesiapan bisnis untuk memasuki fase ekspansi berikutnya.
Selain itu, perkembangan teknologi seperti Wi-Fi 7, 5G, cloud computing, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri telekomunikasi nasional. Karena itu, INET mulai memperluas strategi bisnis agar mampu menangkap peluang pasar yang lebih besar.
Direktur Utama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk, Muhammad Arif mengatakan, tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat infrastruktur dan tata kelola perusahaan. Menurutnya, langkah konsolidasi tersebut menjadi modal utama untuk mempercepat ekspansi bisnis di tahun berikutnya.
“Kami memandang tahun 2025 bukan semata sebagai tahun pertumbuhan, melainkan sebagai momentum penguatan fondasi operasional dan tata kelola,” ujar Arif dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).
Ia menambahkan, penguatan jaringan domestik dan penyelesaian jaringan ring Jabodetabek menjadi faktor penting yang membuat INET lebih siap menghadapi kebutuhan pasar. Dengan jaringan yang semakin solid, perusahaan dapat menyediakan layanan lebih cepat, stabil, dan efisien.
INET Optimistis Industri Infrastruktur Digital 2026 Tumbuh Pesat
INET melihat industri infrastruktur digital nasional masih memiliki potensi besar. Kebutuhan internet berkecepatan tinggi terus meningkat, baik untuk rumah tangga maupun sektor bisnis.
Sementara itu, transformasi digital di sektor pendidikan, kesehatan, perdagangan, hingga pemerintahan ikut mendorong permintaan layanan konektivitas yang lebih andal. Kondisi tersebut membuat perusahaan penyedia infrastruktur digital memiliki peluang pertumbuhan jangka panjang.
Selain kebutuhan internet domestik, permintaan layanan cloud dan data center juga terus meningkat. Banyak perusahaan kini membutuhkan jaringan stabil dengan kapasitas besar untuk mendukung operasional digital mereka.
Di sisi lain, perkembangan AI dan Internet of Things (IoT) diperkirakan mempercepat kebutuhan jaringan berlatensi rendah. Karena itu, INET mulai memperkuat infrastruktur agar mampu mengakomodasi kebutuhan teknologi masa depan.
Perseroan juga menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis akan tetap dilakukan secara selektif. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga efisiensi dan keberlanjutan perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Fokus Perkuat Jalur Konektivitas Internasional
Salah satu fokus utama INET pada 2026 adalah memperkuat konektivitas internasional. Strategi ini dilakukan melalui anak usaha PT Pusat Fiber Indonesia (PFI).
PFI menjalin kerja sama strategis dengan PT Jejaring Mitra Persada (JMP) untuk mengembangkan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura.
Melalui skema Indefeasible Right of Use (IRU), PFI memperoleh hak penggunaan infrastruktur kabel bawah laut di jalur Rising-8. Jalur tersebut berada pada segmen Tanjung Pinggir di Batam hingga Tanah Merah di Singapura.
Langkah ini diharapkan memperkuat layanan konektivitas internasional milik INET. Adapun layanan yang menjadi fokus utama meliputi:
- IP Transit Internasional dengan kapasitas besar
- International Private Leased Circuit (IPLC)
- Exchange Content untuk peering dan content delivery
- Distribusi konten dengan latensi rendah
- Koneksi internet global yang lebih stabil dan aman
Menurut manajemen, penguatan jaringan internasional penting untuk memenuhi kebutuhan penyedia jasa internet atau Internet Service Provider (ISP) serta pelanggan korporasi di Indonesia.
Selain itu, konektivitas internasional yang kuat juga dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengguna atau user experience. Terutama bagi pelanggan yang membutuhkan akses cepat ke layanan digital global.
Ekspansi FTTH dan Wi-Fi 7 Jadi Andalan
Di pasar domestik, INET menilai peluang fixed broadband masih sangat besar. Terutama di kota lapis kedua dan ketiga yang belum terlayani optimal.
Karena itu, perusahaan mulai memperluas layanan Fiber To The Home (FTTH) di berbagai wilayah potensial. Strategi ini dilakukan melalui entitas anak PT Garuda Prima Internetindo (GPI).
GPI mengembangkan layanan FTTH berbasis Wi-Fi 7 di Bali, Lombok, dan Kalimantan Barat. Teknologi tersebut menawarkan kecepatan internet ultra-tinggi dengan koneksi yang lebih stabil.
Selain itu, Wi-Fi 7 memiliki latensi rendah sehingga cocok mendukung kebutuhan smart home modern. Teknologi ini juga mampu menangani banyak perangkat sekaligus tanpa menurunkan kualitas jaringan.
Untuk mempercepat ekspansi jaringan, INET mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA). Perusahaan tersebut bergerak di bidang penyedia jasa tenaga kerja teknis dan managed services.
PADA memiliki sekitar 35.000 tenaga kerja yang tersebar di berbagai daerah. Integrasi tersebut akan memperkuat kebutuhan sumber daya manusia instalasi dan pemeliharaan jaringan FTTH.
Wilayah pengembangan jaringan meliputi Pulau Jawa, Bali, Lombok, hingga Kalimantan Barat. Dengan dukungan SDM yang besar, perusahaan berharap proses ekspansi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan
INET menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Perseroan akan tetap disiplin dalam memilih proyek berdasarkan profil risiko yang terukur.
Selain fokus pada infrastruktur, perusahaan juga meningkatkan kompetensi sumber daya manusia secara berkala. Langkah ini penting agar organisasi tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi telekomunikasi.
Meskipun persaingan industri semakin ketat, INET menilai peluang bisnis masih terbuka luas. Apalagi kebutuhan layanan internet berkualitas diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Karena itu, perseroan optimistis strategi penguatan jaringan domestik, ekspansi internasional, dan pengembangan teknologi terbaru akan menjadi motor pertumbuhan baru pada 2026.




