Daftar Isi 4 bagian
RuangInvest.com – Jakarta – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) resmi menetapkan pembagian Dividen JTPE 2026 sebesar Rp210,6 miliar. Keputusan itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat (29/5/2026).
Pembagian dividen tersebut setara dengan 60 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham. Sementara itu, nilai dividen yang diterima investor mencapai Rp31 per saham.
Manajemen menyebut nominal dividen tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Meski rasio pembayaran dividen turun dari 70 persen menjadi 60 persen, nilai dividen secara nominal justru meningkat.
Dividen JTPE 2026 Naik Jadi Rp31 per Saham
Direktur Akuntansi dan Keuangan Jasuindo, Michael Christian mengatakan, pembagian dividen tahun ini telah memperhitungkan saham treasury hasil buyback perusahaan.
“Hasil RUPS, pembagian dividen total Rp210,6 miliar atau 60 persen dari laba tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham,” ujar Michael dalam Public Expose virtual, Jumat (29/5/2026).
Dia menjelaskan, dividen payout ratio memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, investor tetap memperoleh nilai dividen yang lebih besar.
“Kalau dibandingkan tahun 2024, dividend payout ratio memang turun dari 70 persen menjadi 60 persen. Tetapi nilai nominalnya meningkat. Tahun lalu Rp24, sekarang Rp31,” katanya.
Keputusan pembagian dividen ini menjadi sinyal positif bagi investor. Selain itu, langkah tersebut menunjukkan kondisi keuangan perseroan masih solid di tengah ekspansi bisnis yang berjalan agresif.
Pendapatan dan Laba JTPE Melonjak pada 2025
Kinerja keuangan JTPE sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,8 triliun atau naik 32 persen secara tahunan.
Pertumbuhan itu didorong segmen sekuriti. Bisnis tersebut mencakup kartu identitas, kartu pembayaran, perlindungan merek, hingga berbagai solusi keamanan lainnya.
Sementara itu, laba kotor meningkat menjadi Rp713 miliar. Peningkatan margin didukung perubahan strategi produksi ke arah layanan dengan nilai tambah lebih tinggi.
Fokus perusahaan kini mulai bergeser ke solusi keamanan digital. Karena itu, margin keuntungan perusahaan ikut mengalami peningkatan.
EBITDA JTPE juga naik menjadi Rp601 miliar. Di sisi lain, laba bersih perusahaan tumbuh menjadi Rp351 miliar sepanjang 2025.
Manajemen menyatakan sisa laba yang tidak dibagikan sebagai dividen akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha. Langkah tersebut dinilai penting agar perusahaan tetap mampu menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Fokus pada Solusi Keamanan Digital
JTPE terus memperkuat bisnis inti di bidang security printing. Selain itu, perusahaan mulai mengembangkan berbagai solusi berbasis biometrik dan digital.
Menurut Michael, perseroan melihat peluang besar pada industri keamanan digital. Karena itu, perusahaan mulai mempercepat investasi dan kolaborasi strategis.
Beberapa fokus pengembangan JTPE meliputi:
- Solusi biometrik berbasis sistem dan perangkat
- Pengembangan teknologi RFID
- Bisnis kartu telekomunikasi
- Investasi teknologi paspor canggih
- Penguatan layanan tanda tangan digital atau E-Sign
Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
Target Pertumbuhan JTPE pada 2026
Manajemen optimistis kinerja perusahaan masih akan tumbuh pada 2026. JTPE menargetkan pendapatan dan laba bersih meningkat lebih dari 10 persen tahun depan.
Target itu akan dicapai melalui penguatan bisnis inti serta pembukaan peluang usaha baru. Selain itu, perusahaan juga terus menjaga efisiensi operasional.
Michael mengatakan JTPE akan mempertahankan keunggulan produksi melalui investasi teknologi keamanan terbaru. Di sisi lain, transformasi digital juga terus dipercepat.
“Melalui strategi ini, perseroan optimistis dapat memperkuat kapabilitas bisnis dan mendorong pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.
Analis menilai prospek JTPE masih cukup menarik. Permintaan terhadap solusi keamanan digital diperkirakan terus meningkat seiring percepatan transformasi teknologi di berbagai sektor.
Selain itu, kebutuhan kartu identitas, sistem biometrik, hingga perlindungan data dinilai masih akan menjadi pasar potensial dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan pertumbuhan laba yang solid dan pembagian Dividen JTPE 2026 yang meningkat, saham JTPE berpeluang tetap menjadi perhatian investor. Terutama bagi pelaku pasar yang mencari emiten dengan kombinasi pertumbuhan bisnis dan pembagian dividen stabil.




