RuangInvest.com, Jakarta – Prajogo Pangestu borong saham BREN kembali di tengah tekanan yang terjadi pada harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Langkah tersebut dilakukan saat saham emiten energi terbarukan itu mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), konglomerat sekaligus pemegang saham pengendali BREN tersebut membeli sebanyak 6,8 juta saham perusahaan. Transaksi dilakukan secara bertahap dengan berbagai tingkat harga selama sesi perdagangan.
Aksi pembelian ini menarik perhatian pelaku pasar karena dilakukan ketika saham BREN ditutup melemah tajam. Di sisi lain, keputusan tersebut juga menunjukkan keyakinan Prajogo Pangestu terhadap prospek jangka panjang perusahaan yang berada di bawah kendali grup usahanya.
Prajogo Pangestu Borong Saham BREN Sebanyak 6,8 Juta Lembar
Dalam laporan keterbukaan informasi, Prajogo Pangestu menyampaikan bahwa tujuan transaksi tersebut adalah untuk investasi pribadi. Pembelian dilakukan pada Rabu, 17 Juni 2026.
Total saham yang dibeli mencapai 6,8 juta lembar dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp3.740 hingga Rp3.880 per saham. Dari serangkaian transaksi tersebut, dana yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp25,88 miliar.
Beberapa transaksi terbesar dilakukan pada harga Rp3.800 per saham dengan jumlah mencapai 2.700.600 saham. Selain itu, pembelian juga tersebar pada berbagai level harga lainnya mulai Rp3.740 hingga Rp3.880 per saham.
Aksi akumulasi ini menandakan adanya penambahan investasi pribadi oleh pemegang saham pengendali. Langkah tersebut sering kali menjadi perhatian investor karena dapat mencerminkan tingkat kepercayaan terhadap prospek bisnis perusahaan.
Kepemilikan Saham BREN Meningkat Setelah Transaksi
Setelah transaksi selesai dilakukan, jumlah kepemilikan saham Prajogo Pangestu di BREN mengalami peningkatan.
Sebelumnya, ia tercatat memiliki 141.689.700 saham atau sekitar 0,106 persen dari total saham beredar. Setelah pembelian tambahan sebanyak 6,8 juta saham, kepemilikannya naik menjadi 148.489.700 saham.
Dengan demikian, porsi kepemilikan sahamnya kini mencapai sekitar 0,111 persen. Meskipun kenaikan persentasenya relatif kecil, nilai transaksi yang dilakukan tetap tergolong besar karena melibatkan dana puluhan miliar rupiah.
Selain itu, langkah ini menunjukkan konsistensi Prajogo Pangestu dalam mempertahankan eksposurnya terhadap perusahaan energi terbarukan yang menjadi salah satu aset strategis dalam kelompok usaha Barito.
Rincian Harga Pembelian Saham
Berikut rincian transaksi yang dilakukan:
- 773.800 saham di harga Rp3.750 per saham
- 268.700 saham di harga Rp3.880 per saham
- 148.400 saham di harga Rp3.740 per saham
- 150.800 saham di harga Rp3.770 per saham
- 460.800 saham di harga Rp3.780 per saham
- 333.900 saham di harga Rp3.790 per saham
- 2.700.600 saham di harga Rp3.800 per saham
- 506.000 saham di harga Rp3.810 per saham
- 321.800 saham di harga Rp3.820 per saham
- 286.800 saham di harga Rp3.830 per saham
- 189.400 saham di harga Rp3.840 per saham
- 288.300 saham di harga Rp3.850 per saham
- 73.100 saham di harga Rp3.860 per saham
- 98.700 saham di harga Rp3.870 per saham
- 208.900 saham di harga Rp3.760 per saham
Saham BREN Ditutup Turun 12 Persen
Menariknya, aksi pembelian tersebut berlangsung ketika saham BREN sedang mengalami tekanan di pasar.
Pada perdagangan Rabu, saham BREN ditutup turun 510 poin atau sekitar 12 persen ke level Rp3.740 per saham. Penurunan tersebut menjadi salah satu perhatian utama investor karena terjadi dalam satu hari perdagangan.
Meski harga saham mengalami koreksi, keputusan Prajogo Pangestu untuk menambah kepemilikan justru memberikan sinyal berbeda kepada pasar. Investor umumnya mencermati aktivitas pembelian oleh pemegang saham pengendali sebagai indikator kepercayaan terhadap fundamental perusahaan.
Namun demikian, pergerakan harga saham tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari sentimen pasar, kondisi ekonomi global, hingga prospek bisnis perusahaan ke depan.
Sementara itu, BREN masih menjadi salah satu emiten energi terbarukan yang memiliki kapitalisasi pasar besar di Bursa Efek Indonesia. Karena itu, setiap aksi korporasi maupun perubahan kepemilikan saham oleh pemegang saham utama kerap mendapat perhatian luas dari pelaku pasar.
Ke depan, investor akan mencermati apakah aksi pembelian senilai Rp25,88 miliar ini mampu memberikan sentimen positif bagi saham BREN. Selain itu, perkembangan kinerja perusahaan dan sektor energi terbarukan juga akan menjadi faktor penting yang memengaruhi arah pergerakan saham perseroan dalam beberapa waktu mendatang.





