Net Buy Investor Asing Masih Hijau, GOTO Pimpin Top Buy

Dwi Prakoso

RuangInvest.com Jakarta – Net Buy Investor Asing masih bertahan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Meski nilai pembelian bersih asing turun dibandingkan hari sebelumnya, aktivitas transaksi tetap ramai dengan peningkatan volume beli dan jual.

Kondisi tersebut menunjukkan investor asing masih mempertahankan minat terhadap saham-saham domestik. Namun, selisih antara pembelian dan penjualan menjadi jauh lebih tipis dibanding perdagangan sebelumnya.

Di tengah perlambatan nilai pembelian bersih, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi incaran utama investor asing. Sebaliknya, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat tekanan jual terbesar dari pelaku pasar luar negeri.

Net Buy Investor Asing Tetap Positif

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan investor asing masih membukukan posisi net buy investor asing sebesar 3,35 juta lembar saham pada Selasa (14/7). Angka ini memang turun tajam dibandingkan perdagangan Senin (13/7) yang mencapai 130,40 juta lembar.

Meski demikian, aktivitas perdagangan justru meningkat. Volume pembelian saham oleh investor asing naik dari sekitar 3,57 miliar lembar menjadi 4,73 miliar lembar. Sementara itu, volume penjualan juga meningkat dari 3,44 miliar lembar menjadi sekitar 4,73 miliar lembar.

Kondisi tersebut menunjukkan minat transaksi asing masih tinggi. Namun, keseimbangan antara aksi beli dan aksi jual membuat nilai pembelian bersih menjadi jauh lebih kecil dibanding hari sebelumnya.

Selain itu, meningkatnya volume transaksi mencerminkan pelaku pasar tetap aktif melakukan penyesuaian portofolio. Pergerakan ini juga menjadi perhatian investor domestik dalam membaca arah pasar berikutnya.

GOTO Pimpin Daftar Top Buy Asing

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar pada perdagangan hari itu. Investor asing membukukan net buy sekitar 159,37 juta lembar saham.

Jumlah tersebut berasal dari transaksi pembelian hampir 170 juta lembar saham, sementara penjualan hanya sekitar 10 juta lembar. Selisih yang besar menjadikan GOTO sebagai saham paling banyak dikoleksi investor asing.

Posisi kedua ditempati PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) dengan net buy sebesar 95,39 juta lembar. Investor asing membeli sekitar 390,56 juta lembar saham dan menjual sekitar 295,17 juta lembar.

Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berada di posisi berikutnya dengan pembelian bersih sebesar 31,61 juta lembar saham. Volume pembelian mencapai sekitar 208,95 juta lembar, sedangkan volume penjualan tercatat sekitar 177,34 juta lembar.

Daftar saham yang juga masuk kategori top buy meliputi:

  • GOTO: 159,37 juta lembar.
  • BIPI: 95,39 juta lembar.
  • TPIA: 31,61 juta lembar.
  • BULL: 29,64 juta lembar.
  • BKSL: 28,62 juta lembar.

Pergerakan tersebut menunjukkan adanya minat investor asing terhadap sejumlah emiten dari berbagai sektor, mulai dari teknologi hingga infrastruktur dan pelayaran.

BUMI Jadi Saham dengan Net Sell Terbesar

Di sisi lain, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan aksi jual bersih asing terbesar. Volume net sell mencapai sekitar 144,47 juta lembar saham.

Meski investor asing membeli sekitar 818,27 juta lembar saham BUMI, jumlah penjualan mencapai sekitar 962,74 juta lembar. Akibatnya, saham tersebut menempati posisi teratas dalam daftar top sell.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berada di posisi kedua dengan net sell sekitar 127,80 juta lembar. Investor asing membeli sekitar 79,75 juta lembar, tetapi menjual hingga 207,55 juta lembar saham.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatat tekanan jual asing sebesar 59,43 juta lembar. Volume pembeliannya mencapai sekitar 65,82 juta lembar, sedangkan penjualannya sekitar 125,25 juta lembar.

Selain kedua saham perbankan tersebut, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan net sell sekitar 50,30 juta lembar. Sementara itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat penjualan bersih sekitar 44,03 juta lembar saham.

Daftar saham dengan aksi jual bersih terbesar meliputi:

  • BUMI: 144,47 juta lembar.
  • BBRI: 127,80 juta lembar.
  • BMRI: 59,43 juta lembar.
  • BNBR: 50,30 juta lembar.
  • DSSA: 44,03 juta lembar.

Aktivitas Asing Masih Menjadi Sorotan Pasar

Pergerakan net buy investor asing masih menjadi salah satu indikator penting bagi pelaku pasar dalam membaca sentimen terhadap Bursa Efek Indonesia. Meskipun nilai pembelian bersih turun signifikan, tingginya volume transaksi menunjukkan investor asing belum mengurangi aktivitasnya di pasar saham Indonesia.

Di sisi lain, rotasi dana ke sejumlah saham tertentu juga memberikan gambaran mengenai perubahan strategi investasi jangka pendek. Saham teknologi seperti GOTO memperoleh aliran dana masuk yang kuat, sedangkan beberapa saham sektor pertambangan dan perbankan justru mengalami tekanan jual.

Karena itu, investor tetap perlu mencermati perkembangan transaksi investor asing pada perdagangan berikutnya. Arah arus modal asing sering menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terutama ketika sentimen global masih bergerak dinamis.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diharapkan tetap memperhatikan fundamental emiten, perkembangan ekonomi global, serta dinamika transaksi harian agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih terukur.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu