Pendapatan DRMA Naik 14 Persen, Laba Melesat pada Semester I 2026

Dwi Prakoso

Kinerja PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) dengan pendapatan DRMA naik 14 persen pada Semester I 2026.

RuangInvest.com, JakartaPendapatan DRMA naik 14 persen pada Semester I 2026. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) berhasil mencatatkan pertumbuhan yang merata di seluruh lini bisnisnya. Capaian tersebut memperlihatkan daya tahan perusahaan di tengah dinamika industri otomotif nasional.

Kinerja positif tersebut tidak hanya tercermin dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari pertumbuhan laba bersih yang meningkat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Seluruh segmen usaha memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian perusahaan.

Hasil ini sekaligus memperkuat optimisme manajemen untuk mencapai target pertumbuhan pendapatan sepanjang 2026. Dengan permintaan yang masih terjaga dan diversifikasi bisnis yang semakin kuat, DRMA menilai peluang pertumbuhan tetap terbuka hingga akhir tahun.

Pendapatan DRMA Naik 14 Persen pada Semester I 2026

PT Dharma Polimetal Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp3,157 triliun sepanjang Semester I 2026. Nilai tersebut meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp2,774 triliun.

Selain itu, perusahaan juga berhasil mencatatkan laba sebesar Rp288,383 miliar. Angka tersebut tumbuh 18 persen secara tahunan atau year on year (YoY), menunjukkan peningkatan efisiensi sekaligus keberhasilan perusahaan menjaga profitabilitas.

Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, mengatakan pertumbuhan yang terjadi secara merata di seluruh segmen usaha menjadi bukti kuatnya fondasi bisnis perusahaan.

Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan ketangguhan DRMA dalam menghadapi kondisi pasar yang bergerak dinamis. Selain itu, diversifikasi bisnis yang dimiliki perusahaan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan.

Seluruh Segmen Bisnis Tumbuh Positif

Kontributor terbesar masih berasal dari Segmen Roda 2 (2W). Segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp1,847 triliun atau meningkat sekitar 7 persen dibandingkan Rp1,734 triliun pada Semester I 2025.

Sementara itu, pertumbuhan paling tinggi berasal dari Segmen Roda 4 (4W). Pendapatan segmen ini melonjak 36 persen menjadi Rp848 miliar, dari sebelumnya Rp622 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, Segmen Lain-Lain juga menunjukkan perkembangan yang positif. Pendapatan segmen tersebut meningkat 11 persen menjadi Rp462 miliar dibandingkan Rp418 miliar pada Semester I 2025.

Peningkatan yang merata pada seluruh segmen menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya bergantung pada satu lini usaha. Karena itu, struktur bisnis DRMA dinilai semakin solid untuk menghadapi perubahan permintaan pasar.

Optimistis Capai Target Pertumbuhan Tahun Ini

Melihat kinerja hingga pertengahan tahun, manajemen tetap optimistis mampu mencapai target yang telah ditetapkan sepanjang 2026.

Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan double digit sekitar 10 persen pada tahun ini. Dengan realisasi Semester I yang sudah mencapai kenaikan 14 persen, peluang untuk memenuhi bahkan melampaui target tersebut semakin terbuka.

Selain pertumbuhan penjualan, perusahaan juga terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga margin keuntungan sekaligus memperkuat daya saing di industri komponen otomotif.

Sementara itu, permintaan dari produsen kendaraan roda dua maupun roda empat diperkirakan masih menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan pada paruh kedua tahun ini.

Prospek DRMA Menarik untuk Investor

Dari sudut pandang investor, kinerja Semester I 2026 memberikan sejumlah sinyal positif terhadap prospek DRMA.

Beberapa faktor yang layak menjadi perhatian antara lain:

  • Pendapatan tumbuh 14 persen secara tahunan.
  • Laba meningkat lebih tinggi, yakni 18 persen YoY.
  • Seluruh segmen usaha mencatatkan pertumbuhan positif.
  • Segmen roda empat menunjukkan akselerasi paling tinggi dengan pertumbuhan 36 persen.
  • Target pertumbuhan tahunan berpotensi tercapai lebih cepat.
  • Diversifikasi bisnis membuat ketergantungan terhadap satu segmen menjadi lebih rendah.

Selain itu, industri otomotif nasional masih memiliki peluang bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan dan aktivitas manufaktur. Kondisi tersebut dapat menjadi katalis positif bagi permintaan komponen otomotif yang diproduksi DRMA.

Namun demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko. Perubahan harga bahan baku, pelemahan daya beli masyarakat, hingga perlambatan produksi kendaraan dapat memengaruhi pertumbuhan perusahaan pada semester berikutnya.

Meskipun begitu, dengan fundamental yang terus membaik, pertumbuhan laba yang konsisten, serta kontribusi positif dari seluruh segmen usaha, DRMA memiliki posisi yang cukup kuat untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun 2026. Apabila perusahaan mampu mempertahankan momentum tersebut, prospek jangka menengah hingga panjang dinilai tetap menarik untuk dicermati oleh investor di Bursa Efek Indonesia.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu