Kinerja HATM Semester I-2026 Positif, Didukung Mitra Bisnis Besar

Dwi Prakoso

Aktivitas kapal angkutan laut PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mendukung kinerja HATM Semester I-2026.

RuangInvest.com, JakartaKinerja HATM Semester I-2026 menjadi sorotan pelaku pasar setelah PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) mencatatkan pendapatan yang tetap solid di tengah tekanan terhadap margin keuntungan. Perseroan juga terus memperluas kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar di sektor batu bara, pelayaran, hingga hilirisasi nikel.

Performa tersebut mendapat perhatian investor karena HATM masih dipercaya oleh berbagai perusahaan nasional maupun internasional sebagai penyedia jasa angkutan laut. Jaringan pelanggan yang kuat dinilai menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis perseroan.

Di sisi lain, pergerakan saham HATM juga menunjukkan sentimen positif. Pada perdagangan Selasa (29/7/2026), saham HATM sempat menyentuh level 550 sebelum akhirnya ditutup di level 515 pada penutupan perdagangan Rabu (29/7/2026), atau menguat 6,40 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Kinerja HATM Semester I-2026 Tetap Solid

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, HATM membukukan pendapatan sebesar Rp519,96 miliar pada semester pertama 2026. Angka tersebut mencerminkan aktivitas operasional yang tetap berjalan kuat di tengah tantangan industri pelayaran dan logistik.

Sementara itu, piutang usaha dari pihak ketiga mencapai Rp144,52 miliar. Nilai tersebut berasal dari berbagai perusahaan yang menggunakan layanan angkutan laut milik perseroan.

Namun, kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp441,28 miliar, dibandingkan Rp377,01 miliar pada periode yang sama tahun lalu, membuat margin keuntungan mengalami tekanan. Akibatnya, laba kotor turun menjadi Rp78,67 miliar dari sebelumnya Rp143,09 miliar.

Selain itu, laba usaha juga menyusut menjadi Rp60,43 miliar dari Rp124,34 miliar. Sementara laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp51,59 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp109,88 miliar pada semester I-2025.

Meski profitabilitas menurun, pendapatan yang tetap tinggi menunjukkan permintaan terhadap jasa angkutan laut HATM masih terjaga. Hal ini menjadi salah satu faktor yang terus dipantau investor.

Didukung Kontrak dengan Perusahaan Besar

Salah satu kekuatan utama HATM adalah jaringan pelanggan yang berasal dari perusahaan-perusahaan besar di sektor energi dan pelayaran.

PT Borneo Indobara (BIB), anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) yang berada di bawah Grup Sinar Mas, menjadi pelanggan terbesar HATM. Dalam laporan keuangan, nilai piutang usaha dari BIB mencapai Rp49,68 miliar.

Selain itu, pada 17 Juni 2026, HATM memperoleh kontrak jasa angkutan laut dari BIB. Berdasarkan perjanjian tersebut, perseroan menyediakan mother vessel untuk pengangkutan batu bara dengan kapasitas sekitar 2,1 juta metrik ton selama periode 1 April hingga 31 Desember 2026.

Kontrak tersebut diperkirakan memberikan kontribusi yang stabil terhadap pendapatan HATM hingga akhir tahun. Karena itu, kerja sama dengan BIB menjadi salah satu katalis positif bagi perseroan.

Tidak hanya BIB, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) juga tercatat sebagai pengguna jasa HATM dengan nilai piutang usaha mencapai Rp13,44 miliar.

Jaringan Pelanggan Semakin Beragam

Selain sektor batu bara, HATM juga melayani perusahaan pelayaran dan industri hilirisasi mineral.

Di sektor pelayaran, PT Beruang Maritim Indonesia, anak usaha PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), memiliki piutang usaha sebesar Rp25,29 miliar.

Sementara itu, PT Bhumi Rantai Energi, anak usaha PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS), tercatat memiliki piutang usaha sebesar Rp7,55 miliar.

HATM juga bekerja sama dengan PT Yuxin Shipping Line yang merupakan perusahaan patungan antara Xiangyu Group dan Dexin Steel. Perusahaan tersebut memiliki piutang usaha sebesar Rp14,09 miliar.

Di sisi lain, PT Obsidian Stainless Steel yang mengembangkan kawasan smelter nikel bersama Xiangyu Group dan Delong Group di Sulawesi Tenggara juga menjadi pelanggan HATM. Nilai piutang usaha dari perusahaan tersebut mencapai Rp8,65 miliar.

Keberagaman pelanggan dari berbagai sektor membuat HATM tidak hanya bergantung pada satu segmen bisnis. Strategi ini dapat membantu menjaga stabilitas pendapatan ketika salah satu sektor mengalami perlambatan.

Rekomendasi Analis untuk Saham HATM

Pergerakan saham HATM turut menjadi perhatian pelaku pasar setelah laporan keuangan semester pertama dipublikasikan.

Technical Analyst Sucor Sekuritas, Reyhan Pratama, memberikan rekomendasi speculative buy pada kisaran 480-500.

Adapun level stop loss berada di bawah 438.

Sementara target keuntungan yang diberikan meliputi:

  • Target pertama di level 540.
  • Target kedua di level 600.

Rekomendasi tersebut didasarkan pada peluang teknikal setelah saham HATM menunjukkan penguatan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan manajemen risiko mengingat saham dengan karakteristik speculative buy umumnya memiliki volatilitas yang lebih tinggi.

Prospek HATM untuk Investor

Prospek HATM masih dinilai menarik karena didukung kontrak jangka menengah serta hubungan bisnis dengan sejumlah perusahaan besar di sektor batu bara, pelayaran, dan hilirisasi nikel.

Selain itu, permintaan jasa angkutan laut berpotensi tetap tinggi seiring aktivitas ekspor batu bara Indonesia dan berkembangnya industri pengolahan nikel. Diversifikasi pelanggan juga menjadi nilai tambah karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber pendapatan.

Namun demikian, investor juga perlu mencermati tekanan terhadap margin laba akibat meningkatnya beban operasional. Jika perseroan mampu meningkatkan efisiensi biaya sambil mempertahankan pertumbuhan pendapatan, peluang perbaikan profitabilitas pada semester berikutnya masih terbuka.

Dengan kombinasi kontrak baru, basis pelanggan yang kuat, dan prospek sektor logistik maritim yang masih berkembang, HATM berpeluang menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka menengah. Meski begitu, investor tetap disarankan memperhatikan perkembangan kinerja keuangan dan kondisi industri sebelum mengambil keputusan investasi.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu