RuangInvest.com, Jakarta – PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengungkap alasan utama di balik merger MORA dan MyRepublic yang resmi efektif pada April 2026. Penggabungan tersebut dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat kontribusi terhadap transformasi digital Indonesia.
Manajemen perusahaan menilai kedua entitas memiliki kekuatan yang saling melengkapi. Karena itu, penggabungan usaha dianggap mampu menciptakan sinergi yang lebih besar dibandingkan ketika masing-masing perusahaan berjalan sendiri.
Selain itu, merger ini diharapkan mempercepat pengembangan infrastruktur telekomunikasi nasional. Dengan jaringan yang lebih kuat, perusahaan optimistis mampu memperluas penetrasi pasar dan meningkatkan kualitas layanan digital di berbagai wilayah Indonesia.
Merger MORA dan MyRepublic Dilakukan untuk Percepatan Bisnis
Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) MORA, Timotius Max Sulaiman, menjelaskan bahwa tujuan utama merger MORA dan MyRepublic adalah menciptakan percepatan perkembangan bisnis kedua perusahaan.
Menurutnya, sebelum penggabungan dilakukan, baik Moratelindo maupun MyRepublic Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Namun, potensi yang lebih besar dapat dicapai melalui sinergi yang lebih kuat.
“Kalau kita lihat alasan utamanya adalah kita mau adanya percepatan dari perkembangan masing-masing perusahaan sebelum merger yang sudah sangat baik,” ujar Timotius dalam Paparan Publik Tahunan yang digelar di Grand Hyatt Jakarta, Senin (15/6/2026).
Ia menambahkan bahwa perusahaan ingin mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung transformasi digital nasional. Oleh sebab itu, merger menjadi langkah strategis untuk mempercepat pencapaian tujuan tersebut.
Menurut Timotius, penggabungan dua perusahaan dengan fokus bisnis yang serupa akan menghasilkan efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing di industri telekomunikasi Indonesia.
Kekuatan Infrastruktur Jadi Alasan Utama Penggabungan
Timotius menjelaskan bahwa Moratelindo dan MyRepublic memiliki keunggulan pada bidang yang sama, yaitu penyediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi.
Moratelindo dikenal memiliki jaringan backbone yang luas dan telah tersebar di berbagai daerah. Sementara itu, MyRepublic memiliki kekuatan pada jaringan akses atau last mile yang langsung terhubung kepada pelanggan.
Sinergi Backbone dan Last Mile
Kombinasi kedua kekuatan tersebut dinilai mampu menciptakan jaringan yang lebih terintegrasi dan efisien.
Beberapa manfaat yang diharapkan dari sinergi tersebut antara lain:
- Memperluas jangkauan layanan internet.
- Mempercepat ekspansi jaringan ke wilayah baru.
- Meningkatkan kualitas konektivitas pelanggan.
- Memperkuat posisi perusahaan di industri telekomunikasi.
- Mendukung percepatan digitalisasi nasional.
Timotius menegaskan bahwa jaringan backbone yang masif dari Moratelindo dan jaringan akses milik MyRepublic akan menjadi satu kekuatan besar setelah merger.
Selain itu, integrasi infrastruktur tersebut memungkinkan perusahaan melakukan pengembangan bisnis dengan lebih cepat dan efisien dibandingkan sebelumnya.
MoraRepublic Siap Perluas Penetrasi Pasar
Hasil merger MORA dan MyRepublic melahirkan entitas baru bernama MoraRepublic. Perusahaan baru ini diharapkan menjadi pemain yang semakin kuat dalam industri telekomunikasi dan layanan internet nasional.
Menurut manajemen, penggabungan tersebut tidak hanya berfokus pada efisiensi internal. Namun, langkah ini juga ditujukan untuk memperluas penetrasi pasar dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konektivitas masyarakat.
Di sisi lain, permintaan terhadap layanan digital terus meningkat. Perkembangan teknologi, komputasi awan, pusat data, hingga kebutuhan internet berkecepatan tinggi mendorong perusahaan untuk memperkuat kapasitas infrastrukturnya.
Karena itu, MoraRepublic menilai merger menjadi momentum penting untuk mempercepat pertumbuhan usaha sekaligus mendukung agenda transformasi digital Indonesia.
Timotius menegaskan bahwa seluruh aset dan kemampuan yang dimiliki masing-masing perusahaan akan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar setelah digabungkan.
Menurutnya, kekuatan gabungan tersebut menjadi faktor utama yang mendorong realisasi merger dan pembentukan MoraRepublic sebagai entitas baru.
Merger Resmi Efektif Sejak April 2026
Sebagai informasi, pemegang saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) telah menyetujui rencana merger dengan PT Eka Mas Republik atau MyRepublic Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Persetujuan tersebut diperoleh dalam rapat yang digelar pada 26 Maret 2026. Selanjutnya, tanggal efektif penggabungan usaha atau legal day one ditetapkan pada 22 April 2026.
Dengan efektifnya merger MORA dan MyRepublic, MoraRepublic kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mempercepat ekspansi bisnis dan memperluas layanan digital di Indonesia.
Ke depan, perusahaan optimistis sinergi yang terbentuk akan memberikan manfaat bagi pelanggan, pemegang saham, serta mendukung percepatan transformasi digital yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.





