Mengenal Saham Preferen, Instrumen dengan Dividen Lebih Prioritas

Dwi Prakoso

Ilustrasi mengenal saham preferen sebagai instrumen investasi dengan prioritas dividen.

RuangInvest.com, Jakarta – Mengenal saham preferen menjadi langkah penting bagi investor yang ingin memahami berbagai instrumen investasi di pasar modal. Berbeda dengan saham biasa, saham preferen menawarkan sejumlah hak istimewa yang membuatnya menarik bagi investor yang mengutamakan pendapatan dividen yang lebih stabil.

Saham preferen merupakan jenis saham yang berada di antara saham biasa dan obligasi. Instrumen ini memberikan prioritas kepada pemegangnya dalam pembagian dividen serta klaim atas aset perusahaan apabila terjadi likuidasi.

Selain itu, saham preferen juga memiliki karakteristik unik yang membuatnya cocok bagi investor dengan profil risiko moderat. Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, penting memahami kelebihan, kekurangan, hingga strategi penggunaannya dalam portofolio investasi.

Karakteristik Saham Preferen

Saham preferen memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari saham biasa. Karakteristik ini menjadi alasan mengapa banyak investor mempertimbangkannya sebagai sumber pendapatan jangka panjang.

Beberapa karakteristik utama saham preferen meliputi:

  • Prioritas pembayaran dividen. Pemegang saham preferen menerima dividen lebih dahulu dibandingkan pemegang saham biasa. Besaran dividennya umumnya telah ditentukan sejak awal.
  • Klaim aset lebih tinggi. Jika perusahaan mengalami likuidasi, pemegang saham preferen memiliki hak atas aset perusahaan setelah pemegang obligasi, tetapi sebelum pemegang saham biasa.
  • Tidak memiliki hak suara. Pada umumnya, pemegang saham preferen tidak dapat memberikan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  • Dividen tetap. Karakteristik ini membuat saham preferen memiliki kemiripan dengan obligasi karena memberikan pendapatan yang relatif stabil.
  • Dapat dikonversi. Beberapa saham preferen memberikan hak kepada investor untuk mengubah kepemilikannya menjadi saham biasa sesuai syarat yang telah ditentukan.

Karakteristik tersebut menjadikan saham preferen sebagai alternatif investasi bagi investor yang lebih mengutamakan kepastian pendapatan dibandingkan potensi kenaikan harga saham.

Jenis-Jenis Saham Preferen

Tidak semua saham preferen memiliki ketentuan yang sama. Setiap jenis menawarkan hak dan manfaat yang berbeda.

Berikut beberapa jenis saham preferen yang umum dikenal:

  • Saham Preferen Kumulatif. Dividen yang belum dibayarkan akan diakumulasikan dan wajib dilunasi sebelum perusahaan membagikan dividen kepada pemegang saham biasa.
  • Saham Preferen Non-Kumulatif. Dividen yang tidak dibayarkan pada periode tertentu tidak menjadi kewajiban perusahaan pada periode berikutnya.
  • Saham Preferen Partisipatif. Selain memperoleh dividen tetap, investor juga berpeluang mendapatkan tambahan dividen apabila perusahaan mencatatkan keuntungan di atas target tertentu.
  • Saham Preferen Konvertibel. Investor dapat mengubah saham preferen menjadi saham biasa berdasarkan rasio dan periode konversi yang telah ditetapkan.

Karena itu, investor perlu memahami setiap jenis saham preferen sebelum melakukan pembelian agar sesuai dengan tujuan investasi.

Keuntungan dan Risiko Saham Preferen

Seperti instrumen investasi lainnya, saham preferen menawarkan berbagai keuntungan sekaligus memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami.

Keuntungan Saham Preferen

Investor dapat memperoleh beberapa manfaat berikut:

  • Pendapatan dividen yang relatif tetap.
  • Prioritas dalam pembagian dividen.
  • Klaim aset lebih dahulu dibandingkan pemegang saham biasa.
  • Potensi konversi menjadi saham biasa pada jenis konvertibel.
  • Kombinasi karakteristik saham dan obligasi yang memberikan keseimbangan antara stabilitas dan peluang pertumbuhan.

Selain itu, saham preferen sering dipilih oleh investor yang menginginkan arus kas rutin tanpa harus terlalu bergantung pada kenaikan harga saham.

Risiko Saham Preferen

Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, saham preferen juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan.

Beberapa risiko tersebut antara lain:

  • Tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan.
  • Dividen dapat tidak dibayarkan pada saham preferen non-kumulatif.
  • Harga saham sensitif terhadap perubahan suku bunga.
  • Likuiditas perdagangan cenderung lebih rendah dibandingkan saham biasa pada beberapa emiten.

Oleh sebab itu, investor tetap perlu melakukan analisis sebelum membeli saham preferen agar risiko dapat dikelola dengan baik.

Cara Mendapatkan Saham Preferen

Investor dapat memperoleh saham preferen melalui beberapa cara yang tersedia di pasar modal.

Di antaranya adalah:

  • Membeli melalui perusahaan sekuritas yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
  • Mengikuti penawaran umum perdana (IPO) apabila perusahaan menerbitkan saham preferen.
  • Membeli saham preferen di pasar sekunder setelah resmi diperdagangkan.
  • Mengikuti program konversi saham apabila perusahaan menyediakan fasilitas tersebut.
  • Berinvestasi melalui reksa dana yang memiliki alokasi pada saham preferen.

Sementara itu, sebelum melakukan transaksi, investor sebaiknya memahami prospektus dan ketentuan setiap saham preferen yang diterbitkan perusahaan.

Strategi Investasi Saham Preferen

Agar investasi memberikan hasil optimal, investor perlu menerapkan strategi yang sesuai.

Beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Menyesuaikan investasi dengan tujuan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Menganalisis struktur dividen serta kondisi fundamental perusahaan.
  • Melakukan diversifikasi portofolio agar risiko lebih terkendali.
  • Memantau perkembangan suku bunga karena dapat memengaruhi harga saham preferen.
  • Mengevaluasi kinerja perusahaan secara berkala sebelum menambah atau mengurangi kepemilikan.

Selain itu, investor juga disarankan tidak hanya berfokus pada besarnya dividen, tetapi turut memperhatikan kesehatan keuangan perusahaan penerbit.

Saham Preferen Cocok untuk Investor yang Mengutamakan Stabilitas

Mengenal saham preferen dapat membantu investor menentukan instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan. Saham ini menawarkan prioritas pembagian dividen, perlindungan yang lebih baik saat likuidasi, serta pendapatan yang relatif stabil.

Namun, di sisi lain, investor tetap harus mempertimbangkan risiko seperti tidak adanya hak suara, sensitivitas terhadap perubahan suku bunga, hingga potensi likuiditas yang lebih rendah.

Dengan memahami karakteristik, jenis, keuntungan, risiko, cara memperoleh, dan strategi investasinya, saham preferen dapat menjadi salah satu pilihan menarik untuk melengkapi portofolio investasi yang lebih seimbang. Pemilihan instrumen yang tepat, disertai analisis yang matang, akan membantu investor mencapai tujuan keuangan dalam jangka panjang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu