Kalbe Farma (KLBF) Tegaskan Buyback Rp500 Miliar Mulai 17 September 2026

Dwi Prakoso

Kalbe Farma (KLBF) Tegaskan Buyback Rp500 Miliar Mulai 17 September 2026
Ilustrasi: buyback saham KLBF

Ruanginvest.comJakarta, Kalbe Farma (KLBF) kembali menegaskan rencana buyback saham KLBF senilai Rp500 miliar. Perseroan akan menjalankan pembelian kembali saham tersebut mulai 17 September hingga 17 Desember 2026.

Rencana ini kembali menjadi perhatian pasar setelah perseroan sempat menganulir rencana buyback sebelumnya. Kini, Kalbe Farma kembali menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut tetap berjalan sesuai jadwal.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/9/2026), Kalbe menyatakan akan menggunakan dana internal untuk membiayai aksi pembelian kembali saham tersebut.

Buyback Saham KLBF Berlangsung Tiga Bulan

Kalbe Farma menjadwalkan buyback selama tiga bulan. Aksi tersebut dimulai pada 17 September 2026 dan berakhir pada 17 Desember 2026.

Namun, perseroan dapat menghentikan pelaksanaan buyback lebih awal. Karena itu, jadwal tersebut tetap bergantung pada keputusan Kalbe selama periode pelaksanaan.

Perseroan menyiapkan dana internal sebagai sumber pembiayaan. Dengan demikian, Kalbe tidak menyebut kebutuhan pendanaan eksternal untuk menjalankan rencana tersebut.

Kalbe juga akan memperhatikan batas harga pembelian kembali saham. Perseroan merujuk pada ketentuan POJK No. 13/2023, POJK No. 29/2023, serta peraturan perundang-undangan lainnya.

Buyback Saham KLBF Berdampak pada Pendapatan Bunga

Maria Teresa Fabiola, Corporate Secretary KLBF, mengatakan pelaksanaan buyback secara penuh dapat memengaruhi pendapatan bunga perseroan. Manajemen memperkirakan dampaknya mencapai sekitar Rp8,4 miliar setelah periode buyback berakhir.

Meski demikian, Kalbe menilai penurunan pendapatan bunga tersebut tidak memberikan dampak material bagi perseroan. Manajemen tetap melihat aksi pembelian kembali saham sebagai bagian dari pengelolaan modal perusahaan.

Dengan menggunakan dana internal, Kalbe akan mengalokasikan sebagian dana untuk membeli kembali saham KLBF. Akibatnya, dana tersebut tidak lagi menghasilkan pendapatan bunga selama periode terkait.

Namun, perseroan memperkirakan dampak tersebut tetap berada pada tingkat yang tidak material. Kalbe juga memperhitungkan potensi perubahan laba per saham setelah aksi korporasi berjalan.

Kalbe Proyeksikan EPS Naik Setelah Buyback

Selain berdampak terhadap pendapatan bunga, buyback juga berpotensi meningkatkan laba per saham atau EPS. Jumlah saham beredar yang lebih rendah dapat memengaruhi perhitungan laba per saham perseroan.

Kalbe memperkirakan EPS proforma mencapai Rp81,44 per saham jika seluruh rencana pembelian kembali saham terlaksana. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan EPS tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp80,51 per saham.

Dengan demikian, proyeksi tersebut menunjukkan kenaikan EPS sebesar Rp0,93 per saham dibandingkan angka tahun buku 2025. Perhitungan itu berlaku dengan asumsi Kalbe menjalankan seluruh rencana buyback yang telah ditegaskan.

Namun, proyeksi EPS tidak otomatis menggambarkan perubahan kinerja operasional perusahaan. Investor tetap perlu melihat perkembangan bisnis dan faktor lain yang memengaruhi kinerja Kalbe Farma.

Kalbe Soroti Nilai Fundamental Saham KLBF

Manajemen berharap aksi buyback dapat meningkatkan keyakinan investor terhadap nilai fundamental saham KLBF. Perseroan juga melihat pembelian kembali saham sebagai bagian dari fleksibilitas pengelolaan modal jangka panjang.

Menurut Maria Teresa Fabiola, pembelian kembali saham dapat memberikan fleksibilitas bagi pengelolaan modal jangka panjang. Kalbe juga membuka kemungkinan menggunakan saham treasuri pada masa mendatang untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Saham treasuri tersebut dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan modal perseroan. Namun, Kalbe tidak menyebutkan penggunaan tertentu dalam informasi tersebut selain kemungkinan pemanfaatannya pada masa mendatang.

Karena itu, pelaksanaan buyback menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan investor KLBF. Pasar dapat mencermati realisasi pembelian saham, periode pelaksanaan, serta dampaknya terhadap struktur modal perseroan.

Investor Perlu Mencermati Pelaksanaan Buyback KLBF

Penegasan kembali rencana buyback membuat aksi korporasi KLBF memasuki tahap pelaksanaan sesuai jadwal. Perseroan akan menggunakan dana internal dan menjalankan pembelian kembali selama periode yang telah ditetapkan.

Selain itu, Kalbe tetap mengacu pada batas harga sesuai ketentuan regulator. Perseroan juga memperkirakan pelaksanaan penuh buyback akan menekan pendapatan bunga sekitar Rp8,4 miliar.

Di sisi lain, Kalbe memproyeksikan EPS proforma sebesar Rp81,44 per saham. Angka tersebut berada di atas EPS tahun buku 2025 sebesar Rp80,51 per saham.

Dengan demikian, investor dapat mencermati perkembangan realisasi buyback KLBF hingga 17 Desember 2026. Pelaksanaan lebih awal juga tetap terbuka sesuai keputusan perseroan.

Pada akhirnya, aksi pembelian kembali saham menjadi bagian dari strategi pengelolaan modal Kalbe Farma. Perkembangan selanjutnya akan menunjukkan bagaimana perseroan merealisasikan rencana Rp500 miliar tersebut.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
10 Saham Top Gainers BEI Pekan Ini, FUJI Naik 76,70 Persen

10 Saham Top Gainers BEI Pekan Ini, FUJI Naik 76,70 Persen

Kunjungi Artikel