IPCM Alokasikan Capex Rp74 Miliar untuk Tambah Armada Kapal

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – IPCM alokasikan capex Rp74 miliar pada tahun 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat armada dan memperluas jangkauan bisnis perusahaan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembangunan kapal baru yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas operasional perseroan di berbagai wilayah layanan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) dalam menjaga momentum pertumbuhan bisnis di tengah meningkatnya kebutuhan layanan maritim dan kepelabuhanan nasional. Selain itu, perusahaan juga berupaya memperkuat kesiapan menghadapi peluang ekspansi di sejumlah pelabuhan strategis.

Manajemen menilai penambahan armada menjadi kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas operasional yang semakin berkembang. Dengan armada yang lebih kuat, perusahaan optimistis dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

IPCM Alokasikan Capex Rp74 Miliar untuk Armada Baru

Direktur Armada dan Operasi PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Arief Hermawan, menjelaskan bahwa fokus utama penggunaan belanja modal tahun ini adalah pembangunan kapal tunda baru. Investasi tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas layanan sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.

Menurut Arief, IPCM mengalokasikan capex sebesar Rp74 miliar dari total kebutuhan dana proyek senilai Rp148,8 miliar. Pendanaan tersebut merupakan bagian dari proyek multi-year yang ditujukan untuk pembangunan dua kapal tunda baru.

“Pada tahun 2026 ini, IPCM mengalokasikan capex sebesar Rp74 miliar dari kebutuhan dana sebesar Rp148,8 miliar. Ini multi-year untuk pembangunan kapal tunda baru dengan estimasi penyelesaian selama 28 bulan untuk dua kapal tunda,” ujar Arief dalam Public Expose Live 2026, Selasa (9/6/2026).

Penambahan armada kapal dinilai penting karena mampu mendukung kebutuhan operasional yang terus berkembang. Selain itu, kehadiran kapal baru akan memperbesar peluang perusahaan dalam menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pelabuhan dan terminal khusus di Indonesia.

Saat ini IPCM memiliki total 103 armada yang terdiri atas 68 tugboats, 31 pilot boats, dan 4 mooring boats. Seluruh armada tersebut dioperasikan oleh sekitar 579 kru yang tersebar di berbagai wilayah operasional perusahaan.

Ekspansi ke Pelabuhan Strategis Nasional

Selain memperkuat armada, IPCM juga menyiapkan sejumlah agenda ekspansi untuk memperluas sumber pertumbuhan bisnis pada tahun-tahun mendatang.

Direktur Utama IPCM, Shanti Puruhita, mengatakan perusahaan melihat peluang besar dari pengembangan beberapa proyek pelabuhan strategis nasional. Beberapa di antaranya adalah New Priok Container Terminal 1 dan 2, Port of Kijing di Kalimantan Barat, serta Pelabuhan Patimban.

Menurut Shanti, Pelabuhan Patimban kini memasuki fase pengembangan baru. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai pusat logistik kendaraan, kini pelabuhan tersebut mulai bergerak ke sektor peti kemas.

“Patimban Port kalau dulu hanya dikenal untuk mengelola mobil, saat ini telah mulai bergerak di fase kedua yaitu untuk mengelola petikemas,” kata Shanti.

Perkembangan tersebut dinilai membuka peluang tambahan bagi IPCM untuk menyediakan layanan pemanduan, penundaan kapal, dan berbagai jasa maritim lainnya. Karena itu, perusahaan terus meningkatkan kesiapan operasional guna menangkap peluang pasar yang tersedia.

Potensi Besar dari TUKS dan TERSUS

Salah satu fokus pengembangan bisnis IPCM adalah memperluas layanan di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (TERSUS).

Manajemen melihat segmen tersebut memiliki potensi pasar yang sangat besar. Saat ini terdapat ribuan fasilitas TUKS dan TERSUS yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Peluang Pasar yang Masih Luas

Shanti menjelaskan bahwa terdapat:

  • 947 Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS)
  • 1.402 Terminal Khusus (TERSUS)
  • Total 2.349 fasilitas yang berpotensi menjadi pasar IPCM

Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan besarnya peluang bisnis yang masih dapat digarap perusahaan pada masa mendatang.

“Ada 2.349 TUKS dan TERSUS yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari market kami dan menjadi opportunity yang dapat dimaksimalkan melalui penguatan sumber daya serta fundamental perusahaan,” ujarnya.

Selain memperluas layanan, IPCM juga terus memperkuat kerja sama strategis dengan berbagai mitra guna meningkatkan penetrasi pasar pada segmen tersebut.

Komitmen Menjaga Keselamatan Operasional

Di tengah agenda ekspansi yang agresif, IPCM menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kualitas layanan dan keselamatan operasional.

Perusahaan terus mempertahankan Level of Service yang optimal di seluruh wilayah kerja. Sementara itu, budaya keselamatan kerja juga diterapkan secara konsisten untuk meminimalkan risiko operasional.

Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan berkelanjutan perusahaan. Dengan menjaga standar keselamatan yang tinggi, IPCM berharap dapat mempertahankan pencapaian zero fatality yang selama ini berhasil diraih.

Selain itu, peningkatan armada dan perluasan pasar akan diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia serta peningkatan kompetensi kru kapal. Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas layanan tetap terjaga seiring bertambahnya aktivitas bisnis.

Melalui strategi investasi armada, ekspansi ke pelabuhan strategis, serta pengembangan layanan di TUKS dan TERSUS, IPCM optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa maritim nasional yang berdaya saing tinggi. Belanja modal yang digelontorkan pada tahun 2026 menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu