GOTO Macet di Rp50, Telkom Buka Suara soal Investasi dan Floating Loss

Dwi Prakoso

GOTO Macet di Rp50, Telkomsel Buka Suara soal Investasi dan Floating Loss Rp5,22 Triliun
Ilustrasi: saham GOTO

Ruanginvest.comJakarta, saham GOTO masih bertahan di level Rp50 per saham pada perdagangan Senin, 7 September 2026. Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian setelah Telkomsel buka suara mengenai investasinya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

Telkomsel menggenggam 23,72 miliar saham GOTO atau sekitar 1,99% dari total saham. Sementara itu, Telkomsel mencatat harga perolehan investasi tersebut sebesar Rp270 per saham.

Dengan harga saham GOTO yang bertahan di Rp50, nilai investasi Telkomsel saat ini berada jauh di bawah harga perolehannya. Perhitungan tersebut menghasilkan floating loss sekitar Rp5,22 triliun.

Saham GOTO Bertahan di Level Rp50

Saham GOTO masih bertahan di level Rp50 pada perdagangan Senin siang, 7 September 2026. Harga tersebut telah tertahan sejak 4 Mei 2026.

Kondisi itu membuat selisih antara harga pasar dan harga perolehan Telkomsel tetap lebar. Telkomsel membeli saham GOTO dengan harga perolehan Rp270 per saham.

Namun, harga pasar GOTO berada di Rp50 per saham. Karena itu, posisi investasi Telkomsel mencatat kerugian yang masih bersifat mengambang atau floating loss.

Jika menghitung kepemilikan sebanyak 23,72 miliar saham, floating loss tersebut mencapai sekitar Rp5,22 triliun. Angka itu mencerminkan perbedaan nilai berdasarkan harga pasar saat ini dan harga perolehan.

Telkomsel Sebut Investasi GOTO sebagai Strategi Jangka Panjang

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan menjelaskan posisi perusahaan mengenai investasi tersebut. Ia menyampaikannya dalam konferensi pers setelah Public Expose Live TLKM pada Senin, 7 September 2026.

Daru mengatakan Telkomsel menempatkan investasi di GOTO sebagai bagian dari keputusan strategis jangka panjang. Fokusnya mencakup optimalisasi potensi sinergi dan penciptaan nilai bagi Telkomsel.

Menurut Daru, pergerakan saham GOTO mencerminkan dinamika pasar. Karena itu, pergerakan harga saham tidak secara langsung menggambarkan manfaat strategis dari kemitraan Telkomsel dan GOTO.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Telkomsel tidak hanya melihat investasi dari perubahan harga saham. Perusahaan juga mempertimbangkan potensi sinergi dan penciptaan nilai dalam jangka panjang.

Telkomsel Akan Evaluasi Investasi GOTO

Sementara itu, Telkomsel akan terus mengevaluasi kinerja investasinya. Daru menyebut perusahaan akan melakukan evaluasi secara disiplin terhadap kinerja investasi dan realisasi sinergi.

Selain itu, Telkomsel akan mempertimbangkan setiap keputusan investasi melalui kajian yang komprehensif. Perusahaan juga akan mengikuti prinsip tata kelola serta mekanisme persetujuan yang berlaku.

Dengan demikian, Telkomsel belum menyampaikan keputusan baru terkait kepemilikan saham GOTO dalam keterangan tersebut. Perusahaan memilih mengevaluasi kinerja investasi dan realisasi sinergi secara berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi perhatian karena harga saham GOTO masih berada di Rp50. Selisih harga itu juga membuat posisi floating loss Telkomsel tetap besar.

Kepemilikan Telkomsel di GOTO

Telkomsel saat ini menggenggam 23,72 miliar saham GOTO. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,99% kepemilikan.

Di sisi lain, harga perolehan Telkomsel mencapai Rp270 per saham. Sementara itu, harga saham GOTO pada perdagangan Senin siang berada di Rp50.

Perbedaan tersebut mencapai Rp220 per saham. Jika mengacu pada seluruh kepemilikan Telkomsel, selisih itu menghasilkan floating loss sekitar Rp5,22 triliun.

Namun, floating loss berbeda dengan kerugian yang sudah direalisasikan melalui penjualan saham. Nilai tersebut menggambarkan posisi berdasarkan perbandingan harga pasar dan harga perolehan pada saat perhitungan.

Fokus pada Kinerja Investasi dan Sinergi

Telkomsel menegaskan bahwa evaluasi investasi akan mempertimbangkan kinerja dan realisasi sinergi. Karena itu, harga saham menjadi salah satu bagian dari dinamika investasi, bukan satu-satunya pertimbangan strategis yang disampaikan perusahaan.

Daru juga menekankan bahwa setiap keputusan terkait investasi akan mengikuti kajian yang komprehensif. Selanjutnya, perusahaan akan menjalankan proses tersebut dengan memperhatikan prinsip tata kelola dan mekanisme persetujuan yang berlaku.

Sementara itu, saham GOTO tetap berada di level Rp50 pada perdagangan Senin, 7 September 2026. Kondisi tersebut membuat nilai investasi Telkomsel berdasarkan harga pasar tetap berada di bawah harga perolehan.

Dengan posisi tersebut, perhatian investor tertuju pada perkembangan kinerja investasi Telkomsel di GOTO serta realisasi sinergi dalam jangka panjang. Namun, Telkomsel menegaskan bahwa perusahaan akan mengambil keputusan secara prudent melalui proses evaluasi yang disiplin.

Kesimpulan

Saham GOTO masih bertahan di Rp50 per saham sejak 4 Mei 2026. Kondisi tersebut membuat Telkomsel menghadapi floating loss sekitar Rp5,22 triliun dari kepemilikan 23,72 miliar saham.

Meski demikian, Telkomsel melihat investasi GOTO sebagai keputusan strategis jangka panjang. Selain memantau kinerja investasi, perusahaan juga mengevaluasi realisasi sinergi dan potensi penciptaan nilai.

Oleh karena itu, Telkomsel akan mengambil keputusan investasi berdasarkan kajian komprehensif, prinsip tata kelola, serta mekanisme persetujuan yang berlaku. Sementara itu, harga saham GOTO masih menjadi perhatian pasar.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
MoraRepublic Gandeng ZTE, Percepat Ekspansi Broadband Indonesia

MoraRepublic Gandeng ZTE, Percepat Ekspansi Broadband Indonesia

Kunjungi Artikel