Ruanginvest.com – Jakarta, investor asing net sell Rp3,36 triliun sepanjang perdagangan 7–11 September 2026. Aksi jual tersebut berbanding terbalik dengan kondisi pada pekan sebelumnya.
Pada perdagangan minggu sebelumnya, investor asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp2,31 triliun atau sekitar USD130,3 juta. Namun, posisi tersebut berubah pada pekan ini ketika nilai penjualan asing melampaui pembeliannya.
Di tengah tekanan dari investor asing, investor domestik semakin mendominasi aktivitas perdagangan. Porsi investor domestik naik dari 67 persen menjadi 70 persen. Sementara itu, porsi investor asing turun dari 33 persen menjadi 30 persen.
Investor Asing Net Sell Rp3,36 Triliun
Investor asing mencatat nilai pembelian sekitar Rp22,70 triliun sepanjang pekan ini. Namun, nilai penjualannya mencapai Rp26,06 triliun. Selisih kedua transaksi tersebut menghasilkan investor asing net sell Rp3,36 triliun atau sekitar USD191,3 juta.
Sebaliknya, investor domestik mencatat nilai pembelian sekitar Rp59,10 triliun. Nilai penjualannya mencapai Rp55,74 triliun. Dengan demikian, aktivitas investor domestik menunjukkan nilai pembelian yang lebih tinggi daripada penjualan.
Perubahan posisi investor asing turut menekan pasar saham secara keseluruhan. IHSG akhirnya ditutup di level 6.541,37 pada akhir perdagangan pekan ini.
Level tersebut turun 95,098 poin atau 1,43 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di 6.636,47. Sepanjang pekan, IHSG sempat mencapai level tertinggi 6.712,502 dan menyentuh level terendah 6.462,960.
Aktivitas Perdagangan Saham Ikut Menurun
Tekanan pasar juga terlihat dari aktivitas perdagangan saham. Rata-rata volume transaksi harian sepanjang pekan ini mencapai 36,09 miliar saham.
Angka tersebut turun 26,34 persen dari rata-rata harian pekan sebelumnya yang mencapai 48,99 miliar saham. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan.
Rata-rata nilai transaksi harian turun 14,88 persen menjadi Rp16,36 triliun. Pada pekan sebelumnya, rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp19,22 triliun.
Sementara itu, frekuensi transaksi harian turun 7,07 persen menjadi 2,22 juta transaksi. Secara keseluruhan, lima hari perdagangan mencatat volume sekitar 180,43 miliar saham.
Pada periode yang sama, nilai transaksi mencapai Rp81,80 triliun. Frekuensi transaksi juga mencapai 11,09 juta transaksi selama lima hari perdagangan.
Mayoritas Sektor Tertekan, Teknologi Turun 3,14 Persen
Pelemahan pasar juga terlihat dari pergerakan harga saham secara keseluruhan. Sebanyak 314 saham atau 15 persen dari saham yang diperdagangkan mengalami penurunan lebih dari 2 persen.
Selain itu, sebanyak 147 saham atau 33 persen mencatat penurunan antara 0 persen hingga 2 persen. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan cukup luas pada sejumlah saham selama pekan perdagangan.
Namun, sebagian saham masih mampu mencatatkan penguatan. Sebanyak 193 saham atau 20 persen menguat lebih dari 2 persen. Kemudian, 103 saham atau 11 persen naik antara 0 persen hingga 2 persen.
Sementara itu, sebanyak 206 saham atau 21 persen tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, pergerakan saham menunjukkan kondisi yang beragam meskipun IHSG secara keseluruhan mengalami pelemahan.
Dari sisi sektoral, Consumer Cyclicals mencatat penurunan terbesar dengan pelemahan 3,17 persen. Sektor Teknologi menyusul dengan penurunan 3,14 persen.
Selain itu, sektor Properti & Real Estat juga melemah 2,62 persen. Ketiga sektor tersebut menjadi bagian dari sektor yang memberikan tekanan terhadap pergerakan pasar pada pekan ini.
Empat Sektor Berhasil Menguat
Di sisi lain, tidak seluruh sektor mengalami tekanan. Sektor Industri justru mencatat penguatan sebesar 2,03 persen dan menjadi sektor dengan kenaikan terbesar pada periode tersebut.
Sektor Healthcare juga mampu menguat 1,49 persen. Kemudian, Basic Materials naik 0,22 persen, sedangkan Transportation & Logistic meningkat 0,18 persen.
Perbedaan kinerja antarsektor menunjukkan bahwa tekanan pasar tidak terjadi secara merata. Investor masih melakukan aktivitas perdagangan pada sektor yang mencatatkan penguatan di tengah pelemahan IHSG.
Sementara itu, perpindahan dominasi transaksi ke investor domestik menjadi salah satu perkembangan penting sepanjang pekan. Porsi investor domestik mencapai 70 persen, sedangkan investor asing berada di level 30 persen.
Dengan demikian, pekan perdagangan 7–11 September 2026 memperlihatkan kombinasi antara aksi jual asing, penurunan aktivitas transaksi, serta pelemahan IHSG. Namun, sejumlah sektor seperti Industri dan Healthcare masih mampu bertahan di zona penguatan.










