Kamis, 29 Oktober 2026Berita Seputar Investasi Terbaru
RuangInvest.com
Berita Seputar Investasi Terbaru

DOOH Akuisisi INET Rp2 Triliun dan Siapkan 4 Aksi Korporasi

Oleh Dwi Prakoso · Oktober 2, 2026 · 4:13 pm
Daftar Isi 4 bagian

Ruanginvest.com – Jakarta, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) menyiapkan sejumlah aksi korporasi setelah perubahan arah bisnis menuju infrastruktur ekosistem artificial intelligence (AI). Salah satu langkah utama berupa akuisisi 29,88% saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dengan nilai sekitar Rp2,005 triliun.

DOOH akan menjalankan transaksi tersebut melalui anak usahanya, PT Cakrawala Nexus Investama (CNI). Perusahaan akan membeli 6,685 miliar saham INET dari PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) dengan harga Rp300 per saham.

Selain akuisisi INET, DOOH juga menyiapkan rights issue, Waran Seri II, serta konversi utang menjadi ekuitas. Seluruh rencana tersebut akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 November 2026.

DOOH Akuisisi INET Senilai Rp2 Triliun

Rencana akuisisi menjadi bagian penting dari perubahan strategi bisnis DOOH. Melalui CNI, perseroan akan mengambil 6,685 miliar saham INET atau setara 29,88% kepemilikan.

Dengan harga pembelian Rp300 per saham, nilai transaksi mencapai sekitar Rp2,005 triliun. Nilai tersebut mencerminkan skala transaksi yang cukup besar dalam rangka pengembangan arah bisnis baru DOOH.

Sementara itu, perubahan strategi tersebut berlangsung setelah PT Sinergi Internasional Investama (SII) masuk sebagai pemegang saham pengendali baru DOOH. Perseroan kemudian menyiapkan integrasi kapabilitas INET untuk mendukung pengembangan bisnis infrastruktur AI.

Karena itu, akuisisi INET tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan saham. Transaksi tersebut juga menjadi bagian dari rencana pengembangan berbagai infrastruktur yang mendukung ekosistem teknologi AI.

Akuisisi INET Mendukung Transformasi DOOH ke Infrastruktur AI

DOOH menargetkan integrasi sejumlah kapabilitas INET dalam pengembangan bisnisnya. Kapabilitas tersebut mencakup AI data center dan konektivitas berkecepatan tinggi.

Selain itu, rencana bisnis tersebut mencakup inland fiber optic backbone dan submarine fiber optic backbone. DOOH juga memasukkan aspek energi hijau melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Dengan cakupan tersebut, perseroan mengarahkan transformasi bisnisnya pada pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan ekosistem AI. Infrastruktur konektivitas dan pusat data menjadi bagian dari kapabilitas yang ingin diintegrasikan.

Untuk mendukung transaksi akuisisi, SII menyiapkan fasilitas pinjaman hingga Rp5 triliun. Fasilitas tersebut memiliki tenor 10 tahun dengan bunga 7,5% per tahun.

Pada tahap awal, sekitar Rp2 triliun dari fasilitas tersebut akan dicairkan untuk mendukung transaksi akuisisi INET. Selanjutnya, DOOH juga akan merealokasi sisa dana hasil IPO sebesar Rp120 miliar sebagai setoran modal kepada CNI.

DOOH Siapkan Rights Issue dan Waran Seri II

Selain akuisisi INET, DOOH menyiapkan penambahan modal melalui rights issue hingga 154,77 miliar saham baru. Aksi tersebut akan disertai dengan penerbitan Waran Seri II.

Rights issue menjadi bagian dari rangkaian aksi korporasi yang disiapkan perseroan. Melalui aksi tersebut, DOOH akan memperoleh ruang untuk memperkuat struktur permodalan dalam menjalankan rencana bisnisnya.

Di sisi lain, perseroan juga menyiapkan konversi utang menjadi ekuitas. Langkah ini bertujuan mendukung restrukturisasi neraca dan perbaikan rasio solvabilitas perusahaan.

Restrukturisasi tersebut tidak hanya menyentuh aspek keuangan. DOOH juga menyiapkan perubahan struktur korporasi, termasuk nama perseroan, KBLI, modal dasar, serta susunan Direksi dan Komisaris.

Dengan demikian, empat aksi korporasi DOOH mencakup akuisisi INET, rights issue, konversi utang menjadi ekuitas, dan restrukturisasi korporasi. Keempat agenda tersebut saling berkaitan dengan rencana perubahan arah bisnis perseroan.

RUPSLB DOOH Akan Bahas Empat Aksi Korporasi

DOOH akan membawa seluruh rencana aksi korporasi tersebut ke RUPSLB pada 9 November 2026. Pemegang saham akan diminta memberikan persetujuan terhadap agenda yang berkaitan dengan perubahan struktur dan pengembangan bisnis perseroan.

Agenda tersebut mencakup rencana akuisisi saham INET melalui CNI. Selain itu, pemegang saham juga akan membahas rencana rights issue dan penerbitan Waran Seri II.

Kemudian, perseroan akan meminta persetujuan terkait konversi utang menjadi ekuitas. Restrukturisasi korporasi juga masuk dalam rangkaian agenda yang akan dibahas pada rapat tersebut.

Sementara itu, pelaksanaan setiap aksi korporasi tetap bergantung pada proses dan persetujuan yang diperlukan. Karena itu, perkembangan setelah RUPSLB menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan terkait perubahan arah bisnis DOOH.

Akuisisi INET senilai sekitar Rp2,005 triliun menjadi salah satu langkah utama DOOH dalam menjalankan transformasi bisnis. Selanjutnya, rights issue, konversi utang, dan restrukturisasi korporasi melengkapi rangkaian aksi yang telah disiapkan perseroan.

Bagi investor, perkembangan agenda korporasi tersebut dapat menjadi informasi penting dalam mengikuti perubahan struktur dan strategi bisnis DOOH. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan risiko dan informasi resmi yang tersedia.

Tag:

Suka berbagi informasi finansial :)