Harita Nickel Fokus Jaga Profitabilitas di Tengah Tekanan Harga Nikel

Dwi Prakoso

RuangInvest.com – Jakarta – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel menegaskan komitmennya menjaga profitabilitas di tengah tekanan harga nikel global yang masih berlangsung. Perseroan memilih fokus pada efisiensi operasional dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Kondisi industri nikel global saat ini dinilai sangat dinamis. Fluktuasi harga komoditas dan perubahan permintaan pasar menjadi tantangan utama bagi pelaku industri tambang dan pengolahan nikel.

Namun demikian, Harita Nickel menilai strategi integrasi bisnis dari hulu hingga hilir menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan. Langkah tersebut dinilai mampu menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan efektivitas operasional di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan.

Harita Nickel Jaga Profitabilitas di Tengah Tekanan Harga Nikel

Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali, mengatakan perseroan saat ini memprioritaskan efisiensi dan ketahanan bisnis. Menurut dia, perusahaan tetap menjaga operasional berjalan secara terukur dan bertanggung jawab.

“Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab,” ujar Lukito dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2026).

Sepanjang 2025, Harita Nickel membukukan pendapatan sebesar Rp29,63 triliun. Sementara itu, pada kuartal I-2026 perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,81 triliun.

Kinerja tersebut menunjukkan perusahaan masih mampu menjaga stabilitas usaha di tengah tekanan harga nikel dunia. Selain itu, seluruh lini produksi disebut tetap berjalan sesuai target operasional yang telah ditetapkan perusahaan.

Harita Nickel memiliki kegiatan usaha terintegrasi. Bisnis perusahaan mencakup penambangan bijih nikel, pengolahan pirometalurgi melalui jalur Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), hingga pengolahan hidrometalurgi melalui jalur High Pressure Acid Leach (HPAL).

Produk yang dihasilkan meliputi mixed hydroxide precipitate (MHP) dan nikel sulfat. Kedua produk tersebut menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dan baterai global.

Strategi Efisiensi Jadi Fokus Utama

Di tengah tantangan industri, Harita Nickel terus menjalankan berbagai inisiatif efisiensi energi. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap untuk menjaga biaya operasional tetap terkendali.

Beberapa proyek yang tengah dikembangkan perseroan antara lain:

  • Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 40 MWp
  • Pembangkit listrik dari pemanfaatan panas buang fasilitas HPAL sebesar 50 MWp
  • Pengembangan Energy Management System sesuai standar ISO 50001
  • Pemanfaatan energi yang lebih efisien dalam proses produksi

Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan pengelolaan produktivitas operasional. Fokus tersebut dilakukan untuk menjaga efektivitas usaha dalam jangka panjang.

“Perseroan mengelola produktivitas dan efektivitas operasional secara lebih baik, dengan tetap memperhatikan tata kelola serta keberlanjutan usaha jangka panjang,” tutur Lukito.

Integrasi Bisnis Perkuat Ketahanan Usaha

Harita Nickel menilai integrasi bisnis menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan perusahaan. Model bisnis terintegrasi memungkinkan pengelolaan rantai produksi berjalan lebih efisien.

Di sisi lain, strategi tersebut juga membantu perusahaan menghadapi perubahan pasar global yang bergerak cepat. Karena itu, perusahaan optimistis mampu menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

“Integrasi dari penambangan hingga pengolahan memungkinkan Perseroan menjaga produktivitas, meningkatkan efektivitas operasional, serta memperkuat ketahanan usaha dalam menghadapi perkembangan industri ke depan,” kata dia.

Pengurangan Emisi Karbon Terus Meningkat

Selain fokus pada profitabilitas, Harita Nickel juga memperkuat komitmen keberlanjutan lingkungan. Perseroan mencatat penghindaran emisi karbon sebesar 977.278 ton CO2e pada kuartal I-2026.

Angka tersebut meningkat 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan itu didukung sejumlah langkah efisiensi energi dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Beberapa langkah yang dilakukan perusahaan meliputi:

  • Pemanfaatan kembali panas buang
  • Penggunaan biosolar
  • Penerapan teknologi gasifikasi batu bara
  • Pengembangan energi terbarukan secara bertahap

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung target operasional berkelanjutan. Selain itu, strategi ini juga sejalan dengan tren global yang semakin menekankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG.

Sementara itu, industri nikel dunia masih menghadapi tekanan harga akibat kondisi pasokan global yang tinggi. Meski begitu, permintaan nikel untuk kebutuhan kendaraan listrik diperkirakan tetap tumbuh dalam jangka panjang.

Karena itu, pelaku industri tambang nikel mulai fokus pada efisiensi biaya, penguatan rantai pasok, dan pengembangan energi hijau. Harita Nickel menjadi salah satu perusahaan yang aktif memperkuat strategi tersebut.

Dengan kombinasi efisiensi operasional, integrasi bisnis, dan pengembangan energi berkelanjutan, Harita Nickel berharap mampu menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri nikel global.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu