Dividen Alfamidi Naik 61 Persen, Pemegang Saham Terima Rp11,85

Dwi Prakoso

RuangInvest.com – Tangerang — Dividen Alfamidi naik 61 persen menjadi salah satu keputusan penting yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Perseroan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp396,2 miliar dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam RUPST yang berlangsung di Alfa Tower, Alam Sutera, Tangerang, Kamis (4/6/2026). Kenaikan nilai dividen mencerminkan pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun lalu yang berjalan positif.

Selain itu, manajemen juga meningkatkan rasio pembagian dividen menjadi 50 persen dari laba bersih tahun 2025. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rasio dividen tahun sebelumnya yang berada di level 45 persen.

Dividen Alfamidi Naik 61 Persen dari Tahun Sebelumnya

Corporate Secretary MIDI, Suantopo Po, mengatakan pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham seiring dengan pertumbuhan laba yang signifikan selama tahun lalu.

“Dividen akan dibagikan naik dari 45 persen menjadi 50 persen dari laba bersih. Tahun sebelumnya kami membagikan 45 persen dari laba bersih, sementara tahun ini RUPS menyetujui pembagian 50 persen dari laba bersih,” ujar Suantopo.

Dengan keputusan tersebut, setiap pemegang saham akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp11,85 per saham. Nilai tersebut meningkat tajam dibandingkan dividen yang dibagikan dari laba tahun buku 2024.

Suantopo menjelaskan bahwa total dividen yang dibagikan mencapai Rp396,2 miliar. Sementara itu, peningkatan nilai dividen mencapai sekitar 61 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Jadwal Pembayaran Dividen

Perseroan juga telah menetapkan jadwal pembayaran dividen tunai kepada para pemegang saham.

Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 25 Juni 2026. Karena itu, investor yang tercatat sesuai ketentuan perseroan berhak menerima pembagian dividen tersebut.

Kebijakan kenaikan rasio dividen ini menjadi sinyal positif bagi investor. Pasalnya, perusahaan tidak hanya mencatat pertumbuhan pendapatan, tetapi juga berhasil meningkatkan profitabilitas secara signifikan.

Kinerja Keuangan MIDI Tumbuh Positif Sepanjang 2025

Pertumbuhan dividen tidak terlepas dari peningkatan kinerja keuangan perseroan selama tahun buku 2025.

PT Midi Utama Indonesia Tbk membukukan pendapatan neto sebesar Rp20,64 triliun. Angka tersebut meningkat 3,79 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai Rp19,89 triliun.

Meskipun pertumbuhan pendapatan berada pada level moderat, perusahaan mampu mencatatkan lonjakan laba yang jauh lebih tinggi. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi operasional dan pengelolaan biaya yang dijalankan sepanjang tahun.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp792,36 miliar. Angka tersebut melonjak 45,01 persen dibandingkan laba tahun 2024 yang sebesar Rp546,41 miliar.

Kenaikan laba yang signifikan tersebut menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan rasio pembagian dividen kepada pemegang saham.

Ekspansi Gerai Jadi Penopang Pertumbuhan

Selain didukung oleh peningkatan laba, pertumbuhan kinerja MIDI juga ditopang oleh ekspansi jaringan gerai yang terus berlanjut di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga akhir 2025, Alfamidi mengoperasikan sebanyak 2.587 gerai. Jaringan tersebut tersebar di sejumlah daerah strategis yang mencakup Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Adapun komposisi gerai yang dioperasikan perseroan meliputi:

  • 2.503 gerai Alfamidi
  • 80 gerai Alfamidi Super
  • 4 gerai Midi Fresh

Ekspansi tersebut memperkuat posisi perusahaan di sektor ritel modern nasional. Selain itu, perluasan jaringan juga membantu meningkatkan jangkauan layanan kepada konsumen di berbagai daerah.

Di sisi lain, pertumbuhan jumlah gerai turut berkontribusi terhadap peningkatan penjualan dan efisiensi distribusi produk. Karena itu, perusahaan mampu menjaga tren pertumbuhan bisnis di tengah persaingan industri ritel yang semakin ketat.

Manajemen optimistis strategi ekspansi dan penguatan operasional akan terus mendukung kinerja perusahaan pada tahun-tahun mendatang. Dengan fundamental yang semakin kuat, perseroan berharap dapat terus menciptakan nilai bagi pemegang saham sekaligus memperluas layanan kepada masyarakat.

Kenaikan dividen tahun ini menjadi salah satu bukti bahwa pertumbuhan bisnis MIDI sepanjang 2025 berhasil diterjemahkan menjadi manfaat langsung bagi investor. Dengan total dividen Rp396,2 miliar dan rasio pembagian 50 persen, perseroan menunjukkan kepercayaan diri terhadap prospek bisnis yang tetap positif ke depan.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
BEI Catat Pipeline IPO 2026 Masih Ramai, Healthcare Mendominasi

BEI Catat Pipeline IPO 2026 Masih Ramai, Healthcare Mendominasi

Kunjungi Artikel