Cara Menggunakan Trailing Stop Loss di Ajaib

Dwi Prakoso

Cara menggunakan trailing stop loss di Ajaib untuk mengamankan profit saham

RuangInvest.com, Jakarta – Pernah melihat saham yang sedang kamu pegang naik tajam, tetapi profit tersebut menyusut karena harga tiba-tiba berbalik turun? Kondisi seperti ini cukup umum dalam trading saham, terutama pada saham momentum dan saham yang baru melantai di bursa. Salah satu cara untuk mengelola situasi tersebut adalah menggunakan trailing stop loss di Ajaib.

Bagi trader, pergerakan harga saham yang cepat bisa menjadi peluang sekaligus risiko. Harga dapat naik dalam waktu singkat, tetapi koreksi juga bisa terjadi tanpa banyak waktu untuk mengambil keputusan. Ketika perhatian sedang teralihkan, kesempatan mengamankan keuntungan dapat terlewat.

Trailing Stop Loss atau TSL dirancang untuk membantu menghadapi kondisi tersebut. Fitur ini memungkinkan level stop mengikuti kenaikan harga saham. Dengan begitu, trader tidak harus terus mengubah batas jual secara manual setiap kali harga mencetak level tertinggi baru.

Apa Itu Trailing Stop Loss?

Trailing Stop Loss adalah mekanisme order jual yang mengikuti pergerakan harga saham ke arah yang menguntungkan. Berbeda dengan stop loss biasa, level stop pada trailing stop tidak hanya berada pada satu harga tetap.

Sebagai contoh, seorang trader menetapkan trailing sebesar 5 persen. Jika harga saham terus naik, batas stop akan ikut bergerak naik berdasarkan harga tertinggi yang dicapai setelah order aktif.

Ketika harga kemudian berbalik turun sebesar persentase trailing yang ditentukan, sistem akan mengirimkan order jual. Konsep ini membuat trailing stop berbeda dari stop loss konvensional.

Ajaib sendiri telah menyediakan berbagai fitur otomatis untuk membantu trader mengatur strategi keluar dari posisi. Fitur stop loss dan take profit, misalnya, dirancang untuk membantu menentukan titik keluar tanpa harus memantau pergerakan harga secara terus-menerus.

Secara sederhana, fungsi trailing stop dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Harga naik, batas stop ikut naik.
  • Harga mencapai titik tertinggi baru, level stop menyesuaikan.
  • Harga turun tetapi belum menyentuh batas stop, posisi tetap berjalan.
  • Harga menyentuh batas stop, sistem mengirimkan order jual.
  • Level stop tidak mengikuti harga ketika harga bergerak turun.

Mengapa Trailing Stop Loss Berguna?

Salah satu masalah dalam trading adalah sulitnya menentukan puncak harga. Trader sering menghadapi pilihan antara menjual terlalu cepat atau mempertahankan saham terlalu lama.

Jika menjual terlalu cepat, potensi keuntungan berikutnya bisa terlewat. Sebaliknya, jika terlalu lama menunggu, profit yang sudah terbentuk dapat menyusut ketika harga mengalami koreksi.

Trailing stop memberikan pendekatan yang lebih sistematis. Trader tidak perlu menebak dengan tepat di mana harga akan mencapai puncak. Selama tren masih naik dan belum terjadi penurunan sesuai batas trailing, posisi tetap dipertahankan.

Strategi ini juga dapat membantu mengurangi keputusan yang dipengaruhi emosi. Ajaib menjelaskan bahwa trailing stop memiliki fungsi tambahan dibandingkan stop loss biasa, yaitu membantu mengamankan keuntungan ketika level stop mengikuti kenaikan harga.

Kapan Trailing Stop Loss Cocok Digunakan?

Trailing stop tidak harus digunakan pada setiap transaksi. Penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan karakter saham, strategi trading, dan toleransi risiko.

Beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:

  • Saham momentum: Saham yang sedang mengalami penguatan cepat dapat mengalami koreksi tajam setelah mencetak harga tinggi.
  • Saham baru listing: Saham IPO dapat mengalami volatilitas tinggi pada masa awal perdagangan.
  • Day trading: Trader yang harus meninggalkan layar sementara dapat menggunakan mekanisme otomatis untuk membantu mengelola posisi.
  • Tren naik: Trailing stop lebih masuk akal ketika harga masih menunjukkan momentum positif.
  • Posisi yang sudah profit: Fitur ini dapat digunakan untuk membantu menjaga sebagian keuntungan yang telah terbentuk.

Meski demikian, trailing stop bukan alat untuk memastikan trader selalu memperoleh keuntungan. Setiap saham mempunyai volatilitas berbeda. Persentase trailing yang terlalu sempit dapat membuat posisi terjual akibat koreksi normal sebelum harga kembali naik.

Cara Mengaktifkan Trailing Stop Loss di Ajaib

Berdasarkan materi penggunaan fitur, terdapat beberapa jalur yang dapat digunakan untuk mengakses trailing stop pada saham yang dimiliki. Tampilan aplikasi dapat berubah mengikuti pembaruan versi, sehingga nama menu atau posisinya sebaiknya dicek kembali pada aplikasi terbaru.

1. Melalui Halaman Portofolio

Langkah pertama dapat dilakukan langsung dari portofolio saham.

  • Buka aplikasi Ajaib.
  • Masuk ke tab Portofolio.
  • Pilih saham yang ingin dipasangi trailing stop.
  • Ketuk saham tersebut untuk membuka detail.
  • Pilih opsi Aktifkan Trailing Stop.

Setelah itu, pengguna akan diarahkan ke halaman pengaturan trailing stop.

2. Melalui Detail Saham di Portofolio

Cara berikutnya adalah membuka detail saham secara langsung.

  • Masuk ke tab Portofolio.
  • Pilih saham yang ingin dikelola.
  • Buka halaman detail saham.
  • Cari pilihan untuk mengaktifkan Trailing Stop.
  • Masuk ke halaman pengaturan.
  • Tentukan parameter sesuai strategi trading.

Jalur ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin mengatur perlindungan posisi setelah membuka detail kepemilikan saham.

3. Melalui Halaman Jual

Trailing stop juga dapat diakses melalui halaman penjualan saham apabila opsi tersebut tersedia pada akun dan versi aplikasi pengguna.

  • Buka saham yang ingin dijual.
  • Masuk ke halaman Jual.
  • Pilih jenis order Trailing Stop.
  • Atur jumlah lot.
  • Tentukan persentase trailing.
  • Periksa ringkasan transaksi.
  • Konfirmasi aktivasi.

Ajaib juga menyediakan fitur otomatis untuk membantu investor menentukan titik keluar dari posisi. Namun, ketersediaan serta tampilan fitur dapat bergantung pada produk dan pembaruan aplikasi.

Pengaturan yang Perlu Diperhatikan

Setelah memilih trailing stop, pengguna perlu mengatur beberapa parameter. Bagian ini penting karena menentukan bagaimana sistem mengelola posisi saham.

Parameter yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Lot: jumlah saham yang ingin dipasangi trailing stop.
  • Persentase trailing: jarak persentase antara harga tertinggi dan level stop.
  • Periode berakhir: batas waktu berlakunya order sesuai opsi yang tersedia di aplikasi.
  • Harga Stop Awal: level stop yang dihitung berdasarkan harga dan persentase trailing.
  • Estimasi Total Jual: perkiraan nilai transaksi jika order terpicu.
  • Perkiraan Realized P&L: estimasi keuntungan atau kerugian yang akan terealisasi.

Sebelum mengaktifkan order, periksa kembali seluruh parameter. Jangan hanya melihat potensi keuntungan. Pastikan persentase trailing juga sesuai dengan karakter pergerakan saham yang diperdagangkan.

Contoh Sederhana Trailing Stop 5 Persen

Misalnya seorang trader memiliki saham pada harga Rp1.000 per saham. Setelah posisi dibuka, trader mengaktifkan trailing stop sebesar 5 persen.

Jika harga tertinggi setelah aktivasi mencapai Rp1.200, maka batas trailing secara sederhana berada sekitar 5 persen di bawah level tertinggi tersebut.

Perhitungannya:

  • Harga tertinggi: Rp1.200.
  • Trailing: 5 persen.
  • Jarak trailing: Rp60.
  • Level stop secara ilustratif: Rp1.140.

Jika harga naik lagi menjadi Rp1.300, batas tersebut ikut bergerak naik. Dengan trailing 5 persen, level stop secara sederhana menjadi sekitar Rp1.235.

Namun, jika harga kemudian turun dari Rp1.300 dan mencapai level stop yang berlaku, sistem akan mengirimkan order jual sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Contoh tersebut hanya ilustrasi untuk memahami konsep. Harga aktual, tick price, mekanisme pemicu, dan hasil eksekusi dapat berbeda sesuai kondisi pasar.

Apa yang Terjadi Setelah Trailing Stop Aktif?

Setelah aktif, pengguna dapat memantau order melalui bagian Auto Order atau halaman terkait pada portofolio, sesuai tampilan aplikasi yang digunakan.

Hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Status trailing stop.
  • Harga tertinggi yang telah dicapai.
  • Harga stop yang sedang berlaku.
  • Jumlah lot yang dipasangi order.
  • Perubahan level stop ketika harga membuat level tertinggi baru.

Prinsip utamanya adalah level stop bergerak mengikuti kenaikan harga. Sebaliknya, ketika harga mulai turun, level stop tidak ikut diturunkan.

Jika harga menyentuh level yang menjadi pemicu, sistem akan mengirimkan order jual. Pengguna kemudian dapat memantau hasil eksekusi melalui aplikasi.

Cara Mengubah atau Membatalkan Trailing Stop

Trailing stop bukan berarti order yang tidak dapat diubah. Sebelum order terpicu, pengguna dapat melakukan penyesuaian sesuai opsi yang tersedia.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan adalah:

  • Mengubah jumlah lot.
  • Mengubah persentase trailing.
  • Membatalkan order.
  • Memeriksa kembali status order.
  • Menyesuaikan strategi jika kondisi pasar berubah.

Perubahan sebaiknya dilakukan dengan alasan yang jelas. Jangan terlalu sering mengubah parameter hanya karena harga saham bergerak berlawanan dalam waktu singkat.

Risiko Menggunakan Trailing Stop Loss

Walaupun membantu mengelola risiko, trailing stop tetap memiliki keterbatasan. Trader tidak boleh menganggap fitur ini sebagai jaminan mendapatkan profit.

Ada beberapa hal penting yang perlu dipahami:

  • Eksekusi tidak selalu sama dengan harga stop. Ketika pemicu tercapai, order jual dapat dikirim sebagai market order. Harga eksekusi dapat berbeda dari level pemicu karena kondisi pasar.
  • Tidak menjamin profit. Jika saham belum naik cukup tinggi setelah trailing stop aktif, level stop dapat berada di bawah harga beli.
  • Risiko tidak ada lawan transaksi. Dalam kondisi pasar ekstrem, order dapat menghadapi kendala eksekusi ketika tidak tersedia pembeli pada level yang sesuai.
  • Volatilitas dapat memicu penjualan terlalu cepat. Trailing yang terlalu kecil dapat membuat posisi keluar hanya karena koreksi normal.
  • Aksi korporasi perlu diperhatikan. Peristiwa seperti stock split, reverse split, atau rights issue dapat mengubah basis harga dan perlu diperiksa kembali sebelum menggunakan mekanisme otomatis.

Karena itu, trailing stop sebaiknya dipandang sebagai alat bantu manajemen risiko, bukan sebagai pengganti analisis saham.

Tips Memilih Persentase Trailing

Tidak ada satu angka trailing yang cocok untuk semua saham. Saham dengan volatilitas tinggi membutuhkan pertimbangan berbeda dibandingkan saham dengan pergerakan yang lebih stabil.

Beberapa prinsip yang dapat digunakan:

  • Amati volatilitas historis saham.
  • Perhatikan support dan resistance.
  • Sesuaikan trailing dengan time frame trading.
  • Hindari menggunakan persentase terlalu ketat pada saham yang bergerak liar.
  • Tentukan risiko sebelum masuk posisi.
  • Jangan mengubah parameter hanya karena panik melihat koreksi.

Trader juga perlu membedakan antara koreksi sehat dan perubahan tren. Trailing stop memang dapat membantu mengotomatisasi keputusan keluar, tetapi penentuan parameternya tetap membutuhkan pertimbangan.

Bedanya Trailing Stop dan Stop Loss Biasa

Stop loss biasa umumnya menggunakan satu level harga yang telah ditentukan. Jika harga mencapai level tersebut, mekanisme penjualan akan dijalankan.

Trailing stop mempunyai karakter berbeda. Level stop dapat bergerak ketika harga saham mencetak kenaikan baru.

Perbedaan sederhananya:

  • Stop loss: level pemicu cenderung tetap.
  • Trailing stop: level pemicu mengikuti kenaikan harga.
  • Stop loss: cocok untuk menetapkan batas kerugian tertentu.
  • Trailing stop: dapat digunakan untuk membantu menjaga profit sekaligus membatasi penurunan setelah harga bergerak naik.

Ajaib juga menjelaskan perbedaan tersebut dalam materi edukasinya mengenai stop loss, cut loss, dan trailing stop.

Apakah Trailing Stop Cocok untuk Trader Pemula?

Trailing stop dapat menjadi alat yang membantu trader pemula memahami pentingnya disiplin dalam menentukan titik keluar. Namun, fitur otomatis tetap perlu dipahami sebelum digunakan.

Pemula sebaiknya tidak langsung memasang trailing stop tanpa memahami cara kerja harga pemicu, persentase trailing, dan risiko eksekusi.

Sebelum mengaktifkannya, pahami terlebih dahulu:

  • Berapa risiko yang sanggup ditanggung.
  • Berapa volatilitas saham yang diperdagangkan.
  • Apa tujuan transaksi.
  • Berapa lama posisi akan dipertahankan.
  • Apa yang terjadi jika harga turun secara cepat.

Dengan pemahaman tersebut, trailing stop dapat digunakan sebagai bagian dari rencana trading, bukan sekadar tombol otomatis untuk menjual saham.

Kesimpulan

Trailing stop loss di Ajaib dapat menjadi alat bantu bagi trader yang ingin mengelola posisi secara lebih otomatis. Mekanismenya memungkinkan level stop mengikuti kenaikan harga, sehingga trader memiliki kesempatan mempertahankan posisi ketika tren masih berjalan.

Fitur ini terutama menarik untuk saham momentum, saham IPO, atau posisi trading ketika pengguna tidak dapat memantau layar sepanjang waktu. Namun, trailing stop tidak menjamin profit dan tidak menghilangkan risiko pasar.

Sebelum menggunakannya, pastikan memahami persentase trailing, jumlah lot, periode order, serta risiko eksekusi. Periksa juga versi terbaru aplikasi Ajaib karena tampilan dan ketersediaan fitur dapat berubah mengikuti pembaruan produk.

Pada akhirnya, fitur otomatis paling efektif jika menjadi bagian dari strategi yang sudah direncanakan. Trader tetap perlu melakukan analisis, menentukan batas risiko, dan memahami karakter saham sebelum melakukan transaksi.

FAQ

Apa itu trailing stop loss di Ajaib?

Trailing stop loss di Ajaib merupakan mekanisme order yang membantu mengatur penjualan saham berdasarkan jarak tertentu dari harga tertinggi yang tercapai setelah order aktif. Tujuannya membantu mengelola risiko dan menjaga keuntungan ketika harga berbalik arah.

Apa bedanya trailing stop dengan stop loss?

Stop loss biasa menggunakan level pemicu yang ditentukan pada harga tertentu. Trailing stop dapat menyesuaikan level tersebut ketika harga saham bergerak naik sehingga jaraknya tetap mengikuti persentase trailing.

Apakah trailing stop menjamin profit?

Tidak. Trailing stop hanya merupakan alat bantu manajemen risiko. Jika harga saham belum naik cukup tinggi, posisi tetap dapat terjual dalam kondisi rugi. Harga eksekusi juga dapat berbeda dari level pemicu karena kondisi pasar.

Berapa persen trailing stop yang sebaiknya digunakan?

Tidak ada persentase yang berlaku untuk semua saham. Besarnya trailing sebaiknya disesuaikan dengan volatilitas saham, strategi trading, time frame, dan toleransi risiko masing-masing trader.

Apakah trailing stop bisa dibatalkan?

Berdasarkan mekanisme yang dijelaskan dalam materi fitur, order yang belum terpicu dapat diubah atau dibatalkan melalui menu pengelolaan order yang tersedia.

Apakah trailing stop cocok untuk saham IPO?

Trailing stop dapat dipertimbangkan pada saham IPO yang memiliki pergerakan sangat cepat. Namun, volatilitas tinggi juga meningkatkan risiko posisi terpicu akibat koreksi tajam atau kondisi likuiditas yang kurang baik.

Apakah aplikasi Ajaib harus diperbarui?

Sebaiknya gunakan versi aplikasi terbaru agar mendapatkan tampilan dan fitur yang sesuai dengan versi produk yang sedang tersedia. Ajaib secara berkala memperbarui fitur dan layanan investasinya.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko. Pastikan memahami produk, mekanisme order, biaya transaksi, serta kondisi pasar sebelum melakukan transaksi.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
BPII Pangkas Modal Anak Usaha Singapura Rp34,71 Miliar

BPII Pangkas Modal Anak Usaha Singapura Rp34,71 Miliar

Kunjungi Artikel