Sabtu, 31 Oktober 2026Berita Seputar Investasi Terbaru
RuangInvest.com
Berita Seputar Investasi Terbaru

10 Saham Top Losers Sepekan, VKTR Anjlok 30 Persen

Oleh Dwi Prakoso · Oktober 31, 2026 · 2:04 pm
Daftar Isi 4 bagian

RuangInvest.com – Jakarta, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 10 saham top losers sepekan selama perdagangan 26-30 Oktober 2026. Saham PT VKTR Multi Mobilitas Tbk (VKTR) menempati posisi pertama setelah harganya anjlok 30 persen ke level Rp280 per saham.

Tekanan jual juga melanda sejumlah emiten dari berbagai sektor. Bahkan, beberapa saham lainnya mengalami penurunan hampir 30 persen dalam periode perdagangan tersebut.

Kondisi ini sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sepanjang pekan tersebut, IHSG terkoreksi 7,03 persen hingga mencapai level 5.057.

Berdasarkan statistik BEI yang dirilis pada Sabtu (31/10/2026), VKTR memimpin daftar saham dengan penurunan harga terbesar. Sementara itu, PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) menempati posisi kesepuluh dengan koreksi sebesar 28,14 persen.

VKTR Pimpin Daftar Saham Top Losers Sepekan

Saham VKTR mencatat penurunan paling dalam selama perdagangan pekan ini. Harganya turun dari Rp400 menjadi Rp280 per saham atau melemah 30 persen.

Penurunan tersebut menempatkan emiten ini di posisi teratas dalam daftar saham dengan kinerja terburuk selama periode 26-30 Oktober 2026. Dengan demikian, VKTR menjadi saham yang mengalami koreksi paling besar di antara sepuluh emiten tersebut.

Di posisi kedua, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mencatat penurunan sebesar 29,94 persen. Harga saham MORA berada di level Rp2.270 per saham pada akhir periode perdagangan.

Selanjutnya, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menempati urutan ketiga. Saham emiten tersebut melemah 29,55 persen hingga mencapai Rp620 per saham.

Sementara itu, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) berada di posisi keempat. Sahamnya terkoreksi 29,39 persen ke level Rp925 per saham.

PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menyusul di urutan kelima. Emiten tersebut mencatat penurunan harga sebesar 29,28 persen menjadi Rp256 per saham.

Daftar Lengkap 10 Saham yang Paling Merosot

Statistik perdagangan BEI memperlihatkan tekanan harga yang hampir merata pada sepuluh saham tersebut. Seluruh emiten dalam daftar mencatat penurunan lebih dari 28 persen selama sepekan.

Berikut daftar lengkap 10 saham dengan penurunan terbesar selama perdagangan 26-30 Oktober 2026:

  1. VKTR: PT VKTR Multi Mobilitas Tbk turun 30 persen ke Rp280 per saham.
  2. MORA: PT Ekamas Mora Republik Tbk melemah 29,94 persen ke Rp2.270 per saham.
  3. ENRG: PT Energi Mega Persada Tbk turun 29,55 persen ke Rp620 per saham.
  4. IFSH: PT Ifishdeco Tbk terkoreksi 29,39 persen ke Rp925 per saham.
  5. ASLI: PT Asri Karya Lestari Tbk melemah 29,28 persen ke Rp256 per saham.
  6. ASPI: PT Andalan Sakti Primaindo Tbk turun 29,15 persen ke Rp705 per saham.
  7. FORU: PT Fortune Indonesia Tbk terkoreksi 28,70 persen ke Rp77 per saham.
  8. PADA: PT Personel Alih Daya Tbk melemah 28,35 persen ke Rp91 per saham.
  9. BAJA: PT Saranacentral Bajatama Tbk turun 28,30 persen ke Rp152 per saham.
  10. FUTR: PT Futura Energi Global Tbk terkoreksi 28,14 persen ke Rp120 per saham.

Dari daftar tersebut, VKTR mencatat koreksi paling besar. Sebaliknya, FUTR mengalami penurunan paling kecil di antara sepuluh saham yang masuk kategori top losers.

Meski begitu, selisih penurunan antara posisi pertama dan kesepuluh relatif tipis. Seluruh saham dalam daftar mengalami tekanan harga yang cukup dalam selama satu pekan perdagangan.

IHSG Ikut Melemah 7,03 Persen dalam Sepekan

Pelemahan saham-saham tersebut berlangsung ketika pasar saham domestik menghadapi tekanan. IHSG menutup pekan perdagangan 26-30 Oktober 2026 di level 5.057.

Indeks acuan pasar saham Indonesia itu mencatat penurunan 7,03 persen dalam sepekan. Angka tersebut menunjukkan pelemahan pasar secara lebih luas selama periode perdagangan yang sama.

Namun, penurunan IHSG tidak berarti seluruh saham mengalami koreksi dengan besaran serupa. Setiap emiten memiliki pergerakan harga masing-masing sesuai aktivitas perdagangan dan kondisi perusahaannya.

Di sisi lain, daftar top losers memberikan gambaran mengenai saham-saham yang mengalami penurunan harga paling besar. Data tersebut juga memperlihatkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada satu emiten atau kelompok saham tertentu.

Investor perlu memperhatikan perbedaan antara pelemahan indeks dan penurunan harga saham individual. Sebab, kinerja sebuah saham tidak selalu bergerak searah dengan IHSG.

Investor Perlu Mencermati Risiko Saham yang Terkoreksi

Masuknya suatu emiten dalam daftar top losers tidak secara otomatis menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mengalami penurunan kinerja fundamental. Data pergerakan harga hanya menggambarkan perubahan nilai saham selama periode tertentu.

Karena itu, investor sebaiknya tidak langsung mengambil keputusan transaksi hanya berdasarkan daftar saham dengan penurunan terbesar. Pemeriksaan terhadap kondisi keuangan, keterbukaan informasi, serta perkembangan bisnis perusahaan tetap penting.

Selain itu, investor perlu mencermati volume transaksi dan pergerakan harga setelah periode koreksi. Informasi tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai aktivitas perdagangan masing-masing saham.

Bagi investor yang masih memegang saham-saham tersebut, pengelolaan risiko perlu menjadi perhatian. Penentuan batas kerugian dan evaluasi kembali alasan investasi dapat membantu mengurangi keputusan emosional ketika pasar bergerak tidak menentu.

Sementara itu, investor yang ingin memanfaatkan penurunan harga perlu melakukan analisis terlebih dahulu. Harga yang sudah turun tajam tidak selalu menjamin saham akan segera mengalami pemulihan.

Dengan demikian, daftar sepuluh saham top losers sepekan dapat menjadi salah satu bahan pemantauan pasar. Namun, investor tetap perlu menggabungkan data perdagangan dengan analisis fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan.

Pelemahan IHSG sebesar 7,03 persen serta koreksi hampir 30 persen pada sejumlah saham menjadi gambaran besarnya tekanan pasar selama pekan terakhir Oktober 2026. Perkembangan perdagangan berikutnya akan menjadi perhatian investor untuk melihat arah pergerakan pasar saham domestik.

Tag: ·

Suka berbagi informasi finansial :)