Sabtu, 31 Oktober 2026Berita Seputar Investasi Terbaru
RuangInvest.com
Berita Seputar Investasi Terbaru

10 Saham Top Gainers BEI Sepekan, MKNT Naik 83,33%

Oleh Dwi Prakoso · Oktober 31, 2026 · 2:02 pm
Daftar Isi 4 bagian

RuangInvest.com – Jakarta, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) memimpin daftar 10 saham top gainers Bursa Efek Indonesia (BEI) selama perdagangan 26–30 Oktober 2026. Saham MKNT melonjak 83,33 persen hingga mencapai harga Rp11 per saham.

Kenaikan tersebut menarik perhatian karena terjadi ketika pasar saham domestik justru mengalami tekanan cukup besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 7,03 persen sepanjang pekan perdagangan tersebut.

Berdasarkan statistik BEI yang dikutip pada Sabtu (31/10/2026), MKNT menjadi satu-satunya saham dalam daftar 10 besar top gainers yang membukukan kenaikan lebih dari 80 persen. Sementara itu, sembilan saham lainnya mencatatkan penguatan antara 17,72 persen hingga 34,75 persen.

Pergerakan ini memperlihatkan perbedaan kinerja antara sejumlah saham individual dan indeks pasar secara keseluruhan. Meskipun IHSG mengalami koreksi, beberapa emiten justru mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan selama periode tersebut.

MKNT Pimpin Top Gainers dengan Kenaikan 83,33 Persen

MKNT menempati posisi pertama dalam daftar saham dengan kenaikan harga tertinggi. Saham PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk tersebut mencatatkan penguatan 83,33 persen dan mengakhiri perdagangan pada level Rp11.

Capaian tersebut membuat MKNT unggul cukup jauh dibandingkan saham lain dalam daftar. Selisih kenaikannya mencapai 48,58 poin persentase dari saham yang menempati posisi kedua.

Posisi kedua ditempati PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX). Saham MMIX menguat 34,75 persen hingga mencapai harga Rp795.

Selanjutnya, PT Apollo Global Interactive Tbk (BOGA) berada di posisi ketiga. Saham perusahaan tersebut naik 27,78 persen dan ditutup pada harga Rp1.955.

Adapun PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menempati peringkat keempat. Saham ALKA mengalami kenaikan 26,14 persen hingga mencapai Rp5.525.

Empat saham teratas tersebut memperlihatkan variasi persentase penguatan yang cukup lebar. MKNT mencatatkan kenaikan paling tinggi, sedangkan saham pada posisi berikutnya membukukan penguatan di bawah 35 persen.

Daftar Lengkap 10 Saham Top Gainers BEI

Selain empat saham tersebut, enam emiten lainnya juga masuk dalam daftar saham dengan penguatan tertinggi selama periode perdagangan 26–30 Oktober 2026.

PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) menempati posisi kelima dengan kenaikan 25,79 persen. Saham NATO mengakhiri perdagangan pada harga Rp1.000.

Kemudian, PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) berada di peringkat keenam. Saham CBUT menguat 23,84 persen hingga mencapai Rp1.065.

Di posisi ketujuh, terdapat PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI). Saham perusahaan asuransi tersebut mencatatkan kenaikan 23,73 persen dan ditutup pada level Rp438.

Sementara itu, PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) menempati posisi kedelapan. Saham NPGF naik 20,51 persen hingga mencapai harga Rp47.

PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) menyusul pada peringkat kesembilan. Saham UNIQ menguat 19,66 persen dan berakhir pada harga Rp140.

Adapun PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) melengkapi daftar 10 besar. Saham TMPO naik 17,72 persen hingga mencapai Rp186. Persentase tersebut menjadi kenaikan terendah di antara seluruh saham dalam daftar.

Berikut daftar lengkap 10 saham top gainers BEI selama periode 26–30 Oktober 2026 berdasarkan data statistik bursa:

  1. MKNT: naik 83,33 persen ke Rp11.
  2. MMIX: naik 34,75 persen ke Rp795.
  3. BOGA: naik 27,78 persen ke Rp1.955.
  4. ALKA: naik 26,14 persen ke Rp5.525.
  5. NATO: naik 25,79 persen ke Rp1.000.
  6. CBUT: naik 23,84 persen ke Rp1.065.
  7. ASBI: naik 23,73 persen ke Rp438.
  8. NPGF: naik 20,51 persen ke Rp47.
  9. UNIQ: naik 19,66 persen ke Rp140.
  10. TMPO: naik 17,72 persen ke Rp186.

IHSG Melemah 7,03 Persen Sepanjang Pekan

Di tengah penguatan sejumlah saham tersebut, IHSG justru mencatatkan pelemahan cukup dalam. Indeks turun 7,03 persen dari posisi 5.439 pada pekan sebelumnya menjadi 5.057 pada penutupan perdagangan Jumat (30/10/2026).

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan beberapa saham tidak selalu mencerminkan arah pergerakan seluruh pasar. Sebab, IHSG mengukur kinerja berbagai saham yang tercatat di BEI, sehingga tekanan pada banyak saham dapat mendorong indeks melemah.

Selain itu, perbedaan kinerja antar-emiten menjadi perhatian investor ketika pasar mengalami volatilitas. Sejumlah saham dapat mencatatkan penguatan, sementara saham lainnya justru mengalami tekanan jual.

Penutupan IHSG di level 5.057 pada Jumat juga memperlihatkan tekanan yang berlangsung hingga akhir pekan. Dengan demikian, kenaikan saham-saham tertentu berlangsung di tengah kondisi pasar yang belum menunjukkan penguatan secara menyeluruh.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

Masuknya sebuah saham dalam daftar top gainers tidak otomatis menunjukkan bahwa saham tersebut memiliki prospek kenaikan berkelanjutan. Investor tetap perlu memperhatikan kondisi perusahaan dan karakteristik pergerakan harga sebelum mengambil keputusan transaksi.

Terlebih lagi, kenaikan harga yang sangat tinggi dalam waktu singkat dapat membuat pergerakan saham semakin menarik perhatian pelaku pasar. Namun, investor perlu mempertimbangkan risiko perubahan harga ketika momentum penguatan mulai melemah.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi perhatian sebelum membeli saham yang masuk daftar penguatan tertinggi:

  • Periksa keterbukaan informasi: investor perlu mencermati pengumuman resmi emiten dan informasi material dari BEI.
  • Perhatikan volume transaksi: aktivitas perdagangan dapat membantu investor memahami tingkat partisipasi pasar terhadap suatu saham.
  • Evaluasi kondisi perusahaan: laporan keuangan dan perkembangan bisnis tetap menjadi bahan pertimbangan penting.
  • Kelola risiko: investor perlu menyesuaikan ukuran transaksi dengan kemampuan menghadapi potensi kerugian.
  • Hindari keputusan terburu-buru: kenaikan harga dalam waktu singkat tidak menjamin saham akan terus menguat pada perdagangan berikutnya.

Selain itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat persentase kenaikan tanpa mempertimbangkan harga saham dan kondisi likuiditasnya. Setiap saham memiliki karakteristik perdagangan yang berbeda. Karena itu, analisis perlu menyesuaikan profil risiko dan strategi masing-masing investor.

Data top gainers periode 26–30 Oktober 2026 memberikan gambaran mengenai saham-saham dengan performa harga terbaik selama pekan tersebut. Namun, daftar ini hanya menunjukkan kinerja historis dalam periode tertentu dan bukan jaminan keuntungan pada masa mendatang.

Dengan demikian, MKNT menjadi saham dengan penguatan paling tinggi di BEI selama pekan perdagangan tersebut. Sementara itu, IHSG justru mengalami koreksi 7,03 persen hingga penutupan Jumat, 30 Oktober 2026.

Tag: ·

Suka berbagi informasi finansial :)