Daftar Saham yang Bagi Dividen Interim 2026, Ada BMRI, BBCA, hingga TAPG

Dwi Prakoso

Daftar Saham yang Bagi Dividen Interim 2026, Ada BMRI, BBCA, hingga TAPG
Ilustrasi: saham yang bagi dividen interim 2026

Ruanginvest.comJakarta, daftar saham yang bagi dividen interim 2026 kembali bertambah menjelang pertengahan September. Sedikitnya 17 emiten telah mengumumkan atau melaksanakan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026.

Data tersebut mencakup 21 pengumuman pembagian dividen dari 17 emiten. Beberapa perusahaan bahkan membagikan dividen interim lebih dari satu kali sepanjang tahun.

Bank Mandiri (BMRI) mencatat nilai pembagian terbesar dalam daftar tersebut. Sementara itu, Bank Central Asia (BBCA) telah dua kali membagikan dividen interim pada 2026.

Daftar Saham yang Bagi Dividen Interim 2026

Pembagian dividen interim menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian investor. Selain memberikan pembagian laba sebelum tutup buku, jadwal dividen juga menjadi bagian penting dari agenda aksi korporasi emiten.

Hingga 10 September 2026, terdapat 17 emiten yang tercatat dalam daftar. Berikut rincian dividen interim tahun buku 2026 yang telah diumumkan atau dilaksanakan:

  • PSAB: Rp30 per saham dengan total Rp793,8 miliar dan cum date 15 September 2026.
  • BMRI: Rp66 per saham dengan total Rp6,16 triliun dan cum date 15 September 2026.
  • DKFT: Rp30 per saham dengan total Rp169,15 miliar dan cum date 11 September 2026.
  • TRIS: Rp2,27 per saham dengan total Rp7,02 miliar dan cum date 9 September 2026.
  • CMRY: Rp100 per saham dengan total Rp793,47 miliar dan cum date 3 September 2026.
  • YUPI: Rp17 per saham dengan total Rp145,38 miliar dan cum date 31 Agustus 2026.
  • BBCA: Rp25 per saham dengan total Rp3,07 triliun dan cum date 28 Agustus 2026.
  • BPII: Rp3,54 per saham dengan total Rp35 miliar dan cum date 26 Agustus 2026.
  • INPP: Rp4,50 per saham dengan total Rp50,32 miliar dan cum date 20 Agustus 2026.
  • MARK: Rp20 per saham dengan total Rp76 juta dan cum date 13 Agustus 2026.
  • AMAR: Rp3,90 per saham dengan total Rp70,25 miliar dan cum date 11 Agustus 2026.
  • TAPG: Rp60 per saham dengan total Rp1,19 triliun dan cum date 11 Agustus 2026.
  • EAST: Rp2 per saham dengan total Rp8,25 miliar dan cum date 10 Agustus 2026.
  • SMDR: Rp2,50 per saham dengan total Rp40,94 miliar dan cum date 7 Agustus 2026.
  • SMSM: Rp40 per saham dengan total Rp230,35 miliar dan cum date 6 Agustus 2026.
  • AKRA: Rp50 per saham dengan total Rp1,00 triliun dan cum date 31 Juli 2026.
  • DOSS: Rp3 per saham dengan total Rp5,17 miliar dan cum date 25 Juni 2026.

Selain daftar tersebut, BBCA juga membagikan dividen interim Rp20 per saham dengan cum date 15 Juni 2026. YUPI, SMSM, dan EAST juga telah mencatat pembagian interim sebelumnya pada tahun ini.

BMRI Jadi Emiten dengan Dividen Interim Terbesar

Bank Mandiri menjadi emiten dengan nilai dividen interim terbesar dalam daftar tersebut. BMRI menetapkan dividen Rp66 per saham dengan total pembagian mencapai Rp6,16 triliun.

Investor perlu memperhatikan cum date BMRI pada 15 September 2026. Tanggal tersebut menjadi salah satu agenda penting bagi investor yang memantau pembagian dividen emiten perbankan.

Sementara itu, BBCA juga mencatat pembagian dalam jumlah besar. Bank Central Asia telah mengumumkan dua dividen interim pada 2026, masing-masing Rp20 dan Rp25 per saham.

Jika digabungkan, dua pembagian tersebut mencapai sekitar Rp5,53 triliun. Dengan demikian, BBCA menjadi salah satu emiten dengan nilai pembagian interim terbesar dalam daftar.

TAPG dan AKRA Bagikan Dividen Interim

Selain sektor perbankan, sejumlah emiten lain juga membagikan dividen interim dengan nilai cukup besar. Triputra Agro Persada (TAPG), misalnya, menetapkan dividen Rp60 per saham.

Total pembagian dividen TAPG mencapai Rp1,19 triliun. Cum date pembagian tersebut jatuh pada 11 Agustus 2026.

AKR Corporindo (AKRA) juga masuk dalam daftar emiten dengan nilai pembagian sekitar Rp1 triliun. AKRA menetapkan dividen interim Rp50 per saham dengan cum date 31 Juli 2026.

Karena itu, investor dapat mencermati sektor dan jadwal masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi. Setiap saham memiliki kondisi bisnis dan kebijakan pembagian laba yang berbeda.

Emiten Tambang Ikut Membagikan Dividen

Sektor pertambangan turut menyumbang emiten dalam daftar pembagi dividen interim 2026. J Resources Asia Pasifik (PSAB) menetapkan dividen Rp30 per saham.

Total pembagian PSAB mencapai Rp793,8 miliar. Sementara itu, Central Omega Resources (DKFT) membagikan Rp30 per saham dengan total nilai Rp169,15 miliar.

PSAB mencatat cum date pada 15 September 2026. Adapun DKFT memiliki cum date pada 11 September 2026.

Selain kedua perusahaan tersebut, investor juga dapat menemukan emiten dari sektor makanan, properti, perhotelan, perdagangan, transportasi, serta industri dalam daftar pembagian dividen interim.

Beberapa Emiten Bagikan Dividen Lebih dari Sekali

Pembagian dividen interim tidak selalu berlangsung satu kali dalam setahun. Beberapa emiten tercatat melakukan pembagian lebih dari sekali sepanjang 2026.

BBCA menjadi salah satu contohnya. Emiten perbankan tersebut mencatat dua pembagian interim, yakni Rp20 per saham pada Juni dan Rp25 per saham pada Agustus.

YUPI juga membagikan dividen interim dalam dua periode. Pembagian pertama mencapai Rp16,57 per saham dengan cum date 18 Mei 2026, lalu pembagian berikutnya mencapai Rp17 per saham dengan cum date 31 Agustus 2026.

Hal serupa terjadi pada SMSM dan EAST. SMSM membagikan Rp25 per saham pada Mei, kemudian Rp40 per saham pada Agustus. EAST juga mencatat dua pembagian dengan nilai Rp3,80 dan Rp2 per saham.

Dengan demikian, investor tidak cukup hanya melihat besaran dividen per saham. Jadwal pembagian, cum date, serta riwayat pembayaran juga perlu menjadi perhatian.

Investor Perlu Memantau Jadwal Dividen

Jadwal dividen menjadi informasi penting bagi investor yang mengejar pendapatan dari pembagian laba. Namun, investor perlu memahami bahwa hak atas dividen mengikuti ketentuan tanggal yang ditetapkan emiten.

Selain itu, besaran dividen tidak otomatis menunjukkan bahwa suatu saham cocok untuk setiap investor. Kondisi keuangan perusahaan, harga saham, prospek bisnis, dan strategi investasi tetap perlu menjadi pertimbangan.

Investor juga perlu membedakan dividen interim dari dividen final. Dividen interim dapat perusahaan bagikan sebelum perusahaan menyelesaikan seluruh proses laporan tahunan.

Pada akhirnya, daftar saham yang bagi dividen interim 2026 dapat menjadi referensi untuk memantau agenda korporasi. Investor tetap perlu melakukan analisis sendiri sebelum membeli atau menjual saham.

Daftar tersebut juga dapat berubah jika emiten lain mengumumkan pembagian dividen interim berikutnya. Karena itu, investor sebaiknya mengikuti pengumuman perusahaan dan jadwal aksi korporasi secara berkala.

FAQ Saham yang Bagi Dividen Interim 2026

Apa saham dengan nilai dividen interim terbesar dalam daftar?

BMRI mencatat nilai pembagian terbesar, yaitu Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham.

Berapa kali BBCA membagikan dividen interim pada 2026?

BBCA tercatat membagikan dividen interim dua kali pada 2026. Nilainya masing-masing Rp20 dan Rp25 per saham.

Saham apa saja yang membagikan dividen interim lebih dari sekali?

BBCA, YUPI, SMSM, dan EAST tercatat melakukan pembagian dividen interim lebih dari sekali sepanjang 2026.

Apakah investor cukup melihat dividen per saham?

Tidak. Investor juga perlu memperhatikan cum date, kondisi perusahaan, prospek bisnis, harga saham, serta strategi investasinya.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
INET Gelar Tender Wajib PADA, Bidik Tambah Kepemilikan Saham

INET Gelar Tender Wajib PADA, Bidik Tambah Kepemilikan Saham

Kunjungi Artikel