BBCA Melemah 1,53%, Net Sell Asing Capai Rp549,72 Miliar

Jaya Purnama

BBCA Melemah 1,53%, Net Sell Asing Capai Rp549,72 Miliar
Ilustrasi: BBCA Melemah 153 Net Sell Asing Capai Rp54972 Miliar

Ruanginvest.comJAKARTA, saham BBCA kembali melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Tekanan tersebut terjadi bersamaan dengan aksi jual bersih investor asing senilai Rp549,72 miliar.

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,53% menjadi Rp6.425. Dalam perdagangan tersebut, sebanyak 196,82 juta saham BBCA berpindah tangan melalui 37.354 kali transaksi dengan nilai mencapai Rp1,27 triliun.

Pergerakan saham BBCA sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah 1,33% ke level 6.589. Pelemahan pasar terjadi ketika bursa Asia berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Tekanan Pasar Global Membebani Saham BBCA

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai eskalasi ketegangan AS-Iran mendorong harga minyak Brent menembus US$100 per barel. Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan turut menekan bursa regional.

“Di dalam negeri, kehati-hatian masih terlihat akibat risiko fiskal yang dapat muncul dari tingginya harga minyak, meskipun pemerintah menyatakan kondisi APBN masih aman,” papar Pilarmas.

Tekanan terhadap saham BBCA juga berlanjut setelah sehari sebelumnya, Rabu (9/9/2026), saham Bank Central Asia anjlok 2,25%. Pada perdagangan tersebut, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp638,62 miliar.

Level Support dan Resistance BBCA

CGS International Sekuritas melihat saham BBCA masih memiliki risiko melemah pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Secara teknikal, level support pertama berada di 6.367, sedangkan support kedua terletak pada 6.308.

Meski begitu, peluang penguatan tetap terbuka. CGS International Sekuritas menempatkan resistance pertama saham BBCA pada level 6.542 dan resistance kedua di 6.658.

Level-level tersebut menjadi perhatian investor karena dapat memberikan gambaran mengenai area yang berpotensi menahan pelemahan atau membuka ruang kenaikan. Namun, pergerakan saham tetap dipengaruhi sentimen pasar domestik dan global.

Rekomendasi Buy dan Target Harga Rp9.480

Di tengah tekanan pasar, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBCA. Sekuritas tersebut menetapkan target harga sebesar Rp9.480.

Target harga itu mencerminkan valuasi price to book (P/B) sebesar 3,8 kali untuk proyeksi 2026. Sementara itu, saham BBCA saat ini diperdagangkan pada estimasi valuasi P/B 2026 sebesar 2,6 kali.

KB Valbury menilai kepercayaan pasar terhadap saham BBCA sedang menurun. Namun, valuasi saat ini dinilai membuka peluang terjadinya re-rating apabila katalis positif mulai terealisasi.

Katalis dan Risiko yang Perlu Dicermati

KB Valbury melihat pertumbuhan kredit dan imbal hasil kredit yang lebih tinggi dari perkiraan sebagai salah satu katalis bagi BBCA. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat net interest margin (NIM).

Selain itu, cost of credit (CoC) yang lebih rendah dari perkiraan dapat mendukung kinerja. Hal ini dapat terjadi apabila kebutuhan pembentukan pencadangan awal tetap terbatas dan kualitas aset terus membaik.

Perbaikan sentimen pasar domestik dan global juga menjadi faktor pendukung yang diperhitungkan. Namun, KB Valbury mengingatkan sejumlah risiko, termasuk pertumbuhan kredit dan penyesuaian imbal hasil kredit yang lebih rendah dari proyeksi.

Biaya pendanaan serta CoC yang lebih tinggi dari estimasi juga dapat menekan kinerja BCA. Risiko lain mencakup penurunan NIM yang lebih dalam dan potensi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Penulis :

Jaya Purnama

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
MSCI Soroti 7 Masalah Pasar Modal Indonesia Jelang Review 2026

MSCI Soroti 7 Masalah Pasar Modal Indonesia Jelang Review 2026

Kunjungi Artikel