RuangInvest.com, Jakarta – RLCO realisasikan dana IPO sebesar Rp57,74 miliar hingga 30 Juni 2026. Nilai tersebut setara sekitar 58 persen dari total dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang mencapai Rp105 miliar.
Informasi tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Dana yang telah digunakan sebagian besar dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional, khususnya pembelian bahan baku, sesuai dengan rencana penggunaan dana yang telah dipaparkan saat proses penawaran umum.
Sementara itu, sisa dana IPO masih tersimpan di perbankan dan akan dimanfaatkan secara bertahap hingga tahun 2027. Langkah ini menunjukkan perseroan tetap menjalankan penggunaan dana sesuai dengan target yang telah disampaikan kepada investor sejak awal pencatatan saham.
RLCO Realisasikan Dana IPO untuk Pembelian Bahan Baku
Berdasarkan laporan penggunaan dana per 30 Juni 2026, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) telah menggunakan dana sebesar Rp14 miliar untuk pembelian bahan baku.
Selain itu, perseroan juga telah menyetorkan dana sebesar Rp43,74 miliar kepada entitas anak, PT Realfood Winta Asia. Dana tersebut juga digunakan sepenuhnya untuk pembelian bahan baku guna mendukung aktivitas usaha perusahaan.
Setoran kepada entitas anak tersebut telah direalisasikan 100 persen sejak 17 April 2026. Dengan demikian, seluruh alokasi modal kepada anak usaha telah selesai sesuai rencana.
Strategi penggunaan dana yang berfokus pada pengadaan bahan baku dinilai penting untuk menjaga kelancaran produksi. Di sisi lain, langkah tersebut juga memperkuat kesiapan perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar.
Sisa Dana IPO Masih Tersimpan Hingga Target Penggunaan 2027
Meski telah menggunakan lebih dari separuh dana IPO, RLCO masih memiliki sisa dana sekitar Rp42,49 miliar atau sekitar 42 persen dari total dana bersih hasil penawaran umum.
Perseroan menyampaikan bahwa dana tersebut akan digunakan sesuai target waktu penggunaan dana yang direncanakan hingga tahun 2027. Karena itu, perusahaan belum melakukan percepatan penggunaan dana di luar rencana yang telah ditetapkan.
Saat ini, sisa dana IPO ditempatkan dalam bentuk giro pada dua bank.
Rinciannya meliputi:
- PT IBK Bank Indonesia sebesar Rp42,23 miliar.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp260,37 juta.
Penempatan dana dalam bentuk giro memberikan fleksibilitas bagi perusahaan. Selain itu, dana tetap tersedia ketika dibutuhkan untuk mendukung ekspansi maupun kebutuhan modal kerja pada periode berikutnya.
Kilas Balik IPO RLCO di Bursa Efek Indonesia
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 8 Desember 2025.
Saat debut di pasar modal, saham RLCO dibuka pada harga Rp226 per saham. Angka tersebut melonjak sekitar 34,52 persen dibandingkan harga penawaran umum sebesar Rp168 per saham.
Antusiasme investor saat IPO menunjukkan adanya optimisme terhadap prospek bisnis perseroan. Apalagi RLCO bergerak di sektor produk berbasis sarang burung walet yang memiliki pasar domestik maupun ekspor.
Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp4,76 miliar, dana hasil IPO memang telah dirancang untuk memperkuat operasional perusahaan.
Komposisi penggunaannya terdiri atas:
- 56,33 persen untuk modal kerja perseroan, terutama pembelian bahan baku sarang burung walet.
- 43,67 persen sebagai tambahan modal kepada PT Realfood Winta Asia untuk pembelian bahan baku.
Dengan realisasi penggunaan dana hingga pertengahan 2026 yang masih sesuai rencana, perusahaan menunjukkan komitmen dalam menjaga transparansi kepada investor melalui laporan berkala kepada Bursa Efek Indonesia.
Prospek RLCO bagi Investor
Bagi investor, realisasi penggunaan dana IPO yang berjalan sesuai prospektus merupakan sinyal positif. Hal ini menunjukkan manajemen menjalankan strategi bisnis secara disiplin dan sesuai komitmen yang telah disampaikan kepada publik.
Selain itu, fokus penggunaan dana untuk pembelian bahan baku mengindikasikan bahwa perusahaan tengah memperkuat kapasitas operasional. Ketersediaan bahan baku menjadi faktor penting bagi keberlangsungan produksi, terutama pada industri pengolahan sarang burung walet yang bergantung pada pasokan berkualitas.
Di sisi lain, masih tersedianya dana IPO sekitar Rp42,49 miliar memberikan ruang bagi RLCO untuk melanjutkan ekspansi hingga 2027. Dana tersebut dapat dimanfaatkan ketika kebutuhan operasional meningkat seiring pertumbuhan bisnis.
Meskipun demikian, investor tetap perlu mencermati perkembangan kinerja keuangan, pertumbuhan penjualan, margin laba, serta efektivitas penggunaan sisa dana IPO pada laporan keuangan berikutnya. Jika realisasi penggunaan dana mampu mendorong peningkatan pendapatan dan profitabilitas, maka prospek jangka menengah RLCO berpotensi semakin menarik untuk dipantau.





