Insider Borong Saham ASII, Prijono Sugiarto Tambah Investasi Rp3,2 Miliar

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – Insider borong saham ASII kembali menjadi perhatian pasar setelah Presiden Komisaris PT Astra International Tbk (ASII), Prijono Sugiarto, menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut. Transaksi pembelian dilakukan pada 23 Juni 2026 dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Aksi pembelian saham oleh petinggi perusahaan sering menjadi sorotan investor. Pasalnya, langkah tersebut kerap dianggap sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek bisnis dan kinerja emiten dalam jangka panjang.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Prijono Sugiarto membeli total 675 ribu saham ASII. Transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan investasi, sehingga meningkatkan jumlah kepemilikan saham pribadinya di Astra International.

Insider Borong Saham ASII Senilai Rp3,20 Miliar

Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada BEI, pembelian saham dilakukan dalam dua tahap. Sebanyak 300 ribu saham dibeli pada harga Rp4.789 per saham.

Sementara itu, sebanyak 375 ribu saham lainnya dibeli pada harga Rp5.692 per saham. Dengan demikian, total dana yang dikeluarkan Prijono untuk transaksi tersebut mencapai sekitar Rp3,20 miliar.

Langkah insider borong saham ASII ini terjadi di tengah pergerakan harga saham Astra International yang masih mengalami tekanan. Meski begitu, aksi pembelian oleh petinggi perusahaan menunjukkan keyakinan terhadap fundamental perseroan.

Selain itu, transaksi dilakukan secara langsung atas nama pribadi dan telah dilaporkan sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku di pasar modal Indonesia.

Kepemilikan Saham Prijono Meningkat

Setelah transaksi terbaru tersebut, jumlah kepemilikan saham ASII milik Prijono Sugiarto meningkat signifikan.

Sebelumnya, Prijono tercatat memiliki sebanyak 4.501.300 saham Astra International. Setelah membeli tambahan 675 ribu saham, total kepemilikannya naik menjadi 5.176.300 saham.

Peningkatan kepemilikan ini memperlihatkan konsistensi Prijono dalam menambah eksposur investasi pada perusahaan yang dipimpinnya sebagai Presiden Komisaris.

Di sisi lain, investor biasanya memperhatikan aktivitas pembelian saham oleh manajemen atau komisaris perusahaan. Aktivitas tersebut sering dianggap sebagai salah satu indikator kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan bisnis.

Bukan Pertama Kali pada 2026

Pembelian saham yang dilakukan pada Juni 2026 bukanlah aksi pertama Prijono sepanjang tahun ini.

Sebelumnya, pada 8 Mei 2026, ia juga melakukan pembelian saham ASII sebanyak 178 ribu lembar. Saat itu, harga pembelian tercatat sebesar Rp5.925 per saham.

Dari transaksi tersebut, Prijono mengeluarkan dana sekitar Rp1,05 miliar. Dengan tambahan pembelian pada Juni, total investasi yang digelontorkan sepanjang tahun 2026 mencapai lebih dari Rp4,2 miliar.

Rangkaian transaksi tersebut menunjukkan bahwa Prijono terus menambah kepemilikan saham ASII secara bertahap dalam beberapa bulan terakhir.

Saham ASII Ditutup Melemah

Meskipun insider borong saham ASII menjadi sentimen positif bagi sebagian investor, pergerakan saham perseroan pada perdagangan terbaru masih berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham ASII turun 0,85 persen atau terkoreksi 40 poin. Harga saham Astra International berakhir di level Rp4.640 per saham.

Penurunan tersebut terjadi seiring dinamika pasar yang masih dipengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun global. Namun, aksi beli oleh petinggi perusahaan tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Karena itu, sejumlah investor menilai langkah pembelian saham oleh komisaris dapat mencerminkan optimisme terhadap nilai jangka panjang perusahaan. Meskipun begitu, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi pasar, kinerja keuangan, serta prospek industri.

Apa Arti Pembelian Saham oleh Orang Dalam?

Aksi insider borong saham ASII dapat memberikan beberapa sinyal kepada pasar, antara lain:

  • Menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan.
  • Mengindikasikan keyakinan bahwa harga saham masih menarik.
  • Memberikan sentimen positif bagi investor ritel maupun institusi.
  • Menjadi salah satu indikator yang diperhatikan dalam analisis investasi.

Namun demikian, investor tetap disarankan untuk tidak menjadikan aktivitas insider buying sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan investasi.

Selain itu, analisis fundamental, kondisi industri, serta perkembangan ekonomi makro tetap menjadi faktor penting dalam menilai potensi suatu saham.

Dengan tambahan kepemilikan terbaru ini, Prijono Sugiarto semakin memperbesar investasinya di PT Astra International Tbk. Langkah tersebut sekaligus mempertegas keyakinannya terhadap prospek jangka panjang emiten otomotif dan konglomerasi terbesar di Indonesia tersebut.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu