Antam Dukung BUMN Ekspor dan Tata Kelola Ekspor SDA Baru

Dwi Prakoso

RuangInvest.com | Jakarta – Antam dukung BUMN Ekspor sebagai bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat tata kelola perdagangan sumber daya alam nasional. Dukungan tersebut disampaikan menyusul rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor SDA sekaligus pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ekspor melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

Langkah pemerintah tersebut menjadi perhatian pelaku industri pertambangan dan hilirisasi. Pasalnya, kebijakan baru ini diharapkan mampu meningkatkan koordinasi ekspor komoditas strategis sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Selain itu, pembentukan BUMN Ekspor dinilai dapat mendorong integrasi perdagangan nasional yang lebih efektif. Pemerintah juga menargetkan peningkatan nilai tambah sumber daya alam melalui penguatan industri hilir dalam negeri.

Antam Dukung BUMN Ekspor untuk Perkuat Hilirisasi

Corporate Secretary Division Head PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam, Wisnu Danandi Haryanto, mengatakan perusahaan memandang kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat tata kelola perdagangan komoditas strategis nasional.

Menurutnya, sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di sektor mineral dan hilirisasi, Antam mendukung langkah pemerintah yang bertujuan meningkatkan daya saing produk hilir Indonesia. Selain itu, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih terintegrasi dan efisien.

Wisnu menegaskan bahwa perseroan akan mengikuti seluruh ketentuan dan arah kebijakan pemerintah sesuai regulasi yang berlaku. Dengan demikian, implementasi kebijakan baru tersebut dapat berjalan selaras dengan strategi bisnis perusahaan.

Sementara itu, pemerintah terus mendorong penguatan tata kelola ekspor nasional agar komoditas Indonesia memiliki posisi yang lebih kuat di pasar internasional. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi yang selama ini menjadi fokus pembangunan industri nasional.

Penjualan Domestik Masih Menjadi Fokus Utama

Antam mengungkapkan bahwa saat ini perusahaan memiliki fokus kuat terhadap pemenuhan kebutuhan pasar domestik. Prioritas tersebut terutama ditujukan untuk produk hilir dan komoditas strategis nasional.

Strategi bisnis yang dijalankan perseroan saat ini berfokus pada penguatan pasar dalam negeri. Namun, perusahaan tetap membuka peluang ekspor secara selektif dan berkelanjutan sesuai kebutuhan pasar global.

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Antam dan Entitas Anak untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026, penjualan domestik mencapai Rp28,31 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 97 persen dari total penjualan bersih perusahaan.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya kontribusi pasar domestik terhadap kinerja perusahaan. Selain itu, angka tersebut mencerminkan komitmen Antam dalam mendukung penciptaan nilai tambah mineral di dalam negeri.

Kontribusi Pasar Domestik bagi Industri Nasional

Besarnya porsi penjualan dalam negeri menunjukkan bahwa hilirisasi mineral terus berkembang. Produk-produk hasil pengolahan semakin banyak diserap oleh industri nasional.

Kondisi tersebut juga memberikan dampak positif terhadap penguatan rantai pasok industri dalam negeri. Karena itu, strategi pasar domestik masih menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan perusahaan.

Momentum Positif bagi Komoditas Mineral Indonesia

Dari sisi operasional, Antam menegaskan akan terus menjaga keberlanjutan produksi dan penguatan hilirisasi. Perusahaan juga berkomitmen mengoptimalkan pasar domestik maupun global secara seimbang.

Selain itu, seluruh aktivitas usaha akan tetap dijalankan berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Pendekatan kehati-hatian bisnis juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

Ke depan, Antam melihat penguatan tata kelola ekspor nasional sebagai momentum positif bagi industri mineral Indonesia. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas nasional serta memperkuat posisi produk hilir Indonesia di pasar global.

Manfaat yang diharapkan dari kebijakan ini antara lain:

  • Meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
  • Memperkuat daya saing produk hilir di pasar internasional.
  • Mendorong integrasi perdagangan nasional yang lebih efisien.
  • Mendukung agenda industrialisasi dan hilirisasi berkelanjutan.
  • Memperkuat koordinasi ekspor komoditas strategis nasional.

Meskipun begitu, implementasi kebijakan tetap membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri. Dengan sinergi yang baik, target peningkatan nilai tambah dan daya saing nasional diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Antam dukung BUMN Ekspor sebagai bagian dari transformasi tata kelola perdagangan sumber daya alam Indonesia. Dukungan tersebut sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung hilirisasi, memperkuat pasar domestik, dan meningkatkan daya saing komoditas mineral Indonesia di tingkat global.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu