SCG Chemicals Jual Saham TPIA Rp13,7 Triliun untuk Kurangi Utang

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta — SCG Chemicals jual saham TPIA dalam jumlah besar pada awal Juni 2026. Perusahaan petrokimia asal Thailand tersebut melepas lebih dari 11,82 miliar saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) hanya dalam kurun waktu dua hari perdagangan.

Langkah tersebut membuat kepemilikan SCG Chemicals di emiten petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu turun signifikan. Porsi kepemilikan yang sebelumnya mencapai 29,38 persen kini menyusut menjadi 15,71 persen.

Meski demikian, SCG Chemicals masih menjadi salah satu pemegang saham utama TPIA. Divestasi ini merupakan bagian dari strategi korporasi yang telah diumumkan sebelumnya oleh induk usaha perusahaan, The Siam Cement Public Company Limited (SCC).

SCG Chemicals Jual Saham TPIA Lebih dari 11,8 Miliar Lembar

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Juni 2026, SCG Chemicals melepas total 11.828.773.662 saham TPIA.

Sebelum transaksi berlangsung, perusahaan tersebut tercatat memiliki 25.418.746.224 saham atau setara 29,38 persen kepemilikan. Setelah divestasi selesai dilakukan, jumlah saham yang tersisa menjadi 13.589.972.562 lembar atau sekitar 15,71 persen.

Penjualan saham dilakukan secara langsung dan seluruh transaksi ditujukan untuk kepentingan divestasi. Laporan tersebut disusun sesuai ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4 Tahun 2024 mengenai laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Meski kepemilikannya turun lebih dari separuh, SCG Chemicals masih mempertahankan posisi penting sebagai salah satu pemegang saham mayoritas di TPIA.

Rincian Transaksi Penjualan Saham TPIA

Divestasi saham dilakukan dalam tiga tahap transaksi yang berlangsung pada 4 dan 5 Juni 2026.

Berikut rincian penjualannya:

  • 4 Juni 2026: menjual 1.345.080.600 saham pada harga Rp1.396 per saham.
  • 5 Juni 2026: menjual 9.143.693.062 saham pada harga Rp962 per saham.
  • 5 Juni 2026: menjual 1.340.000.000 saham pada harga Rp1.379 per saham.

Volume transaksi yang sangat besar tersebut menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2026.

Sementara itu, penjualan dilakukan melalui mekanisme pasar reguler dan pasar negosiasi atau transaksi big lot di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah ini menarik perhatian pelaku pasar karena melibatkan salah satu pemegang saham strategis TPIA yang telah lama berinvestasi di perusahaan tersebut.

Dana Divestasi Capai Rp13,7 Triliun

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan SCC kepada Bursa Efek Thailand pada 5 Juni 2026, disebutkan bahwa SCG Chemicals berhasil memperoleh dana sekitar 24,9 miliar baht Thailand.

Nilai tersebut setara dengan kurang lebih Rp13,7 triliun berdasarkan kurs yang berlaku saat ini. Dana hasil penjualan saham akan digunakan untuk mendukung strategi keuangan perusahaan ke depan.

SCC juga menegaskan bahwa transaksi ini tidak akan memberikan dampak terhadap laporan laba rugi perusahaan. Namun, efek transaksi tetap akan tercermin dalam laporan posisi keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Alasan SCG Chemicals Melepas Saham TPIA

Manajemen SCC menjelaskan bahwa proses divestasi dilakukan secara bertahap. Keputusan tersebut diambil karena jumlah saham yang akan dijual sangat besar dibandingkan likuiditas perdagangan harian TPIA di Bursa Efek Indonesia.

Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan kondisi pasar modal Indonesia agar nilai transaksi yang diperoleh tetap optimal.

Untuk mendukung proses tersebut, SCG Chemicals menggandeng berbagai pihak profesional, antara lain:

  • Penasihat keuangan independen.
  • Perusahaan penilai independen.
  • Sejumlah perusahaan sekuritas atau broker.
  • Investor potensial yang berminat terhadap saham TPIA.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berharap dapat memperoleh harga terbaik sekaligus menjaga stabilitas transaksi di pasar.

Fokus Kurangi Utang dan Perkuat Bisnis Inti

Menurut SCC, keputusan SCG Chemicals jual saham TPIA sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan yang berfokus pada pengurangan tingkat utang atau deleveraging.

Selain memperbaiki struktur permodalan, dana hasil divestasi akan dialokasikan ke berbagai proyek strategis yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih tinggi.

Salah satu proyek utama yang menjadi fokus adalah peningkatan penggunaan bahan baku etana di kompleks petrokimia Long Son yang berlokasi di Vietnam. Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing bisnis petrokimia perusahaan.

Di sisi lain, SCC juga berencana mengarahkan modal ke sejumlah proyek strategis lain yang mendukung pertumbuhan bisnis inti perusahaan dalam jangka panjang.

Setelah transaksi selesai, kepemilikan SCG Chemicals sebesar 15,71 persen di TPIA akan tetap dipertahankan dan diklasifikasikan sebagai investasi lainnya. Karena itu, hubungan investasi antara kedua perusahaan masih akan berlanjut meskipun porsi kepemilikannya kini jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

Aksi SCG Chemicals jual saham TPIA ini menjadi salah satu langkah korporasi penting di kawasan Asia Tenggara. Selain menunjukkan upaya perusahaan memperkuat kondisi keuangan, transaksi tersebut juga mencerminkan strategi pengelolaan aset yang semakin selektif di tengah dinamika industri petrokimia global.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu