Saham Grup Barito Melonjak Jelang Rebalancing MSCI

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – Saham Grup Barito melonjak tajam menjelang efektifnya rebalancing indeks MSCI pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026). Kenaikan tersebut terjadi meski sejumlah saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu dipastikan keluar dari MSCI Global Standard Index.

Pergerakan saham Grup Barito menjadi perhatian pelaku pasar sejak awal perdagangan. Investor memburu sejumlah saham yang sebelumnya mengalami tekanan jual cukup dalam akibat sentimen keluarnya emiten dari indeks MSCI.

Selain itu, aksi rebound saham-saham Grup Barito terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar menjelang akhir Mei 2026. Investor institusi diketahui mulai melakukan penyesuaian portofolio seiring implementasi hasil review MSCI terbaru.

Saham Grup Barito Melonjak Serentak

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.26 WIB, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melonjak hingga auto rejection atas (ARA) sebesar 25 persen ke level Rp3.300 per saham.

Nilai transaksi BREN mencapai Rp877 miliar dengan volume perdagangan menyentuh 265,9 juta saham. Lonjakan tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di pasar reguler pada perdagangan pagi.

Sementara itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga melesat signifikan. Saham CUAN naik 24,75 persen ke level Rp630 per saham dan ikut menyentuh batas ARA.

Penguatan juga terjadi pada saham-saham Grup Barito lainnya. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 5 persen ke level Rp1.995 per saham. Di sisi lain, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 16,58 persen menjadi Rp4.360.

Tidak hanya itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turut melesat 18,97 persen ke posisi Rp1.850. Sedangkan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 11,26 persen menjadi Rp840 per saham.

Kenaikan serentak tersebut menunjukkan adanya aksi bargain hunting setelah sebelumnya saham-saham Grup Barito mengalami tekanan jual cukup besar.

Dampak Rebalancing MSCI terhadap Pasar

MSCI sebelumnya mengumumkan hasil review indeks Mei 2026 pada 13 Mei 2026. Perubahan itu akan efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan mulai berlaku pada 1 Juni 2026.

Dalam review tersebut, sejumlah saham Indonesia resmi keluar dari MSCI Global Standard Index. Saham-saham yang dikeluarkan meliputi AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.

Namun, tidak ada saham baru dari Indonesia yang masuk ke dalam indeks tersebut. Kondisi ini dinilai menjadi sentimen negatif tersendiri bagi pasar domestik.

Di sisi lain, MSCI Small Cap Index hanya kedatangan satu saham baru dari Indonesia, yakni AMRT yang mengalami penurunan peringkat dari indeks utama.

Sementara itu, sejumlah saham lain juga dikeluarkan dari MSCI Small Cap Index. Daftar tersebut meliputi ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, hingga TAPG.

Analis Soroti Potensi Volatilitas Pasar

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, saham yang keluar dari indeks MSCI berpotensi mengalami tekanan jual akibat aksi rebalancing fund asing dan exchange traded fund (ETF) berbasis MSCI.

Selain itu, volatilitas pasar diperkirakan meningkat menjelang implementasi hasil review MSCI. Investor institusi biasanya melakukan penyesuaian portofolio dalam jumlah besar menjelang tanggal efektif.

Aksi Rebound Jadi Sorotan

Meski begitu, penguatan saham Grup Barito menunjukkan adanya peluang technical rebound setelah koreksi tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Analis menilai investor jangka pendek mulai memanfaatkan momentum penurunan harga untuk melakukan akumulasi. Karena itu, saham-saham yang sebelumnya tertekan justru mengalami lonjakan signifikan.

Namun, pelaku pasar tetap diminta mencermati volatilitas tinggi. Pergerakan saham diperkirakan masih sensitif terhadap aliran dana asing dan sentimen global.

Selain faktor MSCI, pasar juga masih memperhatikan kondisi ekonomi global, arah suku bunga Amerika Serikat, serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Jadwal Review MSCI Berikutnya

BRI Danareksa Sekuritas mencatat jadwal review MSCI berikutnya akan diumumkan pada 12 Agustus 2026. Adapun perubahan hasil review tersebut akan efektif berlaku mulai 1 September 2026.

Investor diperkirakan kembali mencermati peluang emiten Indonesia masuk maupun keluar dari indeks MSCI pada review berikutnya. Sebab, perubahan komposisi indeks global sering memengaruhi arus modal asing di pasar saham domestik.

Karena itu, saham Grup Barito melonjak pada perdagangan hari ini menjadi salah satu fenomena yang menarik perhatian pelaku pasar. Meskipun keluar dari indeks MSCI, saham-saham tersebut justru berhasil mencatat penguatan signifikan dan memimpin kenaikan di Bursa Efek Indonesia.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu