RuangInvest.com, Jakarta – Saham BREN prospektif kembali menjadi sorotan setelah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menegaskan komitmennya untuk mempercepat ekspansi kapasitas pembangkit energi terbarukan dalam beberapa tahun ke depan.
Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas terpasang dari 989 MW menjadi sekitar 2,3 GW hingga 2,8 GW. Target tersebut menunjukkan agresivitas BREN dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama energi bersih di Indonesia.
Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional dan percepatan transisi energi, langkah ekspansi yang dijalankan BREN dinilai mampu membuka ruang pertumbuhan yang signifikan. Sejumlah analis bahkan melihat prospek perusahaan tetap menarik meski harga saham sempat mengalami tekanan dalam jangka pendek.
Saham BREN Prospektif Berkat Ekspansi Kapasitas Besar
PT Barito Renewables Energy Tbk terus menjalankan strategi pertumbuhan melalui kombinasi optimalisasi aset eksisting, pengembangan proyek panas bumi baru, serta ekspansi ke sektor energi angin.
Salah satu pencapaian penting adalah rampungnya penambahan kapasitas pada pembangkit listrik Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2 pada Maret 2026. Melalui anak usaha Star Energy Geothermal, perusahaan siap mengoperasikan kapasitas panas bumi hingga 1 GW pada akhir 2026.
Tim Riset PT Henan Putihrai Sekuritas menilai posisi dominan BREN memberikan fondasi yang kuat untuk menangkap pertumbuhan permintaan listrik berbasis energi bersih di Indonesia.
Dalam laporan riset bertajuk BREN: Indonesia’s Largest Geothermal Player, BREN disebut sebagai operator panas bumi terbesar di Indonesia. Saat ini perusahaan mengoperasikan kapasitas panas bumi sebesar 910 MW yang berlokasi di Jawa Barat.
Kapasitas tersebut mewakili sekitar 38 persen pangsa pasar panas bumi nasional. Angka ini memperlihatkan besarnya peran BREN dalam mendukung pasokan energi terbarukan di Indonesia.
Didukung Aset Berkualitas dan Kontrak Jangka Panjang
Henan Sekuritas menilai portofolio aset yang dimiliki BREN tergolong berkualitas tinggi. Selain itu, perusahaan memiliki kontrak jangka panjang dengan PT PLN (Persero), sehingga mampu menghasilkan arus pendapatan yang relatif stabil.
Karakteristik bisnis panas bumi yang beroperasi sebagai pembangkit baseload juga menjadi keunggulan tersendiri. Pembangkit jenis ini mampu menghasilkan listrik secara konsisten sepanjang waktu.
Sementara itu, faktor kapasitas yang tinggi dan struktur tarif yang telah diatur turut memberikan perlindungan terhadap fluktuasi ekonomi. Dengan kondisi tersebut, BREN dinilai memiliki ketahanan laba yang kuat.
Tim riset menyebut perusahaan berada pada posisi yang sangat diuntungkan dalam proses transisi energi nasional. Selain itu, peta jalan pengembangan kelistrikan selama sepuluh tahun ke depan yang disusun PLN membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar bagi pengembang energi terbarukan.
Peluang Pertumbuhan Energi Terbarukan
Beberapa faktor yang dinilai mendukung pertumbuhan BREN antara lain:
- Ekspansi kapasitas panas bumi yang berkelanjutan.
- Pengembangan proyek geothermal baru.
- Diversifikasi ke proyek energi angin.
- Kenaikan kebutuhan listrik nasional.
- Dukungan kebijakan transisi energi pemerintah.
- Kontrak jangka panjang yang menghasilkan pendapatan stabil.
Karena itu, perusahaan memiliki peluang untuk terus meningkatkan kontribusi dalam sektor energi hijau nasional.
Proyeksi Laba Tumbuh Kuat Hingga 35,7 Persen
Selain ekspansi kapasitas, prospek pertumbuhan laba juga menjadi alasan mengapa saham BREN prospektif di mata analis.
Tim Riset Henan Sekuritas memperkirakan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau PATMI dapat tumbuh dengan tingkat CAGR mencapai 35,7 persen dalam beberapa tahun mendatang.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh penambahan kapasitas produksi serta leverage operasional yang kuat. Di sisi lain, basis pendapatan kontraktual dengan margin tinggi turut memperkuat potensi peningkatan profitabilitas perusahaan.
BREN juga mendapatkan dukungan dari Barito Group yang memiliki kekuatan finansial dan operasional. Dukungan tersebut dinilai mampu memperkuat fondasi bisnis selama perusahaan menjalankan fase ekspansi agresif.
Meskipun begitu, tekanan terhadap harga saham yang terjadi belakangan ini dinilai lebih dipengaruhi faktor teknikal dibandingkan penurunan kualitas fundamental perusahaan.
Henan Sekuritas Rekomendasikan Buy untuk BREN
Henan Sekuritas menilai aksi jual yang terjadi akibat penyesuaian indeks MSCI maupun indeks domestik tidak mencerminkan penurunan kualitas bisnis perusahaan.
Sebaliknya, kondisi tersebut dipandang sebagai peluang bagi investor untuk mengoleksi saham perusahaan energi terbarukan berkualitas dengan valuasi yang lebih menarik.
Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, Henan Sekuritas memberikan rekomendasi Buy untuk saham BREN dengan target harga sebesar Rp3.890 per saham.
Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan atau upside sekitar 63,4 persen dibandingkan harga penutupan perdagangan pada 25 Mei 2026 yang berada di level Rp2.380 per saham.
Menurut tim riset, target harga tersebut didasarkan pada prospek pertumbuhan kapasitas yang signifikan, kualitas aset panas bumi yang tinggi, serta posisi strategis BREN dalam mendukung transisi energi Indonesia.
Dengan kapasitas panas bumi mencapai 910 MW dan penguasaan sekitar 38 persen pasar nasional, BREN dinilai memiliki modal kuat untuk mempertahankan kepemimpinan di sektor energi terbarukan. Selain itu, ekspansi yang tengah berjalan berpotensi menjadi katalis utama pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.





