Rights Issue BNBR Rp53 per Saham, Potensi Dilusi Capai 34 Persen

Dwi Prakoso

RuangInvest.com – Jakarta – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) resmi menetapkan harga pelaksanaan rights issue BNBR sebesar Rp53 per saham. Keputusan tersebut menjadi perhatian investor karena aksi korporasi ini berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga 34,15 persen bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya.

Rights issue BNBR dilakukan melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Dalam skema tersebut, perseroan menawarkan rasio 27:14. Artinya, setiap pemegang 27 saham lama berhak membeli 14 saham baru dengan harga pelaksanaan yang telah ditentukan.

Melalui aksi korporasi ini, BNBR akan menerbitkan sekitar 89,9 miliar saham baru. Dengan jumlah tersebut, perusahaan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp4,8 triliun. Dana hasil rights issue BNBR nantinya akan digunakan untuk kebutuhan pendanaan anak usaha hingga modal kerja perseroan.

Rights Issue BNBR Berpotensi Himpun Dana Rp4,8 Triliun

Manajemen BNBR menjelaskan sebagian besar dana hasil rights issue akan disalurkan kepada anak usaha perseroan, yakni PT Bakrie Toll Indonesia. Nilai pinjaman yang akan diberikan mencapai sekitar Rp4,4 triliun.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran kewajiban kepada Hartman International Pte Ltd dan PT Bank Nationalnobu Tbk. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan sekaligus mengurangi tekanan utang di tingkat anak usaha.

Sementara itu, sisa dana hasil rights issue BNBR akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan belanja modal atau capital expenditure (capex). Beberapa entitas anak usaha perseroan disebut akan memperoleh alokasi dana guna mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis.

Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam menjaga likuiditas di tengah dinamika industri. Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas keuangan perusahaan dalam jangka panjang.

Jadwal Pelaksanaan Rights Issue BNBR

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Senin (25/5/2026), BNBR juga mengumumkan jadwal pelaksanaan rights issue. Investor perlu mencermati tahapan penting agar tidak kehilangan hak HMETD yang dimiliki.

Berikut jadwal rights issue BNBR:

  • Cum rights di pasar reguler dan pasar negosiasi: 24 Juni 2026
  • Perdagangan HMETD: 30 Juni hingga 13 Juli 2026
  • Periode pelaksanaan HMETD: 30 Juni hingga 13 Juli 2026

Jadwal tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena akan menentukan hak investor dalam memperoleh saham baru perseroan. Karena itu, pemegang saham perlu memperhatikan tanggal cum rights agar tetap tercatat sebagai penerima HMETD.

Bakrie Capital Indonesia Jadi Pembeli Siaga

Dalam aksi korporasi ini, pemegang saham pengendali BNBR, Port Fraser International Ltd, akan mengalihkan seluruh hak HMETD miliknya kepada PT Bakrie Capital Indonesia.

Selain menerima pengalihan hak, Bakrie Capital Indonesia juga bertindak sebagai pembeli siaga dalam rights issue BNBR. Peran tersebut penting untuk memastikan pelaksanaan aksi korporasi berjalan optimal dan target penghimpunan dana dapat tercapai.

Kehadiran pembeli siaga biasanya memberi sentimen positif bagi pasar. Sebab, hal itu menunjukkan adanya komitmen dari pihak terafiliasi untuk mendukung keberhasilan rights issue.

Dampak Dilusi Jadi Sorotan Investor

Meski berpotensi memperkuat struktur pendanaan perseroan, rights issue BNBR juga memunculkan risiko dilusi bagi investor lama. Perseroan menyebutkan potensi dilusi dapat mencapai 34,15 persen bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan hak HMETD.

Dilusi terjadi karena jumlah saham beredar meningkat signifikan setelah penerbitan saham baru. Akibatnya, persentase kepemilikan investor yang tidak menebus HMETD akan berkurang.

Namun, di sisi lain, rights issue sering digunakan perusahaan untuk memperbaiki kondisi keuangan dan mendukung ekspansi usaha. Jika penggunaan dana berjalan efektif, langkah tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan ke depan.

Investor juga cenderung memperhatikan efektivitas penggunaan dana hasil rights issue BNBR. Fokus utama pasar saat ini tertuju pada kemampuan perseroan mengelola utang dan meningkatkan performa bisnis anak usaha setelah tambahan pendanaan diperoleh.

Selain itu, perkembangan proyek dan strategi bisnis PT Bakrie Toll Indonesia juga diperkirakan menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen investor terhadap saham BNBR dalam beberapa waktu mendatang.

Dengan nilai penghimpunan dana yang besar, rights issue BNBR menjadi salah satu aksi korporasi yang cukup menyita perhatian pasar modal Indonesia pada 2026. Pelaku pasar kini menunggu respons investor terhadap penawaran saham baru tersebut serta dampaknya terhadap pergerakan saham BNBR di Bursa Efek Indonesia.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu