JAKARTA – RuangInvest.com – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menyiapkan langkah baru untuk memperluas kegiatan usahanya. Emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Hashim Djojohadikusumo tersebut berencana menambah kegiatan usaha konstruksi sentral telekomunikasi.
Rencana tersebut berkaitan dengan penambahan bidang usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 42206. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat bisnis yang berkaitan dengan infrastruktur telekomunikasi.
Rencana usaha baru tersebut menarik perhatian karena WIFI selama ini terus memperluas bisnis di sektor infrastruktur digital. Perusahaan juga tengah mengembangkan jaringan telekomunikasi, termasuk jaringan serat optik dan layanan konektivitas berbasis teknologi nirkabel.
WIFI Bidik Konstruksi Telekomunikasi
Penambahan kegiatan usaha konstruksi telekomunikasi menjadi salah satu rencana strategis Solusi Sinergi Digital. Melalui KBLI 42206, perusahaan akan memiliki ruang usaha yang lebih luas dalam bidang konstruksi sentral telekomunikasi.
Kegiatan tersebut berkaitan erat dengan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung jaringan komunikasi. Infrastruktur semacam ini menjadi bagian penting dalam memastikan layanan internet dapat berjalan secara optimal.
Bagi perusahaan yang sedang melakukan ekspansi jaringan, kemampuan untuk masuk lebih jauh ke sektor konstruksi juga dapat memberikan fleksibilitas. Selain itu, langkah tersebut berpotensi mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur yang semakin meningkat.
WIFI sebelumnya juga telah menunjukkan fokus yang kuat pada pengembangan infrastruktur telekomunikasi. Laporan keuangan perusahaan menunjukkan adanya aset dalam penyelesaian untuk segmen telekomunikasi dengan nilai yang besar.
Pada kuartal I 2026, aset dalam penyelesaian untuk project equipment telekomunikasi tercatat sekitar Rp2,45 triliun. Proyek tersebut diperkirakan selesai pada Desember 2026.
Ekspansi Infrastruktur Digital Terus Berjalan
Rencana konstruksi telekomunikasi tersebut tidak berdiri sendiri. WIFI sebelumnya telah memperluas bisnisnya melalui pengembangan jaringan serat optik dan layanan konektivitas internet.
Perusahaan juga memiliki agenda ekspansi yang berkaitan dengan layanan Fixed Wireless Access (FWA). Salah satu pengembangan tersebut dilakukan melalui layanan Internet Rakyat atau IRA.
Layanan tersebut menggunakan teknologi 5G FWA pada frekuensi 1,4 GHz. Pada 2026, layanan IRA mulai memasuki tahap komersialisasi setelah mendapatkan sertifikasi Uji Laik Operasi.
Menurut laporan riset NH Korindo Sekuritas Indonesia, anak usaha WIFI, PT Telemedia Komunikasi Pratama, telah memulai monetisasi layanan FWA Internet Rakyat pada 2026. Hingga pertengahan Maret 2026, layanan tersebut disebut telah memperoleh lebih dari 200 ribu pelanggan di lebih dari 236 site di Jawa.
Manajemen juga memberikan target pembangunan hingga 5.500 site sampai Desember 2026. Setiap site ditargetkan dapat menjangkau sekitar 700 hingga 900 orang.
Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan infrastruktur telekomunikasi yang cukup besar. Karena itu, rencana memperluas kegiatan usaha ke konstruksi sentral telekomunikasi menjadi relevan dengan arah ekspansi perusahaan.
Infrastruktur Menjadi Kunci Bisnis WIFI
Perkembangan bisnis telekomunikasi membuat kebutuhan terhadap infrastruktur digital terus meningkat. Jaringan serat optik, perangkat telekomunikasi, pusat jaringan, hingga infrastruktur akses menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut.
WIFI sendiri telah mencatat perkembangan signifikan pada segmen telekomunikasi. Berdasarkan laporan riset NH Korindo Sekuritas Indonesia, pendapatan segmen telekomunikasi perusahaan pada 2025 mencapai sekitar Rp1,21 triliun.
Angka tersebut meningkat 329,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh perkembangan bisnis Fiber to the Home (FTTH).
Sementara itu, laporan keuangan 2025 juga menunjukkan nilai aset dalam penyelesaian untuk project equipment telekomunikasi mencapai sekitar Rp2,43 triliun. Sebagian proyek jaringan serat optik yang sebelumnya ditargetkan selesai pada 2025 kemudian dijadwalkan selesai pada 2026.
Dengan demikian, pengembangan kegiatan konstruksi telekomunikasi dapat menjadi pelengkap bagi bisnis utama perusahaan. Terlebih, kebutuhan pembangunan jaringan diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan pelanggan internet.
Peluang dari Pertumbuhan Internet Nasional
Pertumbuhan konsumsi data masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendorong pembangunan jaringan telekomunikasi. Aktivitas seperti streaming, perdagangan digital, layanan pemerintahan, pendidikan, hingga pekerjaan jarak jauh membutuhkan koneksi internet yang semakin stabil.
Di sisi lain, pemerataan akses internet masih menjadi tantangan. Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi memiliki kebutuhan kapasitas jaringan yang besar. Sementara itu, daerah yang belum terjangkau jaringan kabel membutuhkan pendekatan teknologi berbeda.
Teknologi FWA menjadi salah satu alternatif untuk memperluas akses internet. Layanan tersebut dapat menghubungkan pelanggan tanpa harus menarik kabel serat optik langsung hingga setiap rumah.
Namun, pembangunan jaringan FWA tetap membutuhkan infrastruktur pendukung. Karena itu, kemampuan perusahaan dalam mengembangkan dan membangun infrastruktur telekomunikasi dapat menjadi faktor penting dalam mempercepat ekspansi.
WIFI juga sebelumnya memperluas langkah bisnis ke Ibu Kota Nusantara atau IKN. Perusahaan menjalin kerja sama dengan PT Bina Karya untuk mendukung perencanaan, pembangunan, dan pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan jaringan serat optik, broadband, FWA, dan berbagai solusi digital. Langkah ini memperlihatkan bahwa arah bisnis WIFI semakin dekat dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur digital berskala besar.
Apa Dampaknya bagi Bisnis WIFI?
Penambahan kegiatan konstruksi sentral telekomunikasi dapat memberikan beberapa peluang bagi perusahaan. Meski demikian, dampaknya terhadap kinerja keuangan tetap bergantung pada realisasi proyek dan kemampuan perusahaan menjalankan ekspansi.
Beberapa potensi yang dapat muncul antara lain:
- Memperluas sumber kegiatan usaha perusahaan.
- Mendukung pembangunan jaringan telekomunikasi milik perusahaan.
- Membuka peluang pengerjaan proyek infrastruktur digital.
- Meningkatkan fleksibilitas dalam pengembangan jaringan.
- Memperkuat posisi perusahaan di sektor infrastruktur telekomunikasi.
- Mendukung ekspansi layanan internet berbasis FTTH dan FWA.
Namun, ekspansi infrastruktur juga membutuhkan modal yang besar. Pembangunan jaringan telekomunikasi melibatkan kebutuhan perangkat, konstruksi, pemeliharaan, serta biaya operasional.
Karena itu, investor perlu melihat rencana usaha baru tersebut bersama perkembangan kinerja perusahaan. Pertumbuhan pendapatan saja belum cukup untuk menggambarkan keberhasilan ekspansi.
Kemampuan perusahaan menjaga arus kas, menyelesaikan proyek tepat waktu, dan meningkatkan pemanfaatan jaringan juga menjadi faktor penting.
Strategi Jangka Panjang Perusahaan
Rencana masuk ke konstruksi sentral telekomunikasi menunjukkan upaya WIFI membangun ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi. Perusahaan tidak hanya berfokus pada penyediaan konektivitas, tetapi juga memperkuat sisi infrastrukturnya.
Strategi tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia terhadap jaringan digital yang lebih luas. Apalagi, pemerintah dan pelaku industri terus mendorong pemerataan akses internet di berbagai wilayah.
Sementara itu, ekspansi FTTH dan FWA memberikan peluang pertumbuhan dari dua sisi. FTTH dapat melayani kebutuhan koneksi berbasis kabel. FWA dapat menjadi alternatif untuk wilayah yang lebih sulit dijangkau jaringan kabel.
Dengan tambahan kegiatan konstruksi telekomunikasi, WIFI berpeluang memiliki ruang yang lebih besar untuk mendukung pembangunan infrastrukturnya sendiri maupun proyek terkait lainnya.
Meski begitu, realisasi rencana tersebut tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan. Pasar akan melihat bagaimana perusahaan menjalankan kegiatan usaha baru tersebut dan seberapa besar kontribusinya terhadap pendapatan.
Bagi investor, perkembangan proyek telekomunikasi, pertumbuhan pelanggan, kebutuhan belanja modal, serta kondisi arus kas menjadi indikator penting. Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, arah ekspansi WIFI dapat dinilai secara lebih menyeluruh.
Pada akhirnya, rencana konstruksi telekomunikasi menjadi bagian dari langkah perusahaan memperkuat bisnis infrastruktur digital. Jika dijalankan dengan baik, kegiatan tersebut dapat mendukung ekspansi jaringan sekaligus memperbesar peluang WIFI dalam industri telekomunikasi nasional.





