Stock Split RAJA 1:5, Saham Jadi Lebih Terjangkau bagi Investor

Dwi Prakoso

Ilustrasi stock split RAJA rasio 1:5 yang membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel.

RuangInvest.com, Jakarta – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) meminta persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan Stock Split RAJA dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa, 23 Juni 2026. Langkah ini dilakukan melalui pemecahan nilai nominal saham dengan rasio 1:5.

Aksi korporasi tersebut menjadi salah satu strategi perseroan untuk meningkatkan daya tarik saham di pasar. Dengan harga saham yang telah mencapai level relatif tinggi, perusahaan menilai perlu adanya penyesuaian agar saham lebih mudah dijangkau oleh investor, khususnya investor ritel.

Selain itu, manajemen berharap kebijakan ini dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham RAJA di Bursa Efek Indonesia. Semakin terjangkaunya harga saham dinilai dapat membuka peluang masuknya investor baru ke dalam basis pemegang saham perseroan.

Stock Split RAJA Ubah Nilai Nominal Saham

Dalam prospektus yang diterbitkan pada Selasa (23/6/2026), perseroan menjelaskan bahwa pemecahan saham akan dilakukan dengan rasio 1:5. Saat ini, RAJA memiliki sebanyak 4.227.082.500 saham yang telah diterbitkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan nilai nominal Rp25 per saham.

Setelah Stock Split RAJA efektif dilaksanakan, nilai nominal saham akan berubah menjadi Rp5 per saham. Sementara itu, jumlah saham yang beredar akan meningkat lima kali lipat menjadi 21.135.412.500 saham.

Meski jumlah saham bertambah, aksi ini tidak mengubah nilai investasi maupun kepemilikan pemegang saham secara proporsional. Stock split hanya membagi saham menjadi jumlah yang lebih banyak dengan nilai nominal yang lebih kecil.

Harga Saham Teoritis Setelah Stock Split

Manajemen RAJA menjelaskan bahwa berdasarkan harga penutupan saham pada 3 Juni 2026, harga saham setelah stock split secara teoritis berada di kisaran Rp660 per saham.

Dengan harga tersebut, satu lot saham RAJA diperkirakan dapat dibeli dengan dana sekitar Rp66.000. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan sebelum pelaksanaan stock split.

“Jika stock split menjadi efektif, secara teoritis saham Perseroan akan diperdagangkan pada harga Rp660 per saham berdasarkan harga penutupan saham Perseroan pada 3 Juni 2026, sehingga 1 lot saham Perseroan dapat dibeli dengan nilai Rp66.000,” tulis manajemen dalam prospektus perusahaan.

Penurunan harga per lembar saham ini diharapkan membuat saham RAJA lebih mudah diakses oleh investor individu yang memiliki modal terbatas.

Jadwal Perdagangan Saham Baru

Perseroan juga telah menyampaikan jadwal pelaksanaan aksi korporasi tersebut kepada investor.

Tahapan Pelaksanaan Stock Split

  • Saham dengan nilai nominal lama diperdagangkan hingga 15 Juli 2026.
  • Masa penyesuaian administrasi dilakukan setelah tanggal perdagangan terakhir saham lama.
  • Saham dengan nilai nominal baru mulai diperdagangkan pada 20 Juli 2026.
  • Jumlah saham beredar meningkat menjadi 21,13 miliar saham setelah stock split efektif.

Investor perlu memperhatikan jadwal tersebut agar tidak mengalami kebingungan selama masa transisi perdagangan saham.

Alasan RAJA Melakukan Stock Split

Manajemen menyebut harga saham RAJA telah berada pada level yang relatif tinggi. Berdasarkan harga penutupan per 12 Mei 2026, saham RAJA tercatat berada di level Rp4.170 per saham.

Dengan harga tersebut, nilai investasi minimum untuk membeli satu lot saham mencapai sekitar Rp417.000. Angka itu dinilai cukup tinggi bagi sebagian investor ritel yang ingin mulai berinvestasi di pasar modal.

Karena itu, perseroan memutuskan mengajukan Stock Split RAJA guna meningkatkan keterjangkauan harga saham. Selain membuat harga per lot menjadi lebih murah, langkah ini juga berpotensi meningkatkan frekuensi transaksi di pasar.

Di sisi lain, semakin banyaknya investor yang dapat mengakses saham RAJA diharapkan mampu memperkuat likuiditas perdagangan harian. Likuiditas yang baik umumnya menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor saat memilih saham.

Potensi Dampak bagi Investor

Stock split sering kali menjadi aksi korporasi yang mendapat perhatian pelaku pasar. Meskipun tidak menambah nilai fundamental perusahaan secara langsung, aksi ini dapat meningkatkan minat investor karena harga saham menjadi lebih terjangkau.

Beberapa potensi manfaat dari Stock Split RAJA antara lain:

  • Memperluas basis investor ritel.
  • Meningkatkan likuiditas perdagangan saham.
  • Menurunkan nilai investasi minimum per lot.
  • Meningkatkan daya tarik saham di pasar.
  • Mempermudah investor baru untuk mulai berinvestasi.

Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan kinerja fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi. Harga saham yang lebih murah setelah stock split tidak otomatis menjamin kenaikan harga di masa mendatang.

Dengan rencana stock split rasio 1:5 ini, RAJA berharap dapat menciptakan perdagangan saham yang lebih aktif dan menarik minat investor yang lebih luas. Jika mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB, saham RAJA dengan nilai nominal baru akan mulai diperdagangkan pada 20 Juli 2026.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu