RuangInvest.com, Jakarta – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) resmi merampungkan Smelter Tembaga AMMN yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Penyelesaian proyek strategis tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan menuju industri pertambangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Penyelesaian proyek ditandai dengan penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) antara AMMAN dan China Nonferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. (NFC) di kantor pusat NFC di Beijing, China, pada 18 Juli 2026.
Meskipun fasilitas tersebut telah beroperasi selama lebih dari satu tahun, penandatanganan PAC memastikan seluruh proses konstruksi, komisioning, hingga pengujian jaminan kinerja telah selesai sesuai dengan ketentuan kontrak. Dengan demikian, smelter resmi memasuki fase operasi jangka panjang.
Smelter Tembaga AMMN Resmi Masuki Operasi Jangka Panjang
Penandatanganan PAC menjadi bukti bahwa seluruh pekerjaan konstruksi dan penyelesaian item-item punch list telah diselesaikan sepenuhnya. Selain itu, fasilitas ini juga telah berhasil memenuhi seluruh performance guarantee test yang dipersyaratkan dalam kontrak kerja sama.
Presiden Direktur AMMAN, Arief Sidarto, mengatakan penyelesaian proyek tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat selama proses pembangunan hingga komisioning.
Menurutnya, rampungnya smelter menjadi pencapaian penting yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda hilirisasi nasional. Ia juga berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing industri pengolahan mineral Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Sementara itu, Chairman NFC, Liu Yu, menilai keberhasilan proyek ini mencerminkan kuatnya kolaborasi internasional dalam membangun industri pengolahan mineral berskala besar yang menghasilkan nilai tambah tinggi bagi Indonesia.
Kapasitas Besar Dukung Hilirisasi Mineral Indonesia
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Smelter Tembaga AMMN dirancang untuk mengolah hingga 900.000 metrik ton konsentrat tembaga setiap tahun. Bahan baku tersebut berasal dari tambang Batu Hijau dan nantinya juga akan dipasok dari tambang Elang.
Kompleks industri ini menghasilkan berbagai produk bernilai tinggi, antara lain:
- Katoda tembaga berkualitas tinggi.
- Emas.
- Perak.
- Asam sulfat.
- Selenium.
Produk-produk tersebut memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri modern. Selain itu, kebutuhan terhadap mineral kritis diperkirakan terus meningkat seiring berkembangnya energi terbarukan, kendaraan listrik, pusat data, hingga manufaktur berteknologi tinggi.
Karena itu, keberadaan fasilitas pengolahan ini menjadi salah satu aset strategis Indonesia dalam memperkuat rantai pasok mineral global sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Teknologi Modern Tingkatkan Efisiensi Produksi
AMMAN membangun fasilitas ini dengan mengintegrasikan teknologi pengolahan mineral terkini dan sistem pengelolaan lingkungan berstandar internasional.
Melalui teknologi tersebut, perusahaan menargetkan tingkat pemulihan logam yang lebih optimal. Selain itu, efisiensi energi juga meningkat sehingga biaya operasional dapat lebih terkendali dalam jangka panjang.
Di sisi lain, sistem pengelolaan lingkungan dirancang agar penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus mendukung praktik pertambangan yang bertanggung jawab sesuai standar industri global.
Dengan fasilitas yang semakin modern, perusahaan memiliki fondasi operasional yang lebih kuat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Prospek Investor Setelah Smelter Rampung
Rampungnya Smelter Tembaga AMMN menjadi katalis positif bagi perjalanan bisnis PT Amman Mineral Internasional Tbk. Kini perusahaan tidak hanya mengandalkan penjualan konsentrat, tetapi juga memiliki kemampuan menghasilkan produk logam dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Selain itu, integrasi antara aktivitas pertambangan dan pengolahan berpotensi meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat ketahanan bisnis terhadap perubahan harga komoditas global.
Dalam jangka panjang, kapasitas pengolahan hingga 900.000 metrik ton konsentrat per tahun membuka peluang peningkatan pendapatan ketika pasokan dari tambang Batu Hijau dan pengembangan tambang Elang semakin optimal. Hal tersebut dapat memperkuat posisi AMMAN sebagai salah satu produsen tembaga terintegrasi terbesar di Indonesia.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kinerja perseroan. Beberapa di antaranya adalah fluktuasi harga tembaga dan emas dunia, biaya operasional, stabilitas produksi smelter, serta perkembangan regulasi sektor pertambangan dan hilirisasi.
Secara keseluruhan, penyelesaian proyek smelter ini memperkuat prospek jangka panjang AMMAN. Dengan fasilitas yang telah resmi memasuki fase operasi penuh, perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing di pasar global, sekaligus mendukung program hilirisasi mineral yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia.





