RuangInvest.com, Jakarta – Saham top losers pekan ini didominasi oleh emiten lapis ketiga atau third liner dengan nilai kapitalisasi pasar di bawah Rp500 miliar. Kondisi tersebut terjadi meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan sepanjang periode perdagangan 8-12 Juni 2026.
IHSG berhasil melesat 7,38 persen dan ditutup di level 6.007 poin. Kenaikan indeks menunjukkan sentimen pasar yang cukup positif. Namun, di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham justru mengalami koreksi tajam hingga lebih dari 30 persen dalam sepekan.
Mayoritas saham yang masuk daftar penurunan terbesar berasal dari emiten berkapitalisasi kecil. Pergerakan saham-saham ini umumnya lebih volatil dibandingkan saham berkapitalisasi besar sehingga rentan mengalami fluktuasi harga yang ekstrem dalam waktu singkat.
Saham Top Losers Pekan Ini Turun Saat IHSG Menguat
Data perdagangan menunjukkan saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk menjadi saham dengan penurunan terdalam selama sepekan. Emiten berkode FLMC tersebut terkoreksi sekitar 38,26 persen hingga berada di level Rp72 per saham.
Penurunan tajam tersebut cukup menarik perhatian pelaku pasar. Pasalnya, harga saham produsen tisu basah tersebut relatif stabil sejak awal tahun. Koreksi yang terjadi dalam sepekan membuat FLMC menjadi pemimpin daftar saham top losers pekan ini.
Di posisi kedua terdapat saham PT Dua Putra Makmur Tbk (DPUM) yang anjlok 34,09 persen menjadi Rp116 per saham. Pelemahan tersebut terjadi setelah pabrik perusahaan yang berlokasi di Pati, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami kebakaran.
Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan operasional dan kinerja keuangan perseroan. Karena itu, tekanan jual terhadap saham DPUM meningkat sepanjang pekan perdagangan.
Sementara itu, saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) berada di posisi ketiga dengan penurunan sebesar 32 persen. Koreksi tersebut menunjukkan masih tingginya volatilitas pada saham-saham berkapitalisasi kecil.
Daftar 10 Saham Top Losers Pekan Ini
Berikut daftar lengkap saham top losers pekan ini berdasarkan persentase penurunan harga selama periode 8-12 Juni 2026:
- PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC) : -38,26 persen
- PT Dua Putra Makmur Tbk (DPUM) : -34,09 persen
- PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) : -32,00 persen
- PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) : -25,44 persen
- PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) : -23,04 persen
- PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) : -19,86 persen
- PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) : -19,83 persen
- PT Citra Buana Persada Tbk (CBPE) : -19,75 persen
- PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) : -19,50 persen
- PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) : -18,84 persen
Daftar tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar saham yang mengalami penurunan tajam berasal dari kelompok emiten dengan nilai kapitalisasi pasar yang relatif kecil. Selain itu, likuiditas yang terbatas juga sering membuat pergerakan harga menjadi lebih agresif.
Faktor yang Memengaruhi Pelemahan Saham
Pelemahan saham tidak selalu dipengaruhi oleh kondisi fundamental perusahaan. Dalam banyak kasus, faktor sentimen pasar juga berperan besar terhadap pergerakan harga.
Beberapa faktor yang dapat memicu penurunan saham antara lain:
- Aksi ambil untung setelah kenaikan harga sebelumnya.
- Sentimen negatif terkait operasional perusahaan.
- Rendahnya likuiditas perdagangan saham.
- Perubahan persepsi investor terhadap prospek bisnis.
- Kondisi pasar yang mendorong perpindahan dana ke saham lain.
Meskipun begitu, setiap saham memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, investor perlu melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.
Emiten Besar Juga Mengalami Tekanan
Tidak hanya saham berkapitalisasi kecil yang mengalami pelemahan. Beberapa emiten dengan nilai kapitalisasi pasar yang lebih besar juga tercatat mengalami koreksi sepanjang pekan.
Saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) misalnya, turun sekitar 17 persen dalam sepekan. Sementara itu, saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) melemah sekitar 13 persen pada periode yang sama.
Namun, kedua saham tersebut tidak masuk ke dalam daftar 10 besar top losers karena masih terdapat saham lain yang mencatat penurunan lebih dalam.
Di sisi lain, penguatan IHSG menunjukkan bahwa minat investor terhadap pasar saham nasional masih cukup baik. Kenaikan indeks juga menandakan bahwa sejumlah saham berkapitalisasi besar berhasil menopang pergerakan pasar secara keseluruhan.
Investor Perlu Waspadai Volatilitas Saham Lapis Ketiga
Fenomena saham top losers pekan ini menjadi pengingat bahwa saham lapis ketiga memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan saham unggulan atau blue chip.
Pergerakan harga pada saham-saham tersebut sering kali dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek. Selain itu, volume transaksi yang tidak terlalu besar membuat harga lebih mudah bergerak naik maupun turun secara tajam.
Karena itu, investor perlu menerapkan manajemen risiko yang baik saat berinvestasi pada saham berkapitalisasi kecil. Diversifikasi portofolio, pemahaman terhadap fundamental perusahaan, serta disiplin dalam menentukan batas kerugian menjadi langkah penting untuk menghadapi volatilitas pasar.
Meskipun IHSG berhasil mencatat kenaikan impresif sepanjang pekan, daftar saham top losers pekan ini membuktikan bahwa tidak semua saham bergerak searah dengan indeks. Oleh sebab itu, selektivitas tetap menjadi kunci utama dalam memilih saham di tengah dinamika pasar modal yang terus berubah.





