RuangInvest.com, Jakarta – Top gainers BEI pekan ini menunjukkan pergerakan yang menarik di tengah pelemahan pasar saham nasional. Sejumlah emiten tetap mencatatkan kenaikan harga yang signifikan meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang periode perdagangan 22-26 Juni 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hanya satu saham yang mampu membukukan kenaikan lebih dari 50 persen pada pekan ini. Emiten tersebut adalah PT Bhakti Mulia Artha Tbk (BHAT) yang menjadi pemimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi.
Sementara itu, IHSG justru mengalami tekanan cukup dalam. Indeks ditutup melemah 4,55 persen ke level 5.896,134 dibandingkan posisi pekan sebelumnya di level 6.177,139. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan sejumlah saham masih mampu terjadi meski pasar secara keseluruhan sedang terkoreksi.
Top Gainers BEI Pekan Ini Dipimpin Saham BHAT
Data statistik Bursa Efek Indonesia per Sabtu (27/6/2026) memperlihatkan PT Bhakti Mulia Artha Tbk (BHAT) menjadi emiten dengan kenaikan tertinggi selama periode perdagangan 22-26 Juni 2026.
Saham BHAT melesat 60 persen hingga ditutup pada harga Rp2.080 per saham. Capaian tersebut menjadikan BHAT sebagai satu-satunya emiten yang berhasil mencatatkan lonjakan lebih dari 50 persen sepanjang pekan.
Selain BHAT, posisi kedua ditempati PT Pratama Widya Tbk (PTPW). Saham perusahaan ini menguat 42,71 persen menjadi Rp1.370 per saham. Kinerja tersebut menunjukkan minat beli investor masih cukup tinggi terhadap saham-saham tertentu.
Di posisi ketiga terdapat PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME). Emiten sektor layanan kesehatan tersebut mencatat kenaikan sebesar 34,23 persen hingga berada di level Rp400 per saham.
Sementara itu, PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) juga berhasil masuk dalam daftar top gainers setelah menguat 28,48 persen ke posisi Rp212 per saham. Selain itu, PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) turut mencatatkan penguatan sebesar 27,74 persen menjadi Rp350 per saham.
Daftar Lengkap Top Gainers BEI 22-26 Juni 2026
Berikut daftar lengkap saham dengan kenaikan tertinggi selama perdagangan pekan ini:
- PT Bhakti Mulia Artha Tbk (BHAT) naik 60 persen menjadi Rp2.080.
- PT Pratama Widya Tbk (PTPW) menguat 42,71 persen menjadi Rp1.370.
- PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) naik 34,23 persen menjadi Rp400.
- PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) melonjak 28,48 persen menjadi Rp212.
- PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) meningkat 27,74 persen menjadi Rp350.
- PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) naik 26,73 persen menjadi Rp128.
- PT Akesha Wira International Tbk (ADES) menguat 23,86 persen menjadi Rp32.700.
- PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) meningkat 21,05 persen menjadi Rp69.
- PT Arthavest Tbk (ARTA) naik 20,91 persen menjadi Rp2.660.
- PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) menguat 20,77 persen menjadi Rp1.250.
MKAP Menjadi Penghuni Terakhir Top Gainers
PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) menjadi emiten terakhir yang masuk dalam daftar top gainers pekan ini. Saham MKAP mencatat kenaikan sebesar 20,77 persen menjadi Rp1.250 per saham.
Meski berada di posisi kesepuluh, capaian tersebut tetap mencerminkan adanya peluang keuntungan bagi investor yang mampu memilih saham dengan momentum positif di tengah kondisi pasar yang melemah.
IHSG Melemah, Sejumlah Saham Tetap Bersinar
Di sisi lain, pelemahan IHSG sepanjang pekan memperlihatkan tekanan masih membayangi pasar modal Indonesia. Indeks acuan ditutup turun 4,55 persen menjadi 5.896,134 dari posisi 6.177,139 pada pekan sebelumnya.
Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi sejumlah saham untuk mencatatkan kenaikan yang cukup tajam. Fenomena ini menunjukkan pergerakan saham individual masih dipengaruhi oleh sentimen masing-masing emiten, aksi korporasi, hingga aktivitas perdagangan investor.
Selain itu, rotasi dana ke saham-saham tertentu juga menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong kenaikan harga meskipun indeks utama sedang mengalami koreksi.
Bagi investor, daftar top gainers dapat menjadi salah satu referensi untuk mengamati saham yang memiliki momentum positif. Meskipun begitu, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan analisis fundamental, kondisi bisnis perusahaan, serta risiko pergerakan harga yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Karena itu, investor disarankan tidak hanya terpaku pada besarnya kenaikan harga dalam jangka pendek. Analisis terhadap prospek perusahaan dan kondisi pasar secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan demikian, peluang memperoleh hasil investasi yang lebih optimal dapat diimbangi dengan pengelolaan risiko yang lebih baik.





