Saham AMMN Menguat 2,14% Saat Harga Tembaga Cetak Rekor Baru

Dwi Prakoso

Saham AMMN Menguat 2,14% Saat Harga Tembaga Cetak Rekor Baru
Ilustrasi: saham AMMN

Ruanginvest.comJakarta, saham AMMN melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Kenaikan tersebut terjadi saat harga tembaga mencetak rekor baru.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.23 WIB, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 2,14 persen ke Rp4.770 per saham. Nilai transaksi AMMN mencapai Rp84,99 miliar.

Selain itu, kinerja saham AMMN dalam sepekan terakhir juga menunjukkan penguatan 11,71 persen. Saham yang terafiliasi dengan Grup Salim tersebut mendapat sentimen positif dari perkembangan harga tembaga global.

Saham AMMN Ikuti Rekor Harga Tembaga

Penguatan AMMN sejalan dengan prospek harga tembaga yang semakin positif. Harga komoditas tersebut mencetak rekor baru pada Selasa (8/9).

Kenaikan harga tembaga muncul di tengah kekhawatiran terhadap pasokan global. Pada saat yang sama, pasar melihat potensi permintaan yang kuat dari berbagai sektor.

Pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI menjadi salah satu faktor yang meningkatkan ekspektasi permintaan. Selain itu, kebutuhan dari data center, jaringan listrik, dan kendaraan listrik turut memberi sentimen positif.

Kontrak berjangka tembaga untuk pengiriman terdekat melonjak 2,8 persen menjadi USD6,7800 per pon dalam perdagangan di New York. Harga tersebut melampaui rekor penutupan sebelumnya sebesar USD6,7095 per pon.

Permintaan Tembaga Jadi Perhatian Investor

Kepala Pasar AJ Bell, Dan Coatsworth, mengatakan rekor harga tembaga membuat situasi semakin kompleks bagi investor. Pernyataan tersebut dikutip Barron’s.

Menurut Dan Coatsworth, ancaman tarif Amerika Serikat terhadap tembaga olahan muncul ketika produksi mengalami penurunan. Sementara itu, permintaan terus mendapat dorongan dari perkembangan AI, jaringan listrik, dan kendaraan listrik.

Kondisi tersebut membuat pergerakan harga tembaga menjadi perhatian pelaku pasar. Terlebih lagi, perubahan keseimbangan antara pasokan dan permintaan dapat memengaruhi sentimen terhadap saham perusahaan tambang.

Bagi AMMN, perkembangan harga tembaga menjadi salah satu sentimen penting dalam pergerakan saham. Karena itu, investor mencermati kenaikan harga komoditas tersebut bersamaan dengan pergerakan teknikal AMMN.

Analisis Teknikal AMMN Masih Bullish

BRI Danareksa Sekuritas dalam Technical View mencatat AMMN menguat 5,22 persen ke level 4.640. Kenaikan tersebut sekaligus membawa saham mulai menembus area resistance 4.600.

Selain kenaikan harga, peningkatan volume perdagangan turut mendukung pergerakan tersebut. Harga AMMN juga masih bertahan di atas MA20 pada level 4.370.

Kondisi itu menunjukkan tren jangka pendek AMMN masih berada dalam kondisi bullish. Namun, investor tetap perlu memperhatikan level resistance dan support dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.

BRI Danareksa Sekuritas menyebut resistance berikutnya berada di 4.800. Sementara itu, support terdekat berada di level 4.370.

Apabila AMMN mampu menembus level 4.800, saham tersebut berpotensi melanjutkan penguatan ke level yang lebih tinggi. Sebaliknya, level 4.370 menjadi area penting yang perlu dicermati investor.

Investor Asing Masih Mendukung AMMN

Dari sisi aliran dana, investor asing masih memberikan dukungan terhadap saham AMMN. Dalam sebulan terakhir, investor asing membukukan net buy sekitar Rp53,1 miliar pada saham tersebut.

Meski demikian, aliran dana asing belum sepenuhnya konsisten dalam jangka pendek. Dalam sepekan terakhir, investor asing sempat mencatatkan net sell pada AMMN.

Karena itu, investor perlu melihat pergerakan dana asing bersama volume perdagangan dan indikator teknikal lainnya. Perubahan arus dana dapat memberikan gambaran tambahan mengenai sentimen pasar terhadap saham tambang tersebut.

MACD Positif, tetapi Momentum Perlu Dicermati

Selain level harga dan aliran dana, indikator MACD juga menjadi perhatian dalam analisis AMMN. Saat ini, MACD masih menunjukkan kondisi positif.

Namun, histogram MACD mulai menipis. Kondisi tersebut menunjukkan investor perlu mencermati kekuatan momentum penguatan saham dalam perdagangan berikutnya.

Dengan demikian, pergerakan AMMN saat ini mendapat dukungan dari beberapa faktor. Harga tembaga mencetak rekor, tren jangka pendek masih bullish, dan investor asing mencatat net buy dalam sebulan terakhir.

Di sisi lain, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah sinyal teknikal. Level 4.800 menjadi resistance penting, sedangkan MA20 pada 4.370 menjadi support terdekat.

Pada akhirnya, arah saham AMMN akan bergantung pada kemampuan harga mempertahankan momentum penguatan. Perkembangan harga tembaga, volume perdagangan, aliran dana asing, serta indikator MACD menjadi sejumlah faktor yang perlu dicermati.

Kesimpulan Pergerakan Saham AMMN

Saham AMMN menguat 2,14 persen ke Rp4.770 pada perdagangan Rabu (9/9/2026) pukul 09.23 WIB. Dalam sepekan terakhir, saham tersebut telah menguat 11,71 persen.

Penguatan AMMN berlangsung ketika harga tembaga mencetak rekor baru. Sentimen tersebut mendapat dukungan dari kekhawatiran pasokan global serta ekspektasi permintaan dari AI, data center, jaringan listrik, dan kendaraan listrik.

Sementara itu, analisis BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan tren jangka pendek AMMN masih bullish. Investor juga perlu memperhatikan resistance 4.800 dan support 4.370.

Namun, histogram MACD mulai menipis dan investor asing sempat mencatat net sell dalam sepekan terakhir. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati keberlanjutan momentum sebelum mengambil keputusan investasi.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Investor Asing Net Sell Rp3,36 Triliun, IHSG Turun 1,43 Persen pada 7–11 September 2026

Investor Asing Net Sell Rp3,36 Triliun, IHSG Turun 1,43 Persen pada 7–11 September 2026

Kunjungi Artikel