Prospek Saham WIIM Menarik, Nomura Naikkan Target Harga

Dwi Prakoso

RuangInvest.com, Jakarta – Prospek saham WIIM kembali menjadi sorotan setelah PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) mendapatkan pandangan positif dari analis pasar. Emiten rokok tersebut dinilai memiliki peluang pertumbuhan yang menjanjikan dalam jangka menengah hingga panjang.

Penilaian tersebut muncul seiring kinerja operasional dan keuangan perseroan yang menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2025. Selain itu, sejumlah lini bisnis utama Wismilak dinilai masih memiliki ruang ekspansi yang cukup besar di tengah dinamika industri rokok nasional.

Analis Nomura Heng Siong Kong menyebutkan bahwa faktor utama yang dapat menopang pertumbuhan perusahaan berasal dari segmen sigaret kretek tangan (SKT) dan bisnis filter. Kedua segmen tersebut diperkirakan mampu mendorong kenaikan volume penjualan dalam beberapa tahun mendatang.

Prospek Saham WIIM Didukung Pertumbuhan Bisnis Filter

Menurut Nomura, bisnis filter saat ini menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat bagi Wismilak. Permintaan yang tinggi terhadap produk rokok dengan harga lebih terjangkau memberikan kontribusi positif terhadap kinerja segmen tersebut.

Selain itu, tren konsumsi masyarakat yang lebih selektif dalam memilih produk rokok dinilai menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperluas pangsa pasar. Karena itu, bisnis filter berpotensi terus memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perseroan.

Di sisi lain, Wismilak juga memiliki produk unggulan di kategori rokok slim. Produk Wismilak Slim dinilai memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan produk serupa karena menawarkan lebih banyak pilihan rasa buah.

Keunggulan Produk Wismilak Slim

Diferensiasi produk menjadi salah satu faktor penting dalam menarik konsumen baru. Wismilak Slim dinilai mampu menjawab kebutuhan pasar yang menginginkan variasi rasa yang lebih beragam.

Beberapa keunggulan produk tersebut antara lain:

  • Memiliki lebih banyak pilihan rasa buah.
  • Menjangkau konsumen yang lebih luas.
  • Menarik minat perokok usia muda.
  • Memberikan nilai tambah dibandingkan produk sejenis.

Meskipun begitu, keberhasilan produk ini tetap bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga inovasi dan distribusi di berbagai wilayah Indonesia.

Kinerja Keuangan Wismilak Tumbuh Kuat Sepanjang 2025

Prospek saham WIIM juga mendapat dukungan dari pencapaian keuangan yang solid. Sepanjang tahun buku 2025, Wismilak berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp419,21 miliar.

Angka tersebut meningkat 40,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan neto yang mencapai Rp6,38 triliun atau tumbuh 34,33 persen secara tahunan.

Mayoritas pendapatan masih berasal dari pasar domestik. Kontribusi pasar dalam negeri mencapai Rp6,35 triliun atau sekitar 98,62 persen dari total pendapatan perusahaan.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk-produk Wismilak masih cukup kuat. Selain itu, strategi pemasaran dan distribusi yang dijalankan perusahaan dinilai mampu meningkatkan daya saing di pasar nasional.

Kontribusi Segmen Usaha Terus Meningkat

Jika dilihat berdasarkan segmen usaha, hampir seluruh lini bisnis Wismilak mencatatkan pertumbuhan positif selama 2025.

Segmen sigaret kretek mesin (SKM) menjadi penyumbang terbesar dengan penjualan mencapai Rp4,05 triliun. Nilai tersebut melonjak 52,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, penjualan filter meningkat 23,06 persen menjadi Rp1,42 triliun. Segmen sigaret kretek tangan (SKT) juga mencatatkan kenaikan meski lebih terbatas, yakni 0,86 persen menjadi Rp873,16 miliar.

Tidak hanya itu, penjualan cerutu turut tumbuh 22,48 persen menjadi Rp3,45 miliar. Pertumbuhan yang relatif merata di berbagai segmen menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sumber pendapatan yang cukup terdiversifikasi.

Selain mendukung stabilitas bisnis, diversifikasi tersebut dapat membantu perusahaan menghadapi perubahan tren konsumsi di masa mendatang.

Nomura Naikkan Target Harga Saham WIIM

Melihat perkembangan bisnis dan kinerja keuangan perseroan, Nomura memutuskan menaikkan target harga saham WIIM.

Target harga baru ditetapkan sebesar Rp3.950 per saham, lebih tinggi dibandingkan target sebelumnya yang berada di level Rp3.550 per saham. Meski target harga dinaikkan, rekomendasi “buy” tetap dipertahankan.

Penilaian tersebut menunjukkan bahwa lembaga riset masih melihat potensi kenaikan yang cukup besar dari harga pasar saat ini. Di pasar reguler, saham WIIM diperdagangkan di level Rp1.485 per saham.

Meski terkoreksi sekitar 10 persen sejak awal tahun atau year to date (YtD), sebagian analis menilai valuasi saham WIIM masih tergolong menarik dibandingkan prospek pertumbuhan yang dimiliki perusahaan.

Dividen Tunai Jadi Daya Tarik Tambahan

Selain prospek pertumbuhan bisnis, investor juga mendapatkan sentimen positif dari pembagian dividen tunai tahun buku 2025.

Pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp217,87 miliar atau setara Rp104,4 per saham. Dividen tersebut dijadwalkan dibayarkan pada 12 Juni 2026.

Kebijakan dividen ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Karena itu, prospek saham WIIM tidak hanya ditopang oleh potensi pertumbuhan bisnis, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas yang sehat.

Dengan kombinasi pertumbuhan laba, peningkatan penjualan, ekspansi bisnis filter, serta pembagian dividen yang menarik, prospek saham WIIM masih menjadi perhatian pelaku pasar untuk jangka menengah dan panjang.

Penulis :

Dwi Prakoso

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu