Daftar Isi 5 bagian
Ruanginvest.com – Reinvestasi ORI024T3 ke SBR015 dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin memutar kembali pokok investasi setelah obligasi ritel tersebut jatuh tempo pada 15 Oktober 2026. Dengan asumsi investasi awal Rp100 juta dan seluruh dana pokok serta kupon digunakan kembali, perkiraan kupon bersih SBR015 mencapai Rp587.250 hingga Rp595.950 per bulan.
Angka itu bergantung pada seri yang dipilih dan mengasumsikan kupon berada di tingkat minimal. SBR015T2 menawarkan kupon minimal 6,75% per tahun, sedangkan SBR015T4 menawarkan 6,85%. Namun, sebelum memutuskan, investor perlu memperhitungkan tenor, akses pencairan, dan jeda waktu antara pencairan ORI024T3 dengan setelmen SBR015.
Berapa dana yang tersedia setelah ORI024T3 jatuh tempo?
ORI024T3 memiliki kupon tetap 6,1% per tahun dan membayarkan kupon setiap tanggal 15. Setelah dipotong pajak final 10%, imbal hasil bersihnya setara 5,49% per tahun. Untuk nilai investasi Rp100 juta, kupon bersihnya sekitar Rp457.500 per bulan.
Selama 35 kali pembayaran hingga jatuh tempo, investor menerima kupon bersih sekitar Rp16,12 juta. Pemerintah mengembalikan pokok investasi pada 15 Oktober 2026, sehingga total pokok dan kupon yang terkumpul mencapai sekitar Rp116,12 juta. Simulasi berikut membulatkan dana yang diputar menjadi Rp116 juta, sesuai kelipatan pemesanan Rp1 juta.
Perhitungan ini menganggap investor menerima kupon ORI024T3 secara rutin dan tidak menggunakannya sebelum jatuh tempo. Hasil aktual dapat berbeda jika nilai investasi awal berbeda atau sebagian kupon telah dipakai untuk kebutuhan lain.
Simulasi reinvestasi ORI024T3 ke SBR015
Jika Rp116 juta ditempatkan pada SBR015T2, estimasi kupon bersih bulanan pada tingkat minimal mencapai Rp587.250. Pada SBR015T4, estimasinya sekitar Rp595.950 per bulan. Besaran itu lebih tinggi daripada kupon bulanan ORI024T3, karena dana yang ditempatkan juga mencakup kupon yang terkumpul selama masa investasi.
Simulasi menggunakan imbal hasil bersih minimal 6,075% per tahun untuk SBR015T2 dan 6,165% untuk SBR015T4. Dengan asumsi tersebut, total kupon bersih SBR015T2 hingga jatuh tempo diperkirakan Rp13,75 juta, sementara SBR015T4 sekitar Rp28,26 juta. Kupon pertama dijadwalkan pada 10 Desember 2026 dan merupakan long coupon.
- SBR015T2: tenor dua tahun, jatuh tempo 10 Oktober 2028, dan perkiraan kupon bersih bulanan Rp587.250.
- SBR015T4: tenor empat tahun, jatuh tempo 10 Oktober 2030, dan perkiraan kupon bersih bulanan Rp595.950.
Jika seluruh kupon ORI024T3 ikut dihitung, total hasil bersih dari dana awal Rp100 juta diperkirakan sekitar Rp29,87 juta untuk pilihan T2 dan Rp44,38 juta untuk T4. Periode investasinya berbeda: pilihan T2 berjalan hampir lima tahun sejak penerbitan ORI024T3, sedangkan T4 hampir tujuh tahun. Total tersebut sudah memperhitungkan kupon ORI024T3 dan sisa sekitar Rp118.190 yang tidak masuk ke pemesanan SBR015.
Perlu dibedakan antara total hasil bersih dan dana yang tersedia saat SBR015 jatuh tempo. Pokok beserta kupon SBR015T2 diperkirakan mencapai Rp129,75 juta pada jatuh tempo, sementara SBR015T4 sekitar Rp144,26 juta. Angka tersebut belum memasukkan sisa dana Rp118.190 yang tidak direinvestasikan.
Kupon mengambang memberi peluang kenaikan
Berbeda dari kupon tetap ORI024T3, kupon SBR015 menggunakan skema mengambang dengan batas bawah atau floating with floor. Pemerintah menyesuaikan kupon setiap tiga bulan mengikuti BI Rate dan spread tetap. Jika suku bunga acuan naik, kupon dapat ikut meningkat; jika turun, kupon tidak akan berada di bawah batas minimal masing-masing seri.
Sebagai ilustrasi, jika BI Rate naik dari 5,75% menjadi 6%, kupon SBR015T2 menjadi 7% per tahun. Untuk penempatan Rp116 juta, perkiraan kupon bersihnya naik menjadi sekitar Rp609.000 per bulan, dari Rp587.250 pada tingkat minimal. Ini hanya skenario, bukan kepastian perubahan kupon.
Karena itu, investor sebaiknya menilai hasil berdasarkan kupon minimal, bukan mengandalkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Kupon yang diterima juga mengikuti ketentuan pajak yang berlaku dan jadwal pembayaran seri tersebut.
Perhatikan likuiditas dan jadwal pemesanan
SBR015 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Berbeda dengan ORI024T3 yang dapat dijual sebelum jatuh tempo, SBR015 hanya menyediakan fasilitas pencairan lebih awal maksimal 50% dari nilai investasi, sesuai jadwal early redemption yang ditetapkan pemerintah. Investor yang mungkin membutuhkan seluruh dana sebelum jatuh tempo perlu mempertimbangkan batasan ini.
Jadwal penawaran memberi waktu singkat untuk mengatur pemesanan. Dana ORI024T3 cair pada 15 Oktober 2026, sementara penawaran SBR015 ditutup pada 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. Setelmen SBR015 berlangsung pada 28 Oktober 2026, sehingga ada jeda ketika dana belum memperoleh kupon SBR015.
Investor juga perlu memilih tenor sesuai rencana penggunaan dana. SBR015T2 berjangka dua tahun, sedangkan SBR015T4 berjangka empat tahun. Kupon minimal T4 memang lebih tinggi 0,10 poin persentase, tetapi dana terikat lebih lama dan tidak bisa dijual bebas.
Langkah pemesanan setelah dana cair
Setelah pokok ORI024T3 masuk ke rekening terdaftar, investor dapat memeriksa kembali jumlah dana yang tersedia dan menentukan seri yang sesuai. Pastikan nominal pesanan mengikuti kelipatan Rp1 juta, lalu selesaikan pembayaran sesuai instruksi.
- Pastikan dana jatuh tempo sudah masuk pada 15 Oktober 2026.
- Pilih SBR015T2 atau SBR015T4 melalui kanal pemesanan yang tersedia.
- Masukkan nominal investasi dalam kelipatan Rp1 juta.
- Selesaikan pembayaran paling lambat tiga jam setelah memperoleh kode billing dan sebelum penawaran ditutup pada 22 Oktober pukul 10.00 WIB.
Pada akhirnya, reinvestasi ORI024T3 ke SBR015 menawarkan kupon minimal yang lebih tinggi serta pilihan tenor dua atau empat tahun. Namun, instrumen ini tidak likuid seperti obligasi yang dapat diperdagangkan. Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan arus kas, kemampuan menahan investasi, dan tanggal dana akan digunakan; simulasi kupon bukan jaminan hasil investasi.




