Rabu, 28 Oktober 2026Berita Seputar Investasi Terbaru
RuangInvest.com
Berita Seputar Investasi Terbaru

OJK Bidik Lima Bank Syariah Beraset Jumbo pada 2027

Oleh Jaya Purnama · Oktober 3, 2026 · 10:06 am
Daftar Isi 3 bagian

ruanginvest.com – Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Indonesia memiliki lima bank syariah beraset jumbo, termasuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS). OJK memperkirakan target tersebut dapat terealisasi paling lambat pada 2027.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pihaknya ingin melihat lebih banyak bank syariah memiliki skala usaha yang mendekati BSI. Menurut dia, proses menuju target itu sedang berjalan.

“Saya ingin melihat ada lima bank yang paling tidak dekat dengan BSI, dan itu sedang mengarah ke sana. Nanti insya Allah mungkin kalau tidak 2026, 2027 realisasinya itu mungkin sudah tercapai,” ujar Dian.

Target bank syariah beraset jumbo ditunggu hingga 2027

Dian menyampaikan pernyataan tersebut seusai seremoni peluncuran Roadmap Pengembangan & Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) di Bali, Jumat, 2 Oktober 2026. Ia menyebut realisasi mungkin tercapai pada 2026, tetapi batas waktu yang diperkirakan adalah 2027.

Target lima bank itu mencakup BSI, yang saat ini menjadi bank syariah terbesar di Indonesia. Dengan demikian, OJK ingin melihat empat bank syariah lain memiliki skala usaha yang setidaknya mendekati BSI. OJK tidak merinci nama bank lain yang dimaksud dalam pernyataan tersebut.

Pernyataan OJK berfokus pada skala usaha bank syariah, bukan sekadar jumlah lembaga. Dian mengatakan pembentukan bank-bank tersebut dapat dilakukan melalui beberapa skema. Dua cara yang disebut ialah konversi penuh bank konvensional menjadi bank syariah dan pemisahan usaha atau spin-off.

Spin-off dapat diikuti konsolidasi

OJK juga menekankan perlunya penguatan skala usaha bagi bank syariah hasil spin-off. Apabila pemisahan usaha menghasilkan bank dengan skala kecil, OJK akan mendorong konsolidasi melalui merger dengan bank lain.

“Tapi yang pasti, kalau itu misalnya spin-off itu akan kecil, pasti akan kita wajibkan untuk merger, gitu, dengan bank lain,” kata Dian.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa spin-off bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian OJK. Skala bank setelah pemisahan juga menjadi pertimbangan, sehingga bank kecil hasil proses itu dapat diarahkan untuk bergabung dengan bank lain. Dian tidak menyebut bank yang akan menjalani skema tersebut atau jadwal konsolidasinya.

BSI menjadi acuan ukuran usaha

BSI menjadi bank syariah terbesar di Indonesia dan disebut sebagai pembanding skala usaha dalam target OJK. Aset BSI tercatat naik 11,64% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp456 triliun pada akhir 2025.

Angka aset tersebut memberi gambaran mengenai skala BSI yang menjadi acuan dalam pernyataan Dian. Namun, OJK belum menyampaikan ukuran aset tertentu sebagai batas untuk menyebut sebuah bank syariah mendekati BSI. Target yang disampaikan adalah hadirnya lima bank dengan skala usaha yang paling tidak dekat dengan bank tersebut.

OJK memperkirakan proses menuju sasaran itu berlangsung hingga 2026 atau 2027. Pembentukan bank melalui konversi penuh, spin-off, serta konsolidasi bagi bank hasil spin-off yang berskala kecil menjadi skema yang disebut Dian dalam upaya mencapai target tersebut.

Tag:

Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.